EconomicReview – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan uji coba tiket berbasis pengenalan wajah yang dilakukan di stasiun MRT ASEAN sebagai salah satu bentuk integrasi transportasi di Ibu Kota.
“Tim dari JakLingko, MRT, TransJakarta pastikan spesifikasi ini tidak berhenti di satu stasiun,” pesan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meluncurkan integrasi transportasi di Stasiun MRT ASEAN, Jakarta, Jumat.
Ia berharap skema pembayaran terbaru itu tak hanya berhenti di stasiun MRT ASEAN, namun diperluas di stasiun-stasiun lainnya.
Adapun tarif integrasi antarmoda (TransJakarta, MRT dan LRT) di Jakarta dengan harga maksimal Rp10 ribu.
Anies mengklaim integrasi transportasi di Jakarta termasuk yang detail dan layak mendapatkan rekor dunia.
“Saya dengar dari Dirut JakLingko bahwa ini pertama kali di dunia terjadi integrasi seperti itu. Jadi Pak Kamal (Dirut JakLingko) daftarkan ini di Guinness World Records, supaya tercatat di dunia Jakarta kota pertama yang melakukan pengintegrasian sampai sedetail itu,” papar Anies.
Selain dari sisi sistem pembayaran, integrasi transportasi juga dilakukan dengan integrasi Stasiun MRT ASEAN, Halte CSW dan Sky Walk Kebayoran, peluncuran tarif integrasi JakLingko dan layanan mikro trans AC mencapai 25 unit dari total 2.164 armada.
Pemprov DKI menargetkan integrasi transportasi di Ibu Kota menambah cakupan layanan kepada masyarakat yang saat ini sudah mencapai 85 persen dan akhir tahun targetnya 95 persen.
📸 : ANTARA








