Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Gelaran IFEX 2023 Menargetkan Transaksi Hingga US$ 1 Miliar

by Corry
March 12, 2023
in BERITA TERKINI, EKONOMI & BISNIS
134 10
0
Gelaran IFEX 2023 Menargetkan Transaksi Hingga US$ 1 Miliar
Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview– Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dan Dyandra Promosindo tengah menyelenggarakan pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2023 pada 9 – 12 Maret 2023 di JIExpo Kemayoran. Diakhir penyelenggaraan ditargetkan pencapaian acara ditahun ini bisa mencapai US$ 250 juta.

“Target secara keseluruhan kita sampai dengan penutupan selama emoat hari adalah US$ 250 juta. Sedangkan target on going after acara berlangsung yakni antara tiga sampai enam bulan kedepan adalah US$ 750. Dengan kata lain secara keseluruhan pencapaian target kami adalah US$ 1 miliar,” ujar Wakil Ketua Umum, Bidang Promosi dan Pemasaran HIMKI, Djudjuk Aryati.

Ia pun menerangkan even IFEX kali kedelapan ini cukup berbeda dalam pelaksanaannya baik secara demand dan secara material. Secara demand ditahun ini erat hubungannya dengan desain, dimana secara world wide industri ini tengah aware dengan berbagai hal terkait kerusakan alam.

“Dengan kata lain demand dari market industri furniture saat ini adalah lebih fokus pada bahan-bahan yang sustain. Sehingga dari eropa sendiri banyak yang menetapkan standar sertifikasi. Dimana standar sertifikasi ini bisa menjadi hambatan sekaligus peluanh bagi perusahaan yang siap,” ujar Djudjuk ketika ditemui di IFEX (11/03).

Ia pun menegaskan, hambatan yang dimaksud diatas adalah terkait dengan UMKM lokal indonesia. Dimana sertifikasi ini memerlukan biaya yang cukup mahal, apalagi negara importir tak hanya meminta satu sertifikasi bahkan bisa mencapai lima sertifikasi.

“Kalau kita bicara terkait hal ini satu sertifikat itu dalam setahun kita bisa mengeluarkan antara Rp 20juta hingga Rp25 juta pertahun. Nah kalau mereka minta lima berapa, tinggal dikalikan, itu salah saty yang menjadi pengahambatan namun bagi perusahaan yang siap hal ini menjadi peluang. Bagi yang memiliki sertifikasi lengkap perusahaan menjadi lebih mudah menawarkan produknya dan perusahaan biasanya lebih cepat lepas landasnya,” terang Djudjuk.

Dilanjutkannya, HIMKI sendiri telah meminta pemerintah paling tidak sertifikasi yang paling basic seharusnya tidak diberlakukan bagi pelaku-pelaku yang berada disektor hilir. HIMKI berharap sertifikasi dasar seharusnya diberlakukan di sektor hulu.

“Jika hal diatas dilakukan dan bisa terlaksana, itu akan sangat membantu kami para pelaku industri ini. Hal ini juga telah kami sampaikan dalam opening IFEX lalu, kami bukan menentang tapi kami mau itu diberlakukan hanya di hulu saja” imbuhnya.

Dalam kesemoatan yang sama, Djudjuk Aryati juga memaparkan India dan Timur Tengah merupakan pasar yang sangat potensial untuk produk furnitur Indonesia. 

“Sekitar 70% penduduk India adalah kaum milenial yang bisa kita sasar dan kita maintain sebagai buyers.  Produk-produk kita punya keunikan sendiri yang bisa kita tawarkan kepada buyers potensial ini,” ujarnya. 

Previous Post

Eddy Martono Terpilih Aklamasi Pimpin Gapki 2023-2028

Next Post

Manjakan Konsumen, MUF Hadir di GJAW 2023

Related Posts

The Day
BERITA TERKINI

The Day

May 20, 2026
REGISTER NOW
BERITA TERKINI

REGISTER NOW

May 19, 2026
50TH IVA CONVEX 2026
BERITA TERKINI

50TH IVA CONVEX 2026

May 13, 2026
IVA CONVEX 2026
BERITA TERKINI

IVA CONVEX 2026

May 13, 2026
Securing Upstream Supply Amid NationalDownstream Expansion
BERITA TERKINI

Securing Upstream Supply Amid NationalDownstream Expansion

May 13, 2026
Measuring the Investment Competitiveness ofIndonesia’s Oil and Gas Sector
BERITA TERKINI

Measuring the Investment Competitiveness ofIndonesia’s Oil and Gas Sector

May 8, 2026
Next Post
Manjakan Konsumen, MUF Hadir di GJAW 2023

Manjakan Konsumen, MUF Hadir di GJAW 2023

Recent Posts

  • The Day
  • REGISTER NOW
  • 50TH IVA CONVEX 2026
  • IVA CONVEX 2026
  • Securing Upstream Supply Amid NationalDownstream Expansion
  • Bank Victoria Raih 2nd The Best Informative Website 2021 – ICCA 2021
  • OJK Terbitkan Tiga Peraturan Perkuat Bank Perekonomian Rakyat
  • Penjualan Q1 Sharp Indonesia Tumbuh Hingga 155%
  • Kemenag Tegaskan Tak Diperbolehkan Takbir Keliling

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored