EconomicReview – Komitmen Pengurus PEWIBI (Peduli Wisata & Budaya Indonesia) melestarikan seni pertunjukan tradisional Jawa diwujudkan melalui pagelaran ketoprak humor Ande-Ande Lumut. Kolaborasi apik antara pengurus PEWIBI dengan tim pengrawit dan sebagian pemeran dari internal RRI Surakarta digelar di Auditorium RRI Surakarta, Manahan, Selasa malam (27/10/2026).
Ada tujuh pengurus PEWIBI turut tampil sebagai bintang tamu dengan memerankan tokoh-tokoh Kleting dalam cerita Ande-Ande Lumut. Pertunjukan yang memadukan unsur tradisi dan hiburan tersebut mendapat sambutan antusias, dengan seluruh 460 kursi studio dilaporkan terisi penuh.
Pagelaran Ande-Ande Lumut juga menghadirkan Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani sebagai bintang tamu dari unsur pemerintah daerah.
Keterlibatan tokoh pemerintahan bersama organisasi kebudayaan dan lembaga penyiaran menjadi gambaran bahwa pelestarian tradisi dapat dibangun melalui kolaborasi lintas sektor. Kegiatan semacam ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati kesenian Jawa sekaligus mengenal kembali warisan budaya yang tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.
Irlisa Rachmadiana, Ketua Umum sekaligus pendiri PEWIBI menjelaskan bahwa keterlibatan tujuh pengurus PEWIBI menjadi daya tarik tersendiri dalam pementasan. Para pengurus yang selama ini bergerak dalam kegiatan organisasi dan pengembangan wisata budaya turut mengambil peran langsung dalam pertunjukan ketoprak.
“Mereka memerankan tokoh-tokoh Kleting, karakter yang dikenal dalam cerita rakyat Ande-Ande Lumut. Kehadiran para pemain dari berbagai latar belakang tersebut memperlihatkan bahwa seni tradisional dapat menjadi ruang partisipasi bersama, tidak terbatas pada kalangan seniman professional,” ujar Irlisa.

Hal senada disampaikan oleh Intan Aprillia M. Kraft, salah satu pengurus DPP PEWIBI yang akrab dipanggil Mai Intan mengatakan bahwa pementasan ini melibatkan berbagai unsur, termasuk personel RRI Surakarta dan para bintang tamu dari PEWIBI.
“Ketoprak humor kali ini adalah pementasan para peran bersama tim pengrawit dan sebagian peran dari internal RRI Surakarta. Kemudian, peran-peran Kleting dimainkan bintang tamu dari tujuh pengurus perkumpulan PEWIBI,” ujarnya.








