EconomicReview – Bertajuk ‘Come and Explore Bangka-Belitung’, PPI dan Economic Review dengan menggandeng Kemenparekraf mengunjung Provinsi Bangka-Belitung pada 24-28 Februari 2021. Kegiatan ini juga melibatkan Pemkab Belitung, Pemkab Bangka dan Dinas Pariwisata di kedua daerah tersebut.
Tujuan kegiatan selama 5 hari ini untuk memperlihatkan ke masyarakat Indonesia bahwa kegiatan pariwisata di Bangka-Belitung mulai menggeliat meski dilakukan secara bertahap serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Bahkan, sebelumnya, Menteri Parekraf Sandiaga S Uno juga telah datang ke Bangka-Belitung, juga untuk mengumumkan dimulainya kegiatan pariwisata di kawasan tersebut.
Menteri Sandiaga sekaligus menggencarkan program CHSE agar pariwisata dan ekonomi kreatif di provisini tersebut bisa bangkit kembali dan memberikan kontribusi bagi pemulihan perekonomian nasional.
CHSE merupakan penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan). Kemenparekraf sebagai lembaga yang menaungi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menggencarkan protokol kesehatan CHSE agar dapat diimplementasikan oleh badan usaha masyarakat.

Ketua Umum PPI Hj. Irlisa Rachmadiana, SSn menjelaskan bahwa kegiatan ‘Come and Explore Bangka-Belitung’ dinilai akan mempercepat pemulihan kegiatan pariwisata di kedua daerah tersebut. Apalagi, selama ini, masih banyak orang yang tidak menyadari keindahan dari Bangka-Belitung dan menganggapnya sebagai dua pulau terpencil. Padahal, pulau yang lokasinya saling bersilangan ini menyimpan sejuta keindahan yang sangat sayang untuk dilewatkan.
“Sejak kemunculan film Laskar Pelangi, Belitung menjadi salah satu pulau dengan destinasi wisata paling ingin dikunjungi oleh para wisatawan. Karena di pulau tersebut, ada banyak wisata alam berupa pantai yang pesonanya sangat berbeda dengan pantai-pantai di tempat lainnya. Keindahannya masih murni dan alami, bahkan layaknya surga tersembunyi. Untuk itu, jika Anda sudah memiliki rencana liburan tetapi bingung menentukan tempat yang tepat, Belitung bisa menjadi pilihan terbaik,” ujarnya.
“Sedangkan Pulau Bangka juga tak kalah menariknya, terutama dari sisi wisata Geo Park, kuliner hingga pantainya. Sejumlah Geo Park bekas area penambangan kini disulap menjadi kawasan wisata yang menarik. Sejumlah restoran juga menyajikan hidangan seafood dan makanan khas Pulau Bangka. Semua ini diharapkan mampu mendatangkan para wisatawan ke Bangka-Belitung dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan berbasis CHSE,” ujar Hj. Irlisa.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Belitung H. Sahani Saleh, S.Sos tak memungkiri bahwa Pandemi Covid-19 membawa dampak terhadap berbagai lini, termasuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Belitung. Meski demikian, di tengah Pandemi Covid-19 ini, Bupati ingin menggerakan kembali kedua sektor tersebut yang mendapat dukungan dari Kemenparekraf.
“Kami mempercepat pemulihan sektor pariwisata dengan protokol kesehatan berbasis CHSE. Ini merupakan kunci utama pemulihan ekonomi di Belitung sekaligus menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.
“Sejalan dengan program Kemenparekraf, pemberian sertifikasi CHSE bagi para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Belitung. Sertifikasi ini akan menjadi bukti bahwa pelaku usaha telah memiliki, menerapkan, hingga meningkatkan protokol kesehatan di usahanya masing-masing. Selain itu, wisatawan dan masyarakat pun dapat merasa terjamin dengan pemenuhan standar protokol kesehatan CHSE,” ujar Bupati Sahani.
Di Pulau Belitung ini juga telah ditetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yakni Kawasan Tanjung Kelayang yang memiliki keunggulan geostrategic membuatnya menjadi obyek wisata bahari yang luar biasa. Sport tourism, ekowisata, dan keunggulan geostrategi Belitung dikatakan menjadi modal kuat Kawasan Tanjung Kelayang. Selain itu Pantai Pasir Putih, batu granit raksasa yang menjadi ciri dari Belitung.
Pantai yang dihiasi batuan granit raksasa merupakan ciri khas dari pantai di kawasan ini. Kawasan ini berdekatan dengan pulau-pulau kecil di sekitarnya yang juga memiliki pesonanya tersendiri. Dengan total luas wilayah 324,4 Ha, KEK Tanjung Kelayang memiliki konsep pengembangan pariwisata pariwisata berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. KEK ini diproyeksikan dapat menarik investasi sebesar Rp10,3 triliun dan proyeksi tenaga kerja sebanyak 5.000 orang pada 2036.

Tempat wisata lainnya yang wajib dikunjungi yakni Pulau Lengkuas, Pantai Penyabong, Pantai Punai, Museum Kata, Danau Kaolin (surga dunia yang tersembunyi). Pantai Serdang, Batu Mentas, Pulau Kepayang, Wisata Laskar Pelangi, Pulau Lutong, Pantai Tanjung Tinggi, Tirta Marundang, Air Terjun Gurok Beraye, Bukit Berahu, Air Terjun Kapala Kawai, Pulau Memperak, Air Terjun Marsila, Pantai Nyiur Melambai, Bukit Peramun, Pantai Penyak, Gusong Bugis, Kampong Dedaun, Open Pit, Tanjung Binga, Dermaga Kirana, Pulau Pasir, Pulau Burung, Bukit Pangkuan, Gunung Burung Mandi, Pantai Tanjung Pendam, Pulau Batu Berlayar, Bukit Batu Baginde, Pulau Leebong, dan Sail Belitung. Sedangkan untuk kuliner di antaranya otal-otak Bangka dan Talas Goreng, Otak-Otak Fung Fung di Pangkal Pinang, Martabak Arang Acun, Rumah Makan Kuliner Seafood Asui, Alakoe Café. Kemudian ada Kopi Murni Khas Belitung, seafood di rumah makan Tempo Duluk dan Ratu Sara seafood.








