EconomicEwview – Anak perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PT JakLingko Indonesia mengkaji skema tarif integrasi Kereta Rel Listrik (KRL) untuk bergabung dengan transportasi massal lainnya.
“Untuk kajian sudah ada skenario yang include dengan KRL dan ini nanti kami akan tindaklanjuti,” kata Direktur Utama JakLingko Indonesia Muhammad Kamaluddin di Jakarta, Rabu.
Meski demikian, JakLingko dan Dinas Perhubungan DKI sedang fokus dalam uji coba pelaksanaan tarif integrasi selama enam bulan hingga Desember 2022.
Namun, Kamaluddin menambahkan pihaknya tetap memiliki komitmen untuk menindaklanjuti kajian yang mencakup KRL itu setelah evaluasi masa uji coba tarif integrasi tiga angkutan umum.
Ia menambahkan di sejumlah negara misalnya di bawah naungan G20, sudah dilaksanakan tarif integrasi untuk semua moda transportasi umum.
Harapannya, hal itu dapat menjadi pertimbangan pemerintah untuk memasukkan KRL dalam skema tarif integrasi.
Saat ini, Pemprov DKI sedang melaksanakan uji coba tarif integrasi tiga moda angkutan umum dengan aplikasi JakLingko dengan besaran tarif maksimum Rp10.000. Sejauh ini tanggapan masyarakat sangat positif.
“Tanggapannya cukup positif dan semua warga yang menggunakan aplikasi JakLingko merasakan manfaat tarif lebih ekonomis,” tutur Kamaluddin.
Senada dengan Kamaluddin, Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo juga berharap KRL dapat menjadi bagian tarif integrasi bersama tiga moda angkutan massal di Jakarta yakni LRT, MRT dan TransJakarta.
Foto : Ekonomi Bisnis


