EconomicReview– Orang super kaya asal Indonesia, Sukanto Tanoto, tak habis-habisnya berinvestasi dengan membeli sejumlah properti mewah di dunia. Setelah sebelumnya membeli mall mewah di Singapura, teranyar, orang terkaya ke-20 di Indonesia ini membeli sebuah hotel mewah di Shanghai, Tiongkok, dari pengembang Dalian Wanda Group.Wanda Reign, yang merupakan hotel bintang tujuh dengan tarif per malam mencapai Rp20 juta. Pembelian hotel mewah ini dilakukan Sukanto melalui perusahaan properti miliknya, Pacific Eagle Real Estate.
Dikutip dari Forbes, Minggu, 7 Januari 2024, Sukanto membeli Hotel Wanda Reign lantaran pengembangnya tengah mengalami kekurangan likuiditas. Langkah Sukanto ini juga sejalan dengan perluasan investasi properti oleh Pacific Eagle Real Estate yang berbasis di Singapura.
Meskipun rincian keuangan tidak diungkapkan secara gamblang, namun situs real estate Mingtiandi melaporkan Pacific Eagle membayar sebanyak 1,7 miliar yuan atau sekitar USD240 juta (Rp3,72 triliun) untuk Wanda Reign on the Bund, sebuah hotel mewah dengan 193 kamar di distrik tepi laut Bund yang bersejarah di Shanghai.
Hotel Wanda Reign sendiri dibangun oleh Dalian Wanda Group, dengan peresmian pembukaan hotel dilakukan pada Juni 2016. Dalian dilaporkan menghabiskan 3,4 miliar yuan atau sekitar USD478 juta (Rp7,4 triliun), dan menjadikannya sebagai hotel termahal yang dibangun di Tiongkok. Hotel ini memiliki 193 kamar dengan total luas lantai 36.000 meter persegi. Kamar standar yang tersedia memiliki luas mulai dari 45 meter persegi dan kamar dengn kelas suite seluas 288 meter persegi.Dianggap sebagai hotel “bintang tujuh” pertama di Shanghai, properti ini telah populer karena dekorasinya yang mewah dan kemewahan yang luar biasa termasuk pelayan pribadi, layanan mobil Rolls Royce, dan ruang KTV di lokasi.

4 Fakta Sukanto Tanoto.
1. Masuk ke Daftar Orang Terkaya di Indonesia dan Dunia
Sukanto Tanoto merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia yang mendirikan dan pemilik grup usaha Royal Golden Eagle (RGE).Sebelumnya, RGE mempunyai nama Raja Garuda Mas (RGM) dan mengelola sekelompok perusahaan manufaktur berbasis sumber daya alam. RGE berdiri sejak 1973 dan mempunyai kantor di beberapa kota di dunia.Sukanto Tanoto, yang pada 2022 lalu ditempatkan Forbes di uritan ke-18 dengan harta US$ 2,9 miliar atau Rp 44 T.
2. Kehidupan Kecilnya Keras
Pengalaman masa kecil Sukanto Tanoto yang berasal dari Medan, Sumatra Utara ini sangat keras ternyata telah memberikan pelajaran yang sungguh luar biasa dan berpengaruh sangat serius kepada keberhasilannya memimpin beberapa perusahaan miliknya. Kehidupan masa kecil yang diskriminatif terhadap ras yang mengalir di tubuhnya membuatnya bertahan untuk mendapatkan haknya. Perjalanannya sebagai seorang pebisnis pun tidak langsung berada di garis yang paling atas. Ia memulai semuanya dari karir yang rendah. Namun secara dramatis, ia mampu bertahan dan bahkan mengambil keuntungan dari krisis yang terjadi di Indonesia.
3.Tanoto Foundation
Bersama istrinya, Belinda, Tanoto mendirikan Tanoto Fpundation pada tahun 1981. Tujuan dari pedirian Tanoto Foundation Foundation memberikan dukungan pengembangan kepemimpinan berjenjang dan terstruktur, kesempatan pengembangan diri hingga tingkat global, pengabdian masyarakat, berbagai sarana kolaborasi dan jejaring, disertai dengan dukungan biaya kuliah dan tunjangan biaya hidup. Beasiswa diberikan hingga jenjang S2.
4. Membeli Istana Raja di Jerman
Mengutip dokumen yang dirilis kolaborasi jurnalis internasional dalam proyek OpenLux, Sukanto Tanoto dan anaknya Andre Tanoto, disebut-sebut dalam kepemilikan gelap gedung-gedung mewah di Jerman. Selain properti bekas kediaman Raja Jerman, Sukanto Tanoto juga memborong tiga gedung mewah rancangan arsitek kondang Frank O. Gehry di kota pusat perekonomian Düsseldorf, ibu kota negara bagian Nordrhein Westfalen (NRW) seharga Rp 847 miliar.


