Economic Review- Indonesia dalam beberapa tahun kedepan akan tetap menjadi negara yang menjanjikan bagi investor. Data dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tercatat sudah ada 23 perusahaan asing yang sudah memastikan akan melakukan relokasi investasi atau diversifikasi ke Indonesia.
“Total rencana investasinya mencapai USD 8,12 miliar atau sekitar Rp 116,11 triliun (kurs Rp 14.300). Sudah ada 23 yang berinvestasi. Relokasi yang awalnya dari China, Korea, Vietnam, pindah ke Indonesia,” ujar Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Imam Soejoedi, belum lama ini.
Imam mengatakan, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia telah membentuk satgas khusus untuk mengurusi rencana relokasi investasi tersebut, yaitu Tim Mawar. Pada saat relokasi investasi, menteri BKPM telah membentuk tim khusus, secara langsung Menteri BKPM mengawal dan diberikan kepercayaan untuk bisa mengeksekusi.
Adapun untuk daftar perusahaan yang memiliki intensi untuk melakukan relokasi investasi ke Indonesia ada 25 perusahaan, dengan total investasi mencapai USD 35,55 miliar. Selain itu, ada juga perusahaan potensial dari berbagai sumber seperti media massa dan KBRI, jumlahnya ada 40.500 perusahaan.
Dalam data yang dia tampilkan, perusahaan asing tersebut berasal dari AS, Taiwan, Korea Selatan, China, Jepang, Hongkong, Belgia, Jerman, Swiss, dan Belanda. Semua rencana relokasi investasi diperkirakan bisa menyerap tenaga kerja dengan total mencapai 331.060 orang
Relokasi investasi tersebut merupakan satu di antara banyaknya program unggulan yang diusung BKPM tahun 2021 ini. Imam mengatakan, ada juga berbagai program lain seperti pembangunan KIT Batang, industri baterai dari hulu ke hilir, pusat industri aspal terbesar di Buton.
Kemudian, investasi pusat lumbung ikan nasional di Maluku, pusat pengembangan pulau Papua sebagai pusat industri pupuk, hilirisasi perkebunan pala, dan smelter tembaga. Terakhir, investasi pada proyek-proyek mangkrak dan hilirisasi gasifikasi batu bara menjadi DME.


