Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Percepatan Pemulihan Destinasi Wisata Kepulauan Bangka Belitung dengan Prokes Berbasis CHSE

by Yusniar
March 12, 2021
in BERITA TERKINI, EKONOMI & BISNIS, EVENT
141 4
0
Percepatan Pemulihan Destinasi Wisata Kepulauan Bangka Belitung dengan Prokes Berbasis CHSE
Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview – Penerapan protokol kesehatan di kawasan destinasi wisata Kepulauan Bangka-Belitung berlangsung cukup ketat. Apalagi, protokol kesehatan itu telah mengacu pada pedoman CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, dan Environmental Sustainability) di masa adaptasi kebiasaan baru dalam berwisata.

Protokol kesehatan CHSE ini merupakan program Kemenparekraf agar pariwisata dan ekonomi kreatif di sejumlah destinasi wisata termasuk destinasi Kepulauan Bangka Belitung bisa bangkit kembali dan memberikan kontribusi bagi pemulihan perekonomian nasional.

Untuk mensukseskan program CHSE di destinasi Kepulauan Bangka-Belitung, Kemenparekraf telah menyerahkan bantuan fasilitas CHSE dan dukungan pengembangan atraksi aksesibilitas, amenitas bagi destinasi wisata di Bangka Belitung. Tak hanya itu, program sosialisasi penerapan CHSE juga telah dilaksanakan sejak akhir tahun 2020.

Percepatan pemulihan sektor pariwisata di Kepulauan Bangka Belitung juga didorong dengan adanya program bertajuk ‘Come and Explore Bangka-Belitung’ pada 24-28 Februari 2021. Kegiatan ini juga melibatkan Pemkab Belitung, Pemkab Bangka dan Dinas Pariwisata di kedua daerah tersebut.

Tujuan kegiatan selama 5 hari ini untuk memperlihatkan ke masyarakat Indonesia bahwa kegiatan pariwisata di Bangka-Belitung mulai menggeliat meski dilakukan secara bertahap serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Bangka Belitung juga masih menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus Covid-19 terendah di Indonesia, yaitu dengan 2021 kasus.

Bahkan, sebelumnya, Menteri Parekraf Sandiaga S Uno juga telah datang ke Bangka-Belitung, juga untuk mengumumkan dimulainya kegiatan pariwisata di kawasan tersebut. Menteri Sandiaga sekaligus menggencarkan program CHSE agar pariwisata dan ekonomi kreatif di provisini tersebut bisa bangkit kembali dan memberikan kontribusi bagi pemulihan perekonomian nasional.

CHSE merupakan penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan). Kemenparekraf sebagai lembaga yang menaungi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menggencarkan protokol kesehatan CHSE agar dapat diimplementasikan oleh badan usaha masyarakat.

Tentu saja dengan adanya kegiatan ‘Come and Explore Bangka-Belitung’ dinilai akan mempercepat pemulihan kegiatan pariwisata di kedua daerah tersebut. Apalagi, selama ini, masih banyak orang yang tidak menyadari keindahan dari Bangka-Belitung dan menganggapnya sebagai dua pulau terpencil. Padahal, pulau yang lokasinya saling bersilangan ini menyimpan sejuta keindahan yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Sejak kemunculan film Laskar Pelangi, Belitung menjadi salah satu pulau dengan destinasi wisata paling ingin dikunjungi oleh para wisatawan. Karena di pulau tersebut, ada banyak wisata alam berupa pantai yang pesonanya sangat berbeda dengan pantai-pantai di tempat lainnya. Keindahannya masih murni dan alami, bahkan layaknya surga tersembunyi. Untuk itu, jika Anda sudah memiliki rencana liburan tetapi bingung menentukan tempat yang tepat, Belitung bisa menjadi pilihan terbaik.

Sedangkan Pulau Bangka juga tak kalah menariknya, terutama dari sisi wisata Geo Park, kuliner hingga pantainya. Sejumlah Geo Park bekas area penambangan kini disulap menjadi kawasan wisata yang menarik. Sejumlah restoran juga menyajikan hidangan seafood dan makanan khas Pulau Bangka.

Ada juga Hutan Wisata Pelawan yang merupakan salah satu hutan wisata yang luar biasa sekaligus menjadi wisata andalan yang sangat unik dikarenakan mempunyai keunggulan yang berbeda tempat produksi madu pahit asli dengan nutrisi tinggi dan juga pohon dengan umur ratusan tahun.

“Semua ini diharapkan mampu mendatangkan para wisatawan ke Bangka-Belitung dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan berbasis CHSE,” ujar Pemimpin Umum Economic Review Hj. Irlisa Rachmadiana, SSn.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Belitung H. Sahani Saleh, S.Sos tak memungkiri bahwa Pandemi Covid-19 membawa dampak terhadap berbagai lini termasuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Belitung. Meski demikian, di tengah Pandemi Covid-19 ini, Bupati ingin menggerakan kembali kedua sektor tersebut yang mendapat dukungan dari Kemenparekraf.

“Kami mempercepat pemulihan sektor pariwisata dengan protokol kesehatan berbasis CHSE. Ini merupakan kunci utama pemulihan ekonomi di Belitung sekaligus menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.

“Sejalan dengan program Kemenparekraf, pemberian sertifikasi CHSE bagi para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Belitung. Sertifikasi ini akan menjadi bukti bahwa pelaku usaha telah memiliki, menerapkan, hingga meningkatkan protokol kesehatan di usahanya masing-masing. Selain itu, wisatawan dan masyarakat pun dapat merasa terjamin dengan pemenuhan standar protokol kesehatan CHSE,” ujar Bupati Sahani.

Di Pulau Belitung ini juga telah ditetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yakni Kawasan Tanjung Kelayang yang memiliki keunggulan geostrategic membuatnya menjadi obyek wisata bahari yang luar biasa. Sport tourism, ekowisata, dan keunggulan geostrategi Belitung dikatakan menjadi modal kuat Kawasan Tanjung Kelayang. Selain itu Pantai Pasir Putih, batu granit raksasa yang menjadi ciri dari Belitung.

Pantai yang dihiasi batuan granit raksasa merupakan ciri khas dari pantai di kawasan ini. Kawasan ini berdekatan dengan pulau-pulau kecil di sekitarnya yang juga memiliki pesonanya tersendiri.

Tempat wisata lainnya yang wajib dikunjungi di Bangka Belitung yakni Pulau Lengkuas, Pantai Penyabong, Pantai Punai, Museum Kata, Danau Kaolin (surga dunia yang tersembunyi). Batu Mentas, Pulau Kepayang, Wisata Laskar Pelangi, Pulau Lutong, Pantai Tanjung Tinggi, Tirta Marundang, Air Terjun Gurok Beraye, Bukit Berahu, Air Terjun Kapala Kawai, Pulau Memperak, Air Terjun Marsila, Pantai Nyiur Melambai, Bukit Peramun, Pantai Penyak, Gusong Bugis, Kampong Dedaun, Open Pit, Tanjung Binga, Dermaga Kirana, Pulau Pasir, Pulau Burung, Bukit Pangkuan, Gunung Burung Mandi, Pantai Tanjung Pendam, Pulau Batu Berlayar, Bukit Batu Baginde, Pulau Leebong, dan Sail Belitung.

Sedangkan untuk kuliner di antaranya otal-otak Bangka dan Talas Goreng, Otak-Otak Fung Fung di Pangkal Pinang, Martabak Arang Acun, Rumah Makan Kuliner Seafood Asui, Alakoe Café. Kemudian ada Kopi Murni Khas Belitung, seafood di rumah makan Tempo Duluk dan Ratu Sara seafood.

Masih banyak lagi yang bisa di explore di Bangka Belitung karena penuh dengan pesona alam dan budaya serta wisata Boga.

”Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap Kemenparekraf atas terselenggaranya kegiatan ini, silahkan kunjungi destinasi wisata dan promosikan seluas-seluasnya, semoga berkesan selama di Negeri Serumpun Sebalai dan datang kembali membawa tamu yang banyak,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Syaifuddin.

Kegiatan Fam Trip ini berjalan dengan lancar sampai kembali ke Jakarta. Dan siap untuk mendukung Bangka belitung kembali bersinar ditengah situasi pandemi Covid-19 dengan menerapkan Protokol kesehatan berbasis CHSE dengan baik. (Jessica)

Previous Post

KA Brawijaya Resmi Layani Relasi Gambir-Malang

Next Post

Menteri Basuki: Penataan Akses Kawasan DPSP Borobudur Selesai 2021

Related Posts

The Day
BERITA TERKINI

The Day

May 20, 2026
REGISTER NOW
BERITA TERKINI

REGISTER NOW

May 19, 2026
50TH IVA CONVEX 2026
BERITA TERKINI

50TH IVA CONVEX 2026

May 13, 2026
IVA CONVEX 2026
BERITA TERKINI

IVA CONVEX 2026

May 13, 2026
Securing Upstream Supply Amid NationalDownstream Expansion
BERITA TERKINI

Securing Upstream Supply Amid NationalDownstream Expansion

May 13, 2026
Measuring the Investment Competitiveness ofIndonesia’s Oil and Gas Sector
BERITA TERKINI

Measuring the Investment Competitiveness ofIndonesia’s Oil and Gas Sector

May 8, 2026
Next Post
Menteri Basuki: Penataan Akses Kawasan DPSP Borobudur Selesai 2021

Menteri Basuki: Penataan Akses Kawasan DPSP Borobudur Selesai 2021

Recent Posts

  • The Day
  • REGISTER NOW
  • 50TH IVA CONVEX 2026
  • IVA CONVEX 2026
  • Securing Upstream Supply Amid NationalDownstream Expansion
  • Foto Tokoh Golkar di Jet Bus “Istimewa”, Dedikasi Henry Indraguna Kerja untuk Indonesia
  • China : Pendukung Garis Keras Kemerdekaan Taiwan, Hukuman Mati
  • PJ Gubernur DKI : Cuaca Ekstrem, Sebaiknya Perkantoran Terapkan WFH
  • Menjelang Libur Panjang, KAI Perpanjang Rangkaian & Tambah Perjalanan

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored