Economic Review– Perusahaan Gas Negara (PGN) mengklaim masih memiliki untung serta jauh dari potensi rugi. Dengan kondisi tersebut, perusahaan gas pelat merah ini optmis mampu membayar utang.
Kinerja PGN per September 2021, sekaligus menunjukan kondisi leverage emiten energi yang baik,dengan performance keuangan yang sehat, sehingga jauh dari potensi rugi serta cukup terbuka ruang pendanaan eksternal untuk pengembangan perusahaan
“Hal tersebut disokong kinerja operasional PGN yang menunjukkan tren positif, di mana sepanjang kuartal ketiga 2021 perusahaan membukukan pendapatan US$ 2,25 miliar. Alhasil, PGN berhasil mencatatkan laba operasi US$ 326 juta. Selain itu, PGN juga berhasil membukukan laba diatribusikan ke induk menjadi US$ 286,2 juta per September 2021. Capaian tersebut melonjak 436,9 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni US$ 53,3 juta,” ujar Sekretaris Perusahaan PT PGN Tbk, Rachmat Hutama dalam keterangan resmi, belum lama ini.
Ditambahkan Rachmat, untuk, volume niaga gas selama periode Januari – September 2021 sebesar 873 BBTUD atau naik dibandingkan volume niaga gas periode yang sama tahun lalu, yakni 812 BBTUD (YoY).
Sedangkan untuk volume transmisi pada periode yang sama 2021 sebesar 1.238 MMSCFD. “Posisi PGN sebagai Subholding Gas Pertamina semakin memperkuat kinerja konsolidasi dan peningkatan pemanfaatan gas di sektor kilang, transportasi marine dan tentunya kemudahan akses terhadap pasokan dari hulu,” jelasnya.
Adapun posisi keuangan konsolidasian PGN per 30 September 2021, tetap menunjukkan posisi keuangan baik, dengan total aset sebesar US$ 7,54 miliar, total liabilitas US$ 4,25 miliar, total ekuitas US$ 3,29 miliar, serta rasio lancar (perbandingan aset lancar dengan liabilitas jangka pendek) sebesar 2,24 kali. Hal ini menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya masih sangat baik.
“Rasio debt service (EBITDA) PGN sebesar 2,69 kali, memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi pembayaran bunga dan pokok pinjaman masih mencukupi,” papar Rachmat.
Dikatakannya, saldo kas PGN per 30 September 2021 sebesar US$ 1,4 milliar, sehingga dapat diproyeksikan dapat memenuhi kewajiban pembayaran utang. Manajemen PGN juga memastikan, kinerja yang baik dan kendali PGN satu tingkat di bawah Pertamina tidak mempengaruhi kemampuan PGN dalam memenuhi kewajiban utang-utangnya. Hal tersebut juga tidak akan memengaruhi posisi keuangan Pertamina lebih lanjut.
Secara grup, PGN juga mencetak volume upstream sebesar 6,46 MMBOE, Regasification sebesar 88 BBTUD, LPG Processing sebesar 101 TPD, dan Oil Transport sebesar 9.301 BOEPD. Perseroan juga mampu meningkatkan pangsa pasar melalui penambahan jumlah pelanggan di berbagai sektor, sampai Triwulan III 2021 telah melayani lebih dari 600.000 pelanggan dengan cakupan jaringan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 10.760 km.


