EconomicReview – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2022, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar kegiatan ‘Peduli Anak Pasca Pandemi COVID-19’.
Kegiatan yang dipusatkan di RPTRA Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara ditandai dengan pembagian makanan berupa ikan sebanyak 2 ton di 7 lokasi berbeda secara serentak. Rinciannya, pembagian di LPKA Jakarta sebanyak 75 kilogram, LPKA Tangerang (250 kilogram), Bantar Gebang (1 ton), dan Kampung Pemulung Cinere (100 kilogram).
Selanjutnya, Sekolah Darurat Kartini, Ancol, Jakarta Utara (100 kilogram), Keboen Sastra, Bogor (50 kilogram), dan Yayasan Ukhwah Sosial Lestari, Jakarta Selatan (50 kilogram).
“Kegiatan yang kita laksanakan adalah dalam rangkaian Hari Anak Nasional (HAN). Juli ini adalah bulan yang paling spesial bagi anak-anak karena tanggal 23 Juli kita akan memperingati Hari Anak Nasional,” kata Menteri PPPA Bintang Puspayoga di RPTRA Angke Alternatif, Jakarta Utara, Rabu (13/7/2022).
Selain ikan segar, pemerintah juga membagikan makanan olahan berbahan baku ikan Sipetek, mainan anak, 560 paket makanan ringan dan tas punggung, serta sosis dan bakso bakar. Khusus bantuan ikan, KemenPPPA bekerjasama oleh KKP. Tahun ini kata Bintang, jumlah ikan yang dibagikan bertambah menjadi 2 ton dari tahun lalu yang sebesar 1 ton.
“Teknis pengaturan pembagian ikan di Muara Angke dilakukan kepala RW. Ikan itu mengandung gizi yang sangat amat baik dan lengkap untuk tumbuh kembang. Makanya menjadi penting bagi anak-anak semuanya harus gemar makan ikan,” tutur Bintang.
Ada juga bantuan tas punggung adalah bantuan PUPR. Jadi ini sinergi yang kita lakukan di samping makanan lainnya yaitu bantuan olahan makanan ikan, dan sosis bakar dari Kadin DKI Jakarta.
Tak hanya membagikan makanan sehat, pihaknya turut meninjau layanan pemeriksaan kesehatan yang disediakan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dalam rangka HAN di Muara Angke. Bintang pun menyempatkan waktu berdialog dan bernyanyi bersama bersama anak-anak.
Menteri Bintang mengatakan, peringatan HAN merupakan momentum penting untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh komponen bangsa Indonesia dalam menjamin pemenuhan hak anak dan mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
“Peringatan HAN sejatinya adalah untuk mengingatkan kita semua dan stakeholder yang terlibat baik itu dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga masyarakat, lembaga agama, serta rekan-rekan media atas komitmen bersama terhadap pemenuhan hak-hak anak, seperti hak untuk hidup, hak untuk tumbuh kembang, hak untuk mendapatkan perlindungan dari diskriminasi, dan hak untuk berpartisipasi,” ujarnya.








