Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Pengamat : Harga Tiket Kereta Cepat Terlampau Murah Hanya Jadi Beban

by teguh budi rahayu
November 27, 2022
in EKONOMI & BISNIS
148 3
0
Pengamat : Harga Tiket Kereta Cepat Terlampau Murah Hanya Jadi Beban
Share on FacebookShare on Twitter

Economic Review – Walau pelasanaan pembangunan Kereta Api dalam pengerjaan, namun sudah banyak pro-kontra. Ekonom dan Pakar ;ebijakan Publik Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat menilai proyek kereta cepat akan menjadi beban bagi Indonesia dalam jangka panjang karena harga tiket yang dijual terlampau murah.

“Persoalannya muncul ketika harga tiket di bawah harga rasional untuk bisa menutupi kebutuhan operasional dan pengembalian modal. Artinya pendapatan yang akan masuk tidak dapat diandalkan untuk bisa sharing profit antara Indonesia dengan Cina,” kata Achmad .

Pernyataan tersebut menanggapi Direktur utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi yang menyebutkan mengatakan tiket Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) hanya dibanderol Rp 125 ribu sampai Rp 250 ribu. Tiket ludes bukan berarti perusahaan untung.

Meski harga tiket murah itu sangat menggiurkan bagi warga yang ingin bepergian menggunakan kereta cepat tersebut, bukan berarti perusahaan juga akan diuntungkan. Ia mengaku tak akan kaget bila banyak tiket ludes terjual dalam waktu yang cepat karena mendapat repons sangat besar oleh masyarat.

Namun Achmad mengingatkan bahwa Cina tidak akan mau berinvestasi jika prospek keuntungannya tidak mencapai seperti tidak bisa diharapkan. Kecuali Indonesia akhirnya mengkompensasi kekurangan pendapatan dengan mengucurkan subsidi.

”Soal ini, memperkirakan pemerintah bakal harus mengucurkan subsidi dalam waktu yang cukup lama. Alhasil Badan Usaha Negara atau BUMN yang semestinya memberikan pendapatan kepada negara malah menjadi beban yang berkelanjutan. Dan ini akan menjadi legacy beban dari rezim saat ini yang harus dipikul oleh rezim yang akan datang,” ucap Achmad.

Saat ini biaya pembangunan (cost overrun) proyek KCJB telah menembus hingga US$ 7,9 miliar atau Rp 118,5 triliun. Angka tersebut menggunakan asumsi kurs Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat.

Dengan begitu, ia memprediksi keberlanjutan dari KCJB diperkirakan tidak akan bertahan karena biaya-biaya operasional yang harus dikeluarkan akan sangat tinggi. Jika hal-hal yang fundamental tidak terbiayai, Achmad khawatir nasib unit KCJB akan seperti sejumlah bus Transjakarta pada era pemerintahan gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Bus itu terbengkalai dan akhirnya menjadi rongsokan

Previous Post

3 BUMN Kobalabosi Membangun Pabrik Komponen Listrik

Next Post

Bertambah PHK Buruh Industri Tekstil, Pengusaha Minta Insentif Upah

Related Posts

Hutama Karya,Top 5 Human Capital Award 2026 Kategori Public Company
BERITA TERKINI

Hutama Karya,Top 5 Human Capital Award 2026 Kategori Public Company

August 21, 2026
Mayapada Healthcare Group Raih Top 7 Human Capital Award 2026 Kategori Private Company
BERITA TERKINI

Mayapada Healthcare Group Raih Top 7 Human Capital Award 2026 Kategori Private Company

August 21, 2026
Tiket.Com Boyong 3 Penghargaan Human Capital Award 2026 Sebagai Pencapaian Apik
BERITA TERKINI

Tiket.Com Boyong 3 Penghargaan Human Capital Award 2026 Sebagai Pencapaian Apik

August 21, 2026
Bumi Berkah Boga Bawa Pulang 2 Penghargaan Human Capital Award 2026, Kategori Platinum Award
BERITA TERKINI

Bumi Berkah Boga Bawa Pulang 2 Penghargaan Human Capital Award 2026, Kategori Platinum Award

August 21, 2026
Sumitomo Indonesia Sabet Gold Award Kategori Private Company pada IHCA 2026
BERITA TERKINI

Sumitomo Indonesia Sabet Gold Award Kategori Private Company pada IHCA 2026

August 21, 2026
BCA Boyong 4 Penghargaan Sekaligus Juara Umum Human Capital Award 2026
BERITA TERKINI

BCA Boyong 4 Penghargaan Sekaligus Juara Umum Human Capital Award 2026

August 20, 2026
Next Post
Bertambah PHK Buruh Industri Tekstil, Pengusaha Minta Insentif Upah

Bertambah PHK Buruh Industri Tekstil, Pengusaha Minta Insentif Upah

Recent Posts

  • Hutama Karya,Top 5 Human Capital Award 2026 Kategori Public Company
  • Mayapada Healthcare Group Raih Top 7 Human Capital Award 2026 Kategori Private Company
  • Tiket.Com Boyong 3 Penghargaan Human Capital Award 2026 Sebagai Pencapaian Apik
  • Bumi Berkah Boga Bawa Pulang 2 Penghargaan Human Capital Award 2026, Kategori Platinum Award
  • Sumitomo Indonesia Sabet Gold Award Kategori Private Company pada IHCA 2026
  • 2022 Perkenalkan Program Baru, Kelas BPJS Dihilangkan
  • S&P: Makroekonomi dan Sistem Keuangan Indonesia Terjaga Stabil
  • Erick Thohir Puji KAI Prioritaskan Layanan Vaksin Bagi Penumpang
  • Pulau Kelapa Masuk 100 Besar ADWI 2022

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored