EconomicReview – PT Bank Mega Syariah (BMS) berhasil meraih penghargaan di ajang Indonesia Good Corporate Governance (GCG) Award VIII 2024 (IGCGA-VIII-2024) atas konsistensi dan eksistensinya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.
Bank Mega Syariah berhasil meraih The Best Indonesia GCG Award-VIII-2024, Gold Award Excellent, Category : Shariah Bank. Penghargaan diberikan oleh Irlisa Rachmadiana selaku Fouder Economic Review yang di dampingi oleh Dewi Hanggraeni selaku Ketua Dewan Juri dan diterima oleh Syariah Hanie Dewita selaku Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah.
Indonesia GCG Award 2024 ini merupakan ajang tahunan yang memberikan apresiasi kepada perusahaan yang dapat menerapkan GCG dengan baik, sehingga diharapkan lebih memotivasi perusahaan-perusahaan di Indonesia agar lebih maju dan pada akhirnya mempunyai daya saing global.

Sebelum memberikan penghargaan, dewan juri terlebih dahulu melakukan pengumpulan data dari berbagai sumber seperti Annual Report, Website, Data Publik kemudian Analisa Data diolah oleh para Juri berdasarkan kapabilitas dan pengalaman Dewan Juri.
Dalam sambutannya, Hanie mengatakan jika penghrgaan ini menjadi apresiasi dari komitmen Bank Mega Syariah untuk menjalankan bisnis dengan integritas, transparansi, dan akuntabilitas yang tinggi. Implentasi GCG dalam pengelolaan bisnis Bank Mega Syariah dilandasi prinsip kehati-hatian dan pengendalian risiko yang efektif.
“Mewakili seluruh Insan Bank Mega Syariah, saya mengucapkan syukur alhamdulillah dan terima kasih kepada Economic Review dan jajaran dewan juri atas penghargaan yangvtelh diberikan. Penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi Bank Mega Syariah serta terus meningkatkan kepercayaan nasabah dan memberikan layanan terbaik untuk masyarakat Indonesia,” papar Hanie.
Berkat konsistensi dalam menerapkan GCG, Bank Mega Syariah mampu menjaga kualitas pembiayaan sangat baik dengan rasio non performing financing (NPF) nett di bawah rata-rata industri bank umum yaitu di angka 0,79% pada 2023. Rasio NPF ini juga lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 0,89% seperti dikutip dari website BMS.








