EconomicReview – Modus penipuan melalui WhatsApp terus berkembang dan semakin canggih, sehingga mengharuskan kita untuk tetap waspada terhadap ancaman digital ini.
Salah satu modus penipuan yang umum dilakukan melalui WhatsApp adalah dengan mengatasnamakan teman atau keluarga yang meminta bantuan keuangan mendesak. Penipu akan mengirim pesan memohon bantuan keuangan dengan bernagai alasan yang mengharukan.
Selain itu, penipuan melalui WhatsApp juga sering dilakukan melalui modus penjualan produk palsu atau penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar. Penipu akan mengirim pesan dengan penawaran menarik, seperti produk branded dengan harga diskon atau investasi dengan imbal hasil yang tinggi. Namun, setelah uang dikirim, barang tidak kunjung datang atau investasi tersebut ternyata fiktif.
Berikutnya adalah penipuan dengan trik menyebarkan malware melalui file APK (Android Package), pelaku penipuan menggunakan nomor tak dikenal mengirim beragam informasi dan menyertakan file APK agar kita mengunduhnya. Biasanya trik penipuan yang digunakan berupa undangan, paket, hingga hadiah.
Berikut ada beberapa tips dan trik untuk menghindari enipun tersebut yakni :
Pertama, selalu waspada terhadap pesan dari orang yang tidak dikenal atau yang mencurigakan.
Kedua, jangan mudah tergoda oleh penawaran yang terlalu menggiurkan tanpa melakukan riset terlebih dahulu.
Ketiga, hindari memberikan informasi pribadi atau data sensitif kepada orang yang tidak dipercaya. Terakhir, pastikan bahwa aplikasi WhatsApp selalu diperbarui ke versi terbaru, karena pihak WhatsApp terus meningkatkan keamanan aplikasinya.
WhatsApp telah menjadi salah satu aplikasi pesan instan yang paling populer di dunia, dengan lebih dari 2 miliar pengguna aktif setiap bulannya.








