EconomicReview – Tahun ini Pemerintah berencana merevitalisasi tujuh museum di Jakarta agar mengadopsi gaya dan teknologi digital untuk menarik perhatian pengunjung, khususnya kaum milenial.
“Di sini ada tujuh museum. Kita akan buat museum ini menyenangkan, bukan hanya menyimpan barang bersejarah saja, tapi ada ilmu yang bisa didapatkan,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendibudristek) Fitra Arda saat menjawab pers di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta Pusat seperti dikutip dari Jakarta Info.
Museum yang akan direvitalisasi tahun ini yakni Museum Naskah Proklamasi dan Museum Nasional dengan konsep mengusung gaya digital yang sudah diterapkan pada Museum Sumpah Pemuda.
Saat berkunjung ke Museum Sumpah Pemuda ini, dia menyoroti beberapa tampilan yang menarik, salah penyajian detik-detik diskusi lahirnya Sumpah Pemuda melalui layar “imersif”.
Di layar tersebut, pihak pengelola museum menampilkan reka adegan suasana kongres pemuda sebelum lahirnya Sumpah Pemuda.
Pola penyajian secara digital itulah yang akan dikembangkan di seluruh museum agar penyampaian informasi tentang sejarah lebih interaktif.
Di tempat berbeda, Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendibudristek), Hilmar Farid enggan membeberkan soal anggaran. “Anggarannya global ya, karena kita tidak menangani museum di sini saja, tapi di daerah juga menjadi perhatian kami,” jelas dia.
Dok : kumparan.com


