EconomicReview – Emiten produsen semen merek Merah Putih, PT Cemindo Gemilang Tbk. (CMNT) melakukan transaksi konversi utang Cemindo Investments Pte. Ltd. (CI) menjadi saham-saham baru yang dikeluarkan CI dan dicatatkan atas nama CMNT.
Berdasarkan Conversion Notice, perseroan akan mengkonversikan piutang perseroan kepada CI menjadi saham-saham baru yang akan diterbitkan CI atas seluruh jumlah pokok piutang sebesar US$78 juta dengan harga konversi sebesar US$1 per saham.
Dengan konversi tersebut, CI akan menerbitkan 78 juta saham baru yang dicatatkan atas nama CMNT. Nilai transaksi sejumlah US$78 juta atau setara dengan Rp1,13 triliun berdasarkan nilai tukar mata uang asing pada 31 Mei 2022, yakni Rp14.544 per dolar AS.
Manajemen CMNT memaparkan, alasan dan pertimbangan dilakukannya transaksi ini adalah untuk restrukturisasi internal sekaligus memperkuat struktur permodalan CI sebagai entitas anak perseroan. Pelaksanaan transaksi ini dilakukan dengan pencatatan pada laporan keuangan masing-masing pihak tanpa adanya aliran dana dari perseroan ke CI. Setelah transaksi ini dilakukan, pencatatan nilai piutang berelasi lain-lain dari CI, pada laporan keuangan konsolidasian perseroan, akan direklasifikasi menjadi investasi saham.
Tahun ini, PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) menjelaskan bahwa volume penjualan dapat tumbuh setidaknya sesuai dengan pertumbuhan industri semen secara keseluruhan yang diproyeksikan meningkat sekitar 4% sampai dengan 5% tahun ini.
Junarto Agung, Head of Investor Relations Cemindo Gemilang mengatakan, pada tahun 2022, Cemindo akan fokus pada pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Optimisme CMNT didukung oleh beberapa katalis positif, baik dari sisi internal maupun eksternal perusahaan.
Dari sisi eksternal, katalis positif datang dari pertumbuhan sektor konstruksi dan infrastruktur yang masih menjadi fokus pemerintah hingga saat ini. Selain itu, pemulihan ekonomi nasional juga dinilai ikut mendukung pertumbuhan pada sektor perumahan, di mana sebelumnya cukup terdampak oleh pandemi Covid-19. Beberapa kondisi disebut Junarto dapat turut mendukung pertumbuhan bisnis CMNT ke depan.
Dia menambahkan, proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Kalimantan Timur juga menjadi katalis positif lain bagi industri semen, termasuk CMNT di tahun ini hingga ke depannya. “Diperkirakan pembangunan infrastruktur dan ekonomi diproyeksikan masif,” tambahnya.
Tak ketinggalan, pembangunan Kawasan Industri Hijau di Kaltara juga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang cukup baik terhadap permintaan produk semen secara keseluruhan.
Sebelumya, perseroan meluncurkan produk terbarunya, Semen Merah Putih Watershield. Commercial Director Cemindo Gemilang, Surindro Kalbu Adi memaparkan, perseroan hadir dengan inovasi agar tidak terjebak dengan inflasi harga di sektor energi yang dinilai cukup signifikan. “Kalau kita lihat inflasi energi luar biasa, batu bara harganya juga luar biasa, akhirnya semua pemain dengan produk yang begitu-begitu saja akan terjebak, mereka tidak bisa catch up dengan kenaikan cost material,” ujar Surindro.








