EconomicReview – Di tengah kondisi perekonomian global yang kurang membawa peruntungan bagi sebagian pebisnis di tahun 2025 ini, tidak demikian dengan industri laundri atau binatu. Dianggap sebagai
pemenuhan kebutuhan dasar manusa, yakni cuci baju, Jakarta Coin Laundry (JCL) justru meraih
grafik yang positif dalam peraihan profit bisnis.
Terbukti dengan konsistensi brand bisnis kemitraan ini yang membuka cabang outlet ke-55 (lima puluh lima) di kawasan padat hunian, yakni Palmerah, Jakarta Selatan. Cabang ini sendiri merupakan yang terbesar di Jakarta dan Indonesia , serta menggunakan mesin kapasitas industrial yang mampu beroperasi selama 24 jam terus menerus. JCL sendiri merupakan bagian dari ALS (Alliance Laundry System), yaitu produsen mesin cuci yang digunakan untuk industri laundromat.

Erna mendapatkan apresiasi khusus dari Ben Dobbs, selaku Managing Director ALS, atas pencapaian outlet ke-55 dalam kurun waktu setahun.
Model bisnis yang dijalani oleh Jakarta Coin Laundry saat ini merupakan jawaban dari harapan para pebisnis yang tak lagi memiliki waktu yang leluasa karena kesibukan harian, namun ingin memiliki bisnis yang tidak musiman. Bukanlah hal yang mustahil bagi Jakarta Coin Laundry untuk mewujudkan pertumbuhan bisnis positif yang dilakukan dengan membuka lebih dari 50 outlet dalam kurun waktu hanya setahun lebih. Sistem bisnis yang autopilot dan bukan pula bisnis musiman. Seperti yang disampaikan oleh Erna Tamin, CEO Jakarta Coin Laundry, bahwa “ Konsep outlet laundri koin ini sendiri mengusung one stop service solution bagi para pelanggannya.
Hadir di lokasi yang strategis, luasan lahan, hingga jumlah dan pilihan kapasitas mesin yang besar yakni
16 Kg, serta tersedianya ruang tunggu yang nyaman, membuat Jakarta Coin Laundry menjadi pilihan yang tepat untuk kebutuhan mencuci. Bagaimana tidak, kurang dari 1 jam saja, tumpukan pakaian kotor kotor sudah kembali bersih. Hal ini didukung dengan hadirnya mesin cuci no 1 di dunia, yakni IPSO yang sudah dikenal akan kehandalannya.
Outlet JCL juga dilengkapi dengan teknologi terkini, bukan hanya mesin cuci dan pengering saja yang memiliki kualitas premium, tapi juga sistem pembayaran hingga penambahan sabun atau pelembut pakaian bagi para pelanggan laundri dapat dilakukan secara cashless, yakni dengan menggunakan full automatic system. Sistem sepeti ini memungkinkan bagi para shareholder ataupun pemilik outlet untuk mengecek transaksi harian yang terjadi.

Erna Tamin CEO juga Direktur Super Andalan Perkasa (SAP) yang merupakan distributor resmi mesin IPSO di Indonesia.
Sosok Erna Tamin sendiri sebagai CEO juga Direktur Super Andalan Perkasa (SAP) yang merupakan distributor resmi mesin IPSO di Indonesia. Pencapaian bisnis Erna merupakan bukti bahwa perempuan bisa merambah bisnis kebutuhan harian yang diperkuat dengan pendekatan sistem teknologi, hal ini tentunya berpotensi baik untuk pengembangan bisnis di era serba digital, transparan dan kompetitif. Erna mendapatkan apresiasi khusus dari Ben Dobbs, selaku Managing Director ALS, atas pencapaian outlet ke-55 dalam kurun waktu setahun.
Erna pun menyampaikan harapannya ,bahwa “Ke depannya, kami berharap bisa mengembangkan bisnis laundry yang serba autopilot ini hingga sampai seluruh penjuru Indonesia.” Upaya ini dilakukan melalui kerjasama dengan BukaOutlet.com , platform penjualan brand franchise dan kemitraan, informasi lengkap mengenai peluang kemitraan JCL ini dapat
diakses melalui website resmi BukaOutlet.com atau dengan menghubungi tim NSConsulting sebagai konsultan resmi kemitraan JCL.


