Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Lontong Cap Go Meh, Kuliner Wajib Pasca Imlek

by Indah
May 25, 2021
in GAYA HIDUP
141 1
0
Lontong Cap Go Meh, Kuliner Wajib Pasca Imlek

Lontong Cap Go Meh. Foto : eat.time.story

Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview – Siapa yang tak kenal Lontong Cap Go Meh, makanan khas pasca Imlek ini tak pernah absen jadi santapan utama, bahkan di beberapa daerah Indonesia dijadikan kuliner wajib.

Setelah perayaan Imlek, ada satu perayaan yang tidak boleh dilupakan yaitu Cap Go meh. Perayaan yang berlangsung lima belas hari setelah Imlek ini wajib menyertakan beberapa kuliner khas, salah satunya adalah Lontong Cap Go Meh

Lontong Cap Go Meh sendiri sebenarnya tidak berbeda dari lontong biasa. Isiannya pun mirip yaitu lontong yang disajikan dengan opor ayam, sayur lodeh, sambal goreng hati, acar, telur pindang, bubuk koya, abon sapi, sambal, serta tidak lupa kerupuk.

Sebelum akhirnya menjadi kuliner khas Cap Go Meh di Indonesia, sebenarnya lontong merupakan hidangan pengganti yuanxiao, bola-bola tepung beras kuliner khas Ca Go Meh di Tionghoa.

Menurut sejarah, hidangan lontong bisa menggantikan yuanxiao karena pada saat itu laki-laki etnis Tionghoa merantau ke nusantara dan menikahi perempuan Jawa yang melahirkan perpaduan budaya sehingga dipilihlah lontong untuk menggantikannya.

Dipercaya lontong cap go meh adalah adaptasi Tionghoa Indonesia terhadap masakan lokal Indonesia. Para pendatang Tionghoa pertama kali bermukim di kota-kota pelabuhan di pesisir utara Jawa, misalnya Semarang, Pekalongan, Lasem, dan Surabaya.

Fakta Lontong Cap Go Meh

Lontong memiliki arti tersendiri bagi etnis Tionghoa di Indonesia dan dianggap spesial dan pembawa keberuntungan.

Yuanxiao merupakan bola-bola beras yang padat. Ada anggapan tradisional Tionghoa yang menyatakan bahwa Yuanxiao yang padat melambangkan keberuntungan. Hal ini juga yang bisa dirasakan pada lontong yang dianggap berlawanan dengan bubur yang encer yang sering dikaitkan dengan kesialan jika disajikan saat perayaan Cap Go Meh.

Bentuk lontong yang panjang dianggap melambangkan panjang umur, telur melambangkan keberuntungan, dan santan yang dibumbui kuah kunyit berwarna keemasan melambangkan emas dan keberuntungan. Tak ayal jika Lontong dipilih menjadi kuliner khas Cap Go Meh agar tahun baru dipenuhi dengan keberuntungan.

Lontong Cap Go Meh sendiri sebenarnya fenomena khusus Peranakan-Jawa, kaum peranakan di Semenanjung Malaya, Kalimantan, dan Sumatera tidak mengenal hidangan ini. Oleh karena itu, hidangan ini hanya ada pada perayaan Imlek di pecinan di Pulau Jawa, khususnya Semarang dan  Betawi.

Meskipun saat ini hidangan ini mulai banyak diperjualbelikan di pecinan Pulau Kalimantan dan Sumatera, namun sejarah Lontong Cap Go Meh di Indonesia tetap berasal dari Pulau Jawa.

Bagi kamu yang penasaran ingin mencoba seperti apa rasanya, kini Lontong Cap Go meh dapat ditemui dengan mudah tanpa harus menunggu perayaan imlek. Dijamin rasa nya akan membuat kamu ketagihan dan ingin terus mencoba nya.

Previous Post

Menteri Basuki Serahkan RUU Perubahan Atas UU Jalan Ke DPR

Next Post

Pandemi, Kongko Asyik dengan eHangout

Related Posts

BPD Bali Ikut Serta Penjurian IHCA 2026
BERITA TERKINI

BPD Bali Ikut Serta Penjurian IHCA 2026

July 4, 2026
Penjurian IHCA 2026, BCA Ikut Serta Berpartisipasi
BERITA TERKINI

Penjurian IHCA 2026, BCA Ikut Serta Berpartisipasi

July 4, 2026
Irlisa Rachmadiana, Pendiri & Ketum PEWIBI Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia
BERITA TERKINI

Irlisa Rachmadiana, Pendiri & Ketum PEWIBI Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia

June 20, 2026
Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis
Uncategorized

Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis

June 19, 2026
Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik
Uncategorized

Arif Budiman, Direktur Mitsui Leasing Raih Gold Award ILA 2026 Berbekal Kerja Keras dan Produktif

May 27, 2026
Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik
Uncategorized

Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik

May 27, 2026
Next Post
Pandemi, Kongko Asyik dengan eHangout

Pandemi, Kongko Asyik dengan eHangout

Recent Posts

  • BPD Bali Ikut Serta Penjurian IHCA 2026
  • Penjurian IHCA 2026, BCA Ikut Serta Berpartisipasi
  • Irlisa Rachmadiana, Pendiri & Ketum PEWIBI Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia
  • Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis
  • Arif Budiman, Direktur Mitsui Leasing Raih Gold Award ILA 2026 Berbekal Kerja Keras dan Produktif
  • Wagub DKI : Vaksinasi DKI Jakarta Tak Terbatas Zonasi
  • Direktur Keuangan dan TI Bank Sumut Arieta Aryanti Raih Penghargaan Indonesia Woman Leader 2024
  • Kolaborasi dengan Chef Turki, Bittersweet by Najla siap Berinovasi
  • Transformasi Strategis Bank KB Bukopin dalam Mewujudkan Visi dan Misi Baru

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored