Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Metaverse dan Blockchain Percepat Lahirnya Ekonomi Baru

by Yusniar
November 5, 2022
in BERITA TERKINI, TEKNOLOGI
133 10
0
Metaverse dan Blockchain Percepat Lahirnya Ekonomi Baru

Reiner Rahardja, pengusaha yang berkecimpung di dunia pengembangan blockchain sejak 6 tahun silam

Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview – Perkembangan blockchain yang mulai diikuti dengan jargon tren “metaverse” akhir-akhir ini menarik semakin banyak perhatian publik di dunia terutama aplikasi berbasis game yang menyematkan mata uang kripto dengan teknologi blockchain sebagai basis platform teknologi pendukungnya.

Sayangnya, pemahaman mengenai metaverse masih sangat dini dan sering kali orang menyebut segala jenis game berbasis blockchain sebagai metaverse. Padahal metaverse yang diwacanakan oleh para industrialis dunia sifatnya jauh lebih rumit dan kompleks, terutama dalam ranah penerapan dan pengaktifasian ekosistem, bukan sekedar game online berbasis blockchain

Setidaknya hal tersebut dipaparkan oleh Reiner Rahardja. Pengusaha yang berkecimpung di dunia pengembangan blockchain sejak 6 tahun silam menjelaskan bahwa Metaverse yang sejati hanya akan terjadi jika memiliki penerapan ekosistem dan ekonomi independen di dalamnya.

Hal ini menjadikan metaverse sebagai pengejawantahan dari gabungan kata “meta” dan “universe” atau meta-universe yang kemudian disingkat menjadi sebuah kata baru yakni “metaverse”. Dalam kata universe artinya jagat semesta yang mewakili ruang dan waktu fisik dalam kehidupan kita sehari-hari. Ini termasuk kegiatan sehari-hari manusia yang seluruhnya berkutat di sekitar unsur finansial dan uang.

Secara etimologi, kata Meta adalah “melampaui” atau bersifat transenden. Pemahaman kata inilah yang membuat rancu pengertian metaverse secara global. “Publik belum bisa membedakan mana Meta yang artinya brand media sosial milik Mark Zuckerberg. Atau meta dalam arti kata sebenarnya. Banyak orang berpikir metaverse adalah produk atau teknologi milik perusahaan yang dulunya bernama Facebook. Padahal sama sekali bukan,” ujar Reiner.

Secara sederhanan, kata Reiner metaverse adalah sebuah dunia baru yang melampaui asas ruang dan waktu fisik, menjadi opsi hidup kedua bagi setiap insan untuk menjalani kehidupannya dengan serius. Bukan dalam konteks berpindah hidup dari universe saat ini lalu secara harafiah masuk dalam metaverse di dunia maya dan tidak keluar lagi. Namun, ini lebih kepada eksistensi dua jenis dunia berbeda yang saling berjalan bersamaan atau sifatnya “co-exist”

Kenyataan ini juga terlihat dalam ucapan Mark Zuckerberg 2021 silam yang sedang mentransformasi perusahaanya dari perusahaan sosial media menjadi perusahaan metaverse. Ada hiddenmessage bahwa dunia maya saat ini bukan metaverse. Sedangkan populasi terbesar penduduk dunia maya sekarang adalah sekedar penduduk sosial media saja.

Senada dengan yang diutarakan Reiner Rahardja, ketika metaverse semakin populer dan tren di masyarakat, kita dapat memulai hidup baru di dalamnya bahkan memindahkan mata pencaharian dan kehidupan sosial kita sepenuhnya dalam metaverse,

“Pindah ke metaverse ya semacam migrasi gitulah. Kayak orang Indonesia merantau ke luar negri buat memperbaiki nasib yang ujung-ujungnya mah nyari duit juga, cuman pergaulannya baru semua. Jati diri lama gak perlu dibawa ke metaverse. Ya perantau kan gitu, gak ada yang tau kita siapa di negara asal kita,” tandas Reiner.

Reiner memaparkan bahwa ada yang menarik jika dilihat dari aspek blockchain. Apalagi, ketika metaverse tidak lagi menggunakan mata uang dunia dan segala bisnis serta aktivitas perekonomian di dalamnya sama sekali terpisah dari roda perekonomian universe normal

“Blockchain itu kan bersifat desentralisasi alias tidak terpusat atau dikontrol segelintir super power. Yang ada adalah pengaturan dari rakyat untuk rakyat melalui sistem voting blockchain,” ujarnya.

Sifat ini jika diterapkan dengan baik akan membuat perekonomian metaverse terpisah dari universe yang ada. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan mata uang kripto yang akhir-akhir ini mengalami sejumlah fenomena “decoupling” dari finansial market dunia.

Bahkan The Fed dalam keputusannya tertanggal 2 November 2022 menegaskan bahwa volatilitas kripto tidak seanjlok bursa saham dan itu menunjukan anomali. “Bayangkan jika kripto sudah fully alive dalam metaverse akan menjadi kuda hitam dalam perubahan massal pola hidup manusia,” tandasnya.

Tinggal menunggu waktu saja sampai metaverse muncul sesuai harapan dan “co-exist” dengan universe saat ini memberikan pilihan hidup lebih luas untuk melanjutkan sepak terjang di dunia nyata. Memulai kehidupan baru dengan pergaulan dan peluang-peluang baru di dalam metaverse.

“Saya yakin sebelum tahun 2027 manusia akan banyak migrasi ke metaverse karena sudah ada metaverse yang dapat memfasilitasi hidup baru tersebut secara holistic,” pungkas Reiner.

Previous Post

Sharp Raih Dua Penghargaan Bergengsi Dibidang Marketing

Next Post

BRI Berikan Dukungan dan Kemudahan Layanan Kepada UMK

Related Posts

BPD Bali Ikut Serta Penjurian IHCA 2026
BERITA TERKINI

BPD Bali Ikut Serta Penjurian IHCA 2026

July 4, 2026
Penjurian IHCA 2026, BCA Ikut Serta Berpartisipasi
BERITA TERKINI

Penjurian IHCA 2026, BCA Ikut Serta Berpartisipasi

July 4, 2026
Irlisa Rachmadiana, Pendiri & Ketum PEWIBI Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia
BERITA TERKINI

Irlisa Rachmadiana, Pendiri & Ketum PEWIBI Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia

June 20, 2026
Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis
Uncategorized

Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis

June 19, 2026
Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik
Uncategorized

Arif Budiman, Direktur Mitsui Leasing Raih Gold Award ILA 2026 Berbekal Kerja Keras dan Produktif

May 27, 2026
Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik
Uncategorized

Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik

May 27, 2026
Next Post
BRI Berikan Dukungan dan Kemudahan Layanan Kepada UMK

BRI Berikan Dukungan dan Kemudahan Layanan Kepada UMK

Recent Posts

  • BPD Bali Ikut Serta Penjurian IHCA 2026
  • Penjurian IHCA 2026, BCA Ikut Serta Berpartisipasi
  • Irlisa Rachmadiana, Pendiri & Ketum PEWIBI Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia
  • Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis
  • Arif Budiman, Direktur Mitsui Leasing Raih Gold Award ILA 2026 Berbekal Kerja Keras dan Produktif
  • Wagub DKI : Vaksinasi DKI Jakarta Tak Terbatas Zonasi
  • Direktur Keuangan dan TI Bank Sumut Arieta Aryanti Raih Penghargaan Indonesia Woman Leader 2024
  • Kolaborasi dengan Chef Turki, Bittersweet by Najla siap Berinovasi
  • Transformasi Strategis Bank KB Bukopin dalam Mewujudkan Visi dan Misi Baru

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored