Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Din Syamsuddin – Tan Sri Lee Kim Yew Ajarkan Nilai Islam dan Tionghoa, Perdamaian Di Atas Kepentingan Ekonomi

by Indah
November 10, 2025
in Uncategorized
133 1
0
Din Syamsuddin – Tan Sri Lee Kim Yew Ajarkan Nilai Islam dan Tionghoa, Perdamaian Di Atas Kepentingan Ekonomi
Share on FacebookShare on Twitter

EconimicReview – Din Syamsuddin dan Tan Sri Lee Kim Yew, berbagi panggung dalam menyerukan agar dunia kembali kepada konsep jalan tengah (wasathiyah) sebagai solusi atas ekstremitas global yang kian menajam.

Seruan itu disampaikan dua tokoh ini dalam pembukaan World Peace Forum (WPF) ke-9 Jakarta, Ahad malam 09 November 2025 di Galeri Nasional. Kegiatan internasional ini digagas oleh Center for Dialogue and Cooperation Among Civilizations (CDCC) bersama Cheng Hoo Multicultural and Education Trust Malaysia, Global Forum of Wasathiyat Islam, dan Muhammadiyah.

WPF ke-9 mengusung tema “Considering Wasathiyat Islam and Tionghoa for Global Collaboration.” Tema yang menyatukan dua nilai luhur Asia: keseimbangan Islam dan harmoni Tionghoa sebagai fondasi moral baru bagi peradaban dunia.

Din Syamsuddin menilai dunia tengah berada dalam kondisi tidak teratur, penuh ketidakpastian, dan mengalami kerusakan global yang bersifat kumulatif. Menurutnya, akar masalah tersebut terletak pada ekstremitas sekularisme dan liberalisasi yang berlebihan sebuah penyimpangan dari nilai keseimbangan.

“Karena adanya sikap ekstrem, sistem dunia jatuh dalam ekstremitas yang berakar pada humanisme sekuler, yang membuka jalan bagi liberalisasi politik, ekonomi, dan budaya. Karena itu, kami percaya bahwa jalan tengah dari Islam maupun dari agama-agama lain adalah solusi,” ujar Din.

Menanggapi itu, Tan Sri Lee Kim Yew mengungkapkan bahwa pembentukan Cheng Hoo Multicultural and Education Trust dua dekade lalu dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap gagasan Prof. Din dalam memajukan perdamaian dunia.

“Saya harus jujur, pembentukan Cheng Hoo Trust sekitar 20 tahun lalu memang dilakukan untuk mendukung gagasan Pak Din. Bagi saya, perdamaian jauh lebih penting dari kepentingan ekonomi. Semua negara dan pemimpin harus menempatkan isu perdamaian di atas segalanya,” tegasnya.

Ia menambahkan, makna filosofis dari kata Tionghoa sejatinya sejalan dengan semangat wasathiyah dalam Islam. “Kata ‘Tiong’ berarti jalan tengah, sedangkan ‘Hua’ berarti kemakmuran. Jadi, ‘Tionghoa’ bukan sekadar nama bangsa atau tempat, melainkan konsep budaya universal milik seluruh dunia,” ujar Lee.

Ia menutup pidatonya dengan apresiasi terhadap Indonesia yang dinilainya berhasil mempraktekkan keberagaman. “Indonesia mengingatkan kita bahwa Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan, tapi kompas moral dunia. Tanpa perdamaian, bangsa-bangsa tidak hanya kehilangan 12 hingga 15 persen PDB, tapi juga kehilangan kasih sayang, harapan, dan kemanusiaan itu sendiri,” tutur Lee

Previous Post

Din Syamsuddin Sambut Peserta WPC ke 9, Ingatkan Satu Tujuan Yaitu Kemanusian

Next Post

Kemajuan AI dapat di Netralisir dengan Wasatiyyat sebagai Kunci Utama

Related Posts

BPD Bali Ikut Serta Penjurian IHCA 2026
BERITA TERKINI

BPD Bali Ikut Serta Penjurian IHCA 2026

July 4, 2026
Penjurian IHCA 2026, BCA Ikut Serta Berpartisipasi
BERITA TERKINI

Penjurian IHCA 2026, BCA Ikut Serta Berpartisipasi

July 4, 2026
Irlisa Rachmadiana, Pendiri & Ketum PEWIBI Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia
BERITA TERKINI

Irlisa Rachmadiana, Pendiri & Ketum PEWIBI Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia

June 20, 2026
Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis
Uncategorized

Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis

June 19, 2026
Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik
Uncategorized

Arif Budiman, Direktur Mitsui Leasing Raih Gold Award ILA 2026 Berbekal Kerja Keras dan Produktif

May 27, 2026
Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik
Uncategorized

Irvandi Gustari Raih Platinum Award ILA 2026 Berkat Konsistensi Apik

May 27, 2026
Next Post
Kemajuan AI dapat di Netralisir dengan Wasatiyyat sebagai Kunci Utama

Kemajuan AI dapat di Netralisir dengan Wasatiyyat sebagai Kunci Utama

Recent Posts

  • BPD Bali Ikut Serta Penjurian IHCA 2026
  • Penjurian IHCA 2026, BCA Ikut Serta Berpartisipasi
  • Irlisa Rachmadiana, Pendiri & Ketum PEWIBI Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia
  • Perkuat Pertahanan, Indonesia & Prancis Kerja Sama Produksi Kendaraan Taktis
  • Arif Budiman, Direktur Mitsui Leasing Raih Gold Award ILA 2026 Berbekal Kerja Keras dan Produktif
  • Segudang Penghargaan Sharp, Berkat Komunikasi Mumpuni
  • Prinsip Kehati-hatian Hantar Bank Ganesha Raih Gold Award Risk Management Award 2025
  • FIFA : Indonesia Batal sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20
  • Perayaan HUT ke-16 LPDB-KUMKM Salurkan Dana Rp15 Triliun kepada 3.168 mitra

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored