EconomicReview – Presiden Indonesia, Joko Widodo menyebut kondisi perekonomian akan gelap pada 2023.
Hal itu disampaikan Jokowi saat memberi sambutan pada acara pengarahan Presiden RI kepada seluruh Menteri/Kepala Lembaga, Kepala Daerah, Pimpinan BUMN, Pangdam, Kapolda dan Kajati di Jakarta Convention Center, Kamis (29/9/2022).
Hal itu dikarenakan posisi perekonomian berbagai negara yang tengah berada dalam posisi sulit. Berbagai faktor pun menjadi penyebab hal tersebut, misalnya perang Ukraina-Rusia hingga pandemi Covid-19.
“Lembaga internasional sampaikan tahun ini, tahun 2022 sangat sulit. Tahun depan mereka menyampaikan akan lebih gelap,” tambahnya.Disebutkan, perang Ukraina-Rusia menyebabkan sekitar 19.600 orang mati kelaparan setiap harinya akibat krisis pangan. Tak hanya krisis pangan, terjadi pula krisis energi dan finansial.
“Saat saya bertemu dengan Presiden Putin 2,5 jam diskusi, ditambah dengan bertemu dengan Zelenskyy 1,5 jam berdiskusi saya simpulkan, perang tidak akan segera selesai. Akan lama,” tutur Jokowi.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani, sempat menyebut bahwa proyeksi ekonomi Indonesia akan turun ke jurang resesi pada 2023. Hal itu mengingat tingginya inflasi di berbagai negara, khususnya Eropa dan Amerika Serikat.
“Kalau bank sentral di seluruh dunia meningkatkan suku bunga cukup ekstrem dan bersama-sama, dunia mengalami resesi di 2023,” tuturnya pada Senin (26/09/2022) mengutip Kompas.
📸 : Kompas.com


