EconomicReview – Aktivitas perdagangan Indonesia terus bergerak, namun kenaikan biaya impor bahan baku membawa tantangan tersendiri bagi bisnis yang bergantung pada pasokan dari luar negeri. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor bahan baku atau penolong Indonesia pada Januari – Juli 2026 mencapai US$116,70 miliar atau naik 20,42% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Dalam kondisi ini, kemampuan bisnis mengetahui dan engendalikan harga pokok penjualan (HPP) serta profitabilitas secara real-time menjadi faktor penentu daya tahan usaha, khususnya bagi sektor yang bergantung pada pasokan impor.
“Bisnis di Indonesia tidak bisa mengendalikan pergerakan kurs atau kebijakan tarif dagang global, tetapi mereka bisa mengendalikan seberapa cepat dan akurat mereka mengetahui dampaknya terhadap HPP dan margin. Ketika biaya bahan baku dan nilai tukar bergerak naik-turun dalam hitungan bulan, bisnis yang bertahan bukanlah yang paling besar, melainkan yang paling cepat tahu angka mereka sendiri. Itu yang coba kami hadirkan lewat Mekari Jurnal yakni kontrol dan kejelasan finansial yang konsisten, apa pun kondisi di luar sana,” ungkap Chief Executive Officer (CEO) Mekari Suwandi Soh.
Lebih lanjut ia menambahkan bahwa kecepatan tersebut didukung oleh analisis laporan berbasis kecerdasan buatan (AI) di Mekari Jurnal, yang mengubah data mentah menjadi insight yang mudah dipahami dalam hitungan detik, bahkan bagi tim yang tidak seluruhnya berlatar belakang akuntansi.
”Jadi, AI tidak menggantikan pengambilan keputusan manusia, melainkan mempercepat proses sampai ke titik tersebut,” ujar Suwandi Soh.
Saat ini, ada lebih dari 55.000 klien lintas industri yang mempercayakan pengelolaan keuangannya kepada Mekari Jurnal. Sebut saja perusahaan trading di sektor unggas, PT Ayam Kota Untuk Negara sebelumnya kesulitan melacak pergerakan stok dan menghitung nilai persediaan secara manual, yang memperlambat pengambilan keputusan bisnis. Namun, setelah beralih ke Mekari Jurnal, perusahaan mendapatkan visibilitas real-time atas stok dan laporan keuangan, menghasilkan 100% akurasi laporan dan 100% data yang terintegrasi antar-tim.
”Laporan keuangan Mekari Jurnal menurut saya sudah bagus dan update, bisa langsung jadi. Adanya AI juga membantu untuk membaca dan menganalisis isi laporan sehingga lebih mudah dipahami. Mekari Jurnal sudah sangat relevan dengan kebutuhan kami,” ujar Inventory Control PT Ayam Kota Untuk Negara Nasirin.
Selanjutnya, pencatatan multi-mata uang dan penyusutan barang cair selama pengiriman internasional sempat menjadi tantangan tersendiri bagi PT Alpine Renewables Commodities, perusahaan ekspor-impor limbah minyak kelapa sawit (POME) yang bertransaksi dalam Rupiah dan Dolar AS, tantangan yang relevan di tengah volatilitas kurs saat ini.
“Melalui fitur multi-currency dan pembukuan terintegrasi Mekari Jurnal, perusahaan dapat memangkas waktu operasional keuangan hingga 40% dan mendigitalisasi 100% proses pencatatannya, sekaligus mendukung ekspansi bisnis ke beberapa entitas perusahaan baru. Karenanya, saya sangat merekomendasikan Mekari Jurnal,” ujar Finance and Accounting Lead PT Alpine Renewables Commodities Debbie Christie Ginting.







