EconomicReview-Embung Sumingkir di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah yang dibangun oleh Kementerian PUPR sebagai sumber irigasi persawahan di wilayah sekitar telah diresmikan pada Rabu.
Ketua DPR RI Puan Maharani dalam sambutannya mengatakan embung Sumingkir penting bagi masyarakat karena dengan adanya embung ini dapat membantu pertanian, khususnya di Desa Sumingkir yang mayoritas warganya disini adalah petani.
Pembangunan Embung Sumingkir dilakukan awal bulan April 2021 dan selesai pembangunan seluruhnya pada Desember akhir 2021. Pembangunan dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak dengan biaya keseluruhan yang dikeluarkan Rp14 miliar.

Embung Sumingkir memiliki volume tampung 32.425 m3 dengan luas genangan 1,16 Ha. Sehingga Embung Sumingkir diperkirakan mampu mengairi 50 Ha sawah di Desa Sumingkir, Kecamatan Jeruklegi dan Desa Dondong, Kecamatan Kasugihan.
“Adanya Embung Sumingkir meningkatkan Intensitas Tanam dari 105 % menjadi 215%, yang semula satu kali panen setiap tahunnya menjadi tiga kali panen dalam satu tahun,” ungkap Kepala BBWS Serayu Opak Dwi Purwantoro.
Turut hadir Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rahman, Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti, Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Essy Asiah, Direktur Sanitasi Ditjen Cipta Karya Tanozisochi Lase, Kepala BPPW Jawa Tengah Cakra Nagara, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Pantja Dharma Oetojo.
Selain untuk irigasi persawahan, Embung Sumingkir juga berfungsi untuk mereduksi banjir, konservasi air dan mendukung pariwisata lokal.








