Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Wamendag: Minyak Kelapa Sawit, Bagian Penting Kedaulatan Ekonomi Indonesia

by Yusniar
July 26, 2022
in BERITA TERKINI, EKONOMI & BISNIS
139 2
0
Aktivitas Industri Pengolahan Sawit Dongkrak Ekonomi Daerah
Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menjelaskan, industri minyak kelapa sawit menjadi bagian penting dari kedaulatan ekonomi Indonesia sebagai sumber bahan bakar terbarukan (biodiesel). Tidak banyak komoditas lain di Indonesia yang memiliki kontribusi yang begitu besar, inklusif, dan luas seperti sawit.

Hal ini disampaikan Wamendag Jerry dalam kegiatan Palm Movement dengan tema “Good And Sustainable Palm Oil For Indonesia’s Future” belum lama ini.

“Sawit merupakan komoditas strategis Indonesia yang memiliki peranan penting dari seluruh minyak nabati yang ada di dunia. Sawit digunakan sebagai bahan dasar pada industri makanan, minyak goreng, kosmetik, produk kecantikan dan perawatan pribadi, produk rumah tangga, serta bahan bakar terbarukan,” ujar Wamendag.

Dari perspektif global, menurut Food and Agriculture Organization (FAO), permintaan akan minyak nabati akan terus meningkat mencapai 308 juta ton pada 2050. Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan populasi dunia yang diprediksi akan mencapai 9,5 miliar pada 2050.

Dengan menigkatnya permintaan, maka produksi minyak nabati akan ikut meningkat. Sehingga terjadi peningkatan ekspansi lahan perkebunan baru. Minyak sawit diharapkan mampu menjawab peningkatan permintaan tersebut.

“Hal ini dimungkinkan karena produktivitas sawit yang tinggi yaitu empat ton per hektar, lebih tinggi empat sampai sepuluh kali lipat dibandingkan produktivitas kedelai, bunga matahari, dan rapeseed. Mengonsumsi minyak sawit membantu meminimalisir ekspansi pembukaan lahan perkebunan,” ujar Wamendag.

Pada 2021, total produksi minyak sawit global sebesar 75,5 juta ton dengan tren naik dari tahun ke tahun. Indonesia adalah negara produsen minyak kelapa sawit terbesar dengan pangsa produksi sebesar 60 persen. Sepanjang 2021, produksi Indonesia adalah 46,9 juta ton dan Malaysia sebesar 18,7 juta ton. Bersama Malaysia, Indonesia menyuplai 87 persen dari produksi minyak sawit global, sekaligus merupakan eksportir terbesar di pasar dunia.

Hilirisasi komoditas unggulan, seperti turunan produk crude palm oil (CPO), berhasil mendorong performa ekspor Indonesia. Hal tersebut tercermin dari ekspor komoditas lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) yang sepanjang 2021 mencapai US$32,83 miliar atau meningkat sebesar 58,48 persen (YoY).

“Kemendag terus mendorong hilirisasi produk primer menjadi ekspor berorientasi produk olahan atau turunan. Hal ini sudah terjadi khususnya pada sektor minyak sawit. Selama kurun waktu dua tahun terakhir di masa pandemi, struktur volume ekspor CPO didominasi oleh olahan CPO, dengan kontribusi pada 2021 mencapai 75 persen dari total ekspor minyak sawit Indonesia,” ujar Wamendag.

Di samping itu, pada 2021, volume ekspor olahan CPO naik 13 persen, oleokimia naik 0,7 persen, dan biodiesel naik 0,4 persen. Sementara volume ekspor produk hulu seperti CPO turun 13,1 persen (YoY). Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah memberi perhatian lebih terhadap hilirisasi produk turunan sawit.

Wamendag memaparkan, di balik besarnya manfaat industri kelapa sawit, komoditas ini mengalami tantangan dan hambatan baik di dalam maupun luar negeri. Tantangan terbesar bagi industri kelapa sawit di dalam negeri adalah bagaimana para pelaku industri bisa menerapkan teknik dan prosedur industri yang berkelanjutan. Namun, di lain pihak, pasar internasional kerap menuding dengan kampanye negatif bahwa industri kelapa sawit di Indonesia merusak lingkungan.

“Dalam kaitan ini, Kemendag terus meyakinkan mereka bahwa hal tersebut tidak benar. Pemerintah Indonesia terus mendorong para pelaku industri untuk patuh pada prinsip keberlanjutan yang ramah lingkungan termasuk peningkatan kesejahteraan sosial bagi petani dan masyarakat sekitar perkebunan,” tegas Wamendag Jerry.

Sebagai komoditas strategis, pemerintah berkepentingan untuk melakukan upaya stabilisasi harga CPO sebagai bahan baku produk kelapa sawit, karena fluktuasi harga yang terlalu tinggi akan berdampak kepada penurunan daya beli masyarakat. Kemendag dengan kementerian/lembaga terkait memformulasikan harga referensi CPOuntuk memenuhi kebutuhan yang lebih luas baik sebagai acuan untuk keperluan domestik maupun keperluan internasional.

“Perhitungan harga referensi CPOyang ditetapkan setiap bulan diharapkan dapat menggambarkan informasi akurat mengenai gejolak harga CPO di pasar dunia dan dampaknya terhadap pasar nasional. Sehingga, dapat digunakan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah meluasnya fluktuasi harga,”sambung Wamendag.

Untuk menghadapi tantangan dan hambatan yang ada, Wamendag menekankan bahwa harus dilakukan pembenahan dan langkah-langkah yang memperhatikan aspek berkelanjutan dari industri sawit nasional, yang mencakup faktor lingkungan, sosial, dan ekonomi.

“Selain menghadapi tantangan dan peluang tersebut, kita juga perlu konsisten dalam pembenahan internal dan menjalankan langkah-langkah yang diperlukan agar produk sawit diterima secara global,” jelasnya.

Wamendag mengingatkan bahwa selama satu dekade ini, sejak 2011, Indonesia memiliki pedoman nasional terkait pembangunan sawit berkelanjutan, yaitu Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang bertujuan untuk memastikan diterapkannya peraturan perundang-undangan terkait perkebunan kelapa sawit sehingga dapat mewujudkan Sustainable Palm Oil.

Dengan fungsi utamanya sebagai pedoman bagi para pelaku usaha, ISPO sudah seharusnya menjadi ketentuan tunggal yang dipegang oleh industri sawit Indonesia. Mengingat pembuatannya didasarkan pada semua ketentuan lingkungan di Indonesia, serta ketentuan sertifikasi menurut International Standardization Organization, seharusnya juga bisa menjadi standardisasi yang diakui.

Wamendag mengharapkan, seluruh pemangku kepentingan dapat terus berkolaborasi untuk semakin mengembangkan minyak kelapa sawit Indonesiadi dalam danjugadi luar negeri. “Dengan begitu, kita dapat mencapai sinergi yang kuat untuk membangun dan mengembangkan industri kelapa sawit Indonesia yang lebih baik dari hulu sampai hilir, dengan tetap memperhatikan kaidah-kaidah sawit berkelanjutan,”pungkas Wamendag.

Previous Post

Juni 2022, Uang Beredar Masih Tumbuh Positif

Next Post

Digitalisasi Sejuta Pedagang UMKM dan Seribu Pasar Rakyat

Related Posts

Hutama Karya,Top 5 Human Capital Award 2026 Kategori Public Company
BERITA TERKINI

Hutama Karya,Top 5 Human Capital Award 2026 Kategori Public Company

August 21, 2026
Mayapada Healthcare Group Raih Top 7 Human Capital Award 2026 Kategori Private Company
BERITA TERKINI

Mayapada Healthcare Group Raih Top 7 Human Capital Award 2026 Kategori Private Company

August 21, 2026
Tiket.Com Boyong 3 Penghargaan Human Capital Award 2026 Sebagai Pencapaian Apik
BERITA TERKINI

Tiket.Com Boyong 3 Penghargaan Human Capital Award 2026 Sebagai Pencapaian Apik

August 21, 2026
Bumi Berkah Boga Bawa Pulang 2 Penghargaan Human Capital Award 2026, Kategori Platinum Award
BERITA TERKINI

Bumi Berkah Boga Bawa Pulang 2 Penghargaan Human Capital Award 2026, Kategori Platinum Award

August 21, 2026
Sumitomo Indonesia Sabet Gold Award Kategori Private Company pada IHCA 2026
BERITA TERKINI

Sumitomo Indonesia Sabet Gold Award Kategori Private Company pada IHCA 2026

August 21, 2026
BCA Boyong 4 Penghargaan Sekaligus Juara Umum Human Capital Award 2026
BERITA TERKINI

BCA Boyong 4 Penghargaan Sekaligus Juara Umum Human Capital Award 2026

August 20, 2026
Next Post
Digitalisasi Sejuta Pedagang UMKM dan Seribu Pasar Rakyat

Digitalisasi Sejuta Pedagang UMKM dan Seribu Pasar Rakyat

Recent Posts

  • Hutama Karya,Top 5 Human Capital Award 2026 Kategori Public Company
  • Mayapada Healthcare Group Raih Top 7 Human Capital Award 2026 Kategori Private Company
  • Tiket.Com Boyong 3 Penghargaan Human Capital Award 2026 Sebagai Pencapaian Apik
  • Bumi Berkah Boga Bawa Pulang 2 Penghargaan Human Capital Award 2026, Kategori Platinum Award
  • Sumitomo Indonesia Sabet Gold Award Kategori Private Company pada IHCA 2026
  • 2022 Perkenalkan Program Baru, Kelas BPJS Dihilangkan
  • S&P: Makroekonomi dan Sistem Keuangan Indonesia Terjaga Stabil
  • Erick Thohir Puji KAI Prioritaskan Layanan Vaksin Bagi Penumpang
  • Pulau Kelapa Masuk 100 Besar ADWI 2022

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored