Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Bertambah PHK Buruh Industri Tekstil, Pengusaha Minta Insentif Upah

by teguh budi rahayu
November 27, 2022
in EKONOMI & BISNIS
141 2
0
Bertambah PHK Buruh Industri Tekstil, Pengusaha Minta Insentif Upah
Share on FacebookShare on Twitter

Economic Review- Pemutusan hubungan kerja di industri tekstil dan produk tekstil atau TPT  diprediksi bertambah akibat penerapan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan nomor 18 tahun 2022. Beleid tersebut mengatur jika penambahan upah minimum tidak boleh lebih dari 10%.

“Sektor TPT adalah salah satu sektor yang mengalami tekanan akibat adanya kenaikan UMP tersebut. Sebab jika ikut menaikan UMP maka industri TPT akan tutup. industri TPT membutuhkan insentif untuk bisa bertahan setelah dihantam pandemi Covid-19. Saat ini, industri TPT juga menghadapi permintaan ekspor yang menurun akibat melemahnya permintaan dari AS dan Uni Eropa,” kata Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia atau API, Jemmy Kartiwa Sastraatmadja.

Dia mengatakan, industri TPT membutuhkan perlindungan seperti PP 36 tahun 2021 tentang pengupahan yang memberikan keringanan bagi pelaku usaha. Menurut dia, PP no.36 tahun 2021 bisa menahan laju perumahan karyawan. “Yang kita harus pikirkan bagaimana perumahan karyawan bisa di minimalkan, bahkan penyerapan angkatan kerja baru yang kabarnya 3 juta pekerja per tahunnya harus diperluas,” ujar Jemmy.

Menurut Jemmy, industri yang mampu membayar sesuai UMK 10 persen seperti Permenaker nomor 18 tahun 2022 hanya sektor formal yang jumlahnya masih kecil. Sementara sektor informal banyak yang masih membayar upah di bawah UMP/UMK.

Jemmy mengatakan, sampai saat ini tercatat lebih dari 60.000 karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja. Dia memprediksi bahwa jumlahnya akan lebih banyak.

“Akhir minggu kita akan tarik data lagi. Data yang dilaporkan saja sudah di atas 60 ribu. Dan tidak semua melaporkan dan industri TPT yang bukan anggota,” ujarnya.

Dia menuturkan, kinerja industri tekstil memang telah turun hingga 30% sejak September lalu. Jemmy mengatakan, banyak produksi TPT Indonesia yang tidak bisa dipasarkan karena daya beli menurun baik domestik maupun ekspor.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Amerika Serikat merupakan negara utama tujuan ekspor pakaian jadi atau konveksi dari tekstil terbesar bagi Indonesia. Nilai ekspornya mencapai US$3,86 miliar.

Nilai tersebut setara 55,94% dari total nilai ekspor pakaian jadi Indonesia pada 2021 yang sebesar US$6,9 miliar. Jepang dan Jerman merupakan negara tujuan ekspor pakaian jadi terbesar berikutnya. Nilanya masing-masing US$534,6 juta dan US$324,9 juta. (TEGUH)

Previous Post

Pengamat : Harga Tiket Kereta Cepat Terlampau Murah Hanya Jadi Beban

Next Post

Pengusaha China Lirik Investasi Tambang dan EBT di Indonesia

Related Posts

Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur
Uncategorized

Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur

April 23, 2026
Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
BERITA TERKINI

ICCA 2026 : Helatan Economic Review, IMFI Raih Platinum Award

April 16, 2026
Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
BERITA TERKINI

Brantas Abipraya Raih 2 Penghargaan Bergengsi di Ajang ICCA 2026

April 16, 2026
Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
BERITA TERKINI

Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review

April 16, 2026
Bapas 69 Raih 2 Penghargaan sekaligus pada Perhelatan ICCA 2026 di Perpusnas Jakarta
BERITA TERKINI

Maybank Finance Berjaya dengan Torehan Platinum Award ICCA 2026 Versi Economic Review

April 16, 2026
Bapas 69 Raih 2 Penghargaan sekaligus pada Perhelatan ICCA 2026 di Perpusnas Jakarta
BERITA TERKINI

BPD Bali Raih Platinum Award ICCA 2026, Apresiasi Pencapaian dari Economic Review

April 16, 2026
Next Post
Pengusaha China Lirik Investasi Tambang dan EBT di Indonesia

Pengusaha China Lirik Investasi Tambang dan EBT di Indonesia

Recent Posts

  • Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur
  • ICCA 2026 : Helatan Economic Review, IMFI Raih Platinum Award
  • Brantas Abipraya Raih 2 Penghargaan Bergengsi di Ajang ICCA 2026
  • Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
  • Maybank Finance Berjaya dengan Torehan Platinum Award ICCA 2026 Versi Economic Review
  • Sinergi Konsumen dan Pelaku Usaha Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional
  • Perluas Pasar, BEI Luncurkan Foreign Index Futures (Kontrak Berjangka Indeks Asing)
  • Kontribusi Signifikan IKM bagi Perekonomian Nasional
  • WIKA Gedung Terbaik Di IGCGA-VI 2021, Piawai Dalam Praktik GCG

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored