Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

KPPPA Apresiasi 36 Aparat Penegak Hukum (APH)

Keberhasilan dalam mengungkap kasus eksploitasi seksual dan tindak pidana perdagangan anak yang dilakukan oleh Warga Negara Asing (WNA), Kepolisian Daerah Metro Jaya raih penghargaan

by Indah
June 24, 2020
in KEBIJAKAN
130 8
0
KPPPA Apresiasi 36 Aparat Penegak Hukum (APH)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan kepada 36 Aparat Penegak Hukum (APH) Kepolisian Daerah Metro Jaya

Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan kepada 36 Aparat Penegak Hukum (APH) Kepolisian Daerah Metro Jaya atas dedikasi dan keberhasilannya dalam mengungkap kasus eksploitasi seksual dan tindak pidana perdagangan anak yang dilakukan oleh Warga Negara Asing (WNA) buronan FBI (Federal Bureau of Investigation) berinisial RM di DKI Jakarta.

Nama RM tiba-tiba menyita perhatian publik dan mendadak diperbincangkan karena laki-laki asal Amerika Serikat ini ditangkap polisi akibat melakukan eksploitasi seksual dan perdagangan anak. Namun, bukan karena itu saja namanya menjadi perbincangan, melainkan diketahui RM ternyata juga merupakan buronan FBI karena kasus penipuan investasi. RM ditangkap pada Senin (15/6/2020) di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan. Penangkapan bermula dari laporan warga sekitar kediaman RM yang curiga dengan beberapa anak perempuan di bawah umur yang kerap keluar masuk rumah yang ditempati RM.

“Terungkapnya kasus kejahatan seksual dan tindak pidana perdagangan orang oleh WNA sekaligus buronan FBI oleh Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada 15 Juni 2020 kemarin, menjadi angin segar bagi kita semua, khususnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Ini menjadi salah satu bukti betapa kerjasama yang baik antar seluruh pihak akan mampu menolong dan melindungi anak-anak dari kejahatan dan kekerasan,” tegas Menteri Bintang.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menyampaikan sambutan sebelum memberikan penghargaan

Sikap proaktif masyarakat yang diikuti kecepatan dan ketepatan APH Kepolisian Daerah Metro Jaya serta pihak-pihak terkait lainnya sangat membantu untuk mengungkap kasus kejahatan pada anak. Untuk itu, apresiasi yang setinggi-tingginya diberikan KPPPA melalui Menteri Bintang kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam pengungkapan kasus ini, terutama kepada 36 orang penyidik dari Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya yang terlibat. Sebagai bentuk apresiasi, Menteri Bintang memberikan piagam penghargaan kepada APH yang telah berjasa ikut melindungi anak-anak Indonesia.

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jendral Polisi Nana Sudjana mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Kementerian PPPA dan juga FBI atas apresiasi yang diberikan.  “Saya mewakili Kepolisian Republik Indonesia tentunya sangat bangga dengan penghargaan yang diberikan oleh kedua belah pihak. Terungkapnya kasus eksploitasi dan perdagangan anak ini juga karena kepedulian dan kesadaran masyarakat untuk melaporkan kepada kami,” ujar Nana Sudjana.

Nana juga menambahkan jika “Kekerasan dan eksploitasi pada perempuan dan anak khususnya di Jakarta memang masih banyak terjadi. Meskipun begitu, kami tidak akan pernah lelah dan bekerja dengan maksimal untuk terus melindungi perempuan dan anak. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk segera melaporkan kepada kami jika ada bentuk kekerasan pada perempuan dan anak. Kami tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan juga partisipasi masyarakat untuk mengungkap kasus kekerasan”.

Kemen PPPA akan memastikan terus mengawal kasus ini hingga akhir. Anak-anak korban kasus ini akan terus mendapatkan pendampingan khusus, sebab mereka harus tetap mendapatkan rasa aman dan tumbuh kembang yang optimal. Sejak awal proses penanganan kasus ini, Kemen PPPA melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi

DKI Jakarta telah melakukan pendampingan saat proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ke kepolisian, proses visum, konsultasi hukum, dan kosultasi psikologis awal ketiga anak korban. Kejadian buruk yang telah menimpa tiga anak korban ini tentunya akan berpengaruh besar pada fisik maupun psikis mereka, bahkan sampai mereka dewasa nantinya. Untuk itu, dibutuhkan upaya-upaya serius untuk meminimalisasi dampak yang terjadi.

Foto bersama dalam acara apresiasi berupa piagam penghargaan kepada 36 Aparat Penegak Hukum (APH) Kepolisian Daerah Metro Jaya

Atase Hukum FBI, John Kim juga turut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Bintang Puspayoga dan Kapolda Nana Sudjana. “Terima kasih saya sampaikan kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kapolda Metro Jaya. Kerjasama lintas sektor seperti inilah yang telah berhasil mengungkap kasus kejahatan pada anak dan menangkap pelaku kejahatan. Kami juga akan terus berusaha dan berkomitmen untuk melindungi Indonesia, khususnya perempuan dan anak dari segala bentuk kejahatan,” ujar John Kim.

Fakta memperlihatkan kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia masih sangat tinggi. Hasil Survey Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) pada 2018 menunjukkan 2 dari 3 anak Indonesia berusia 13-17 tahun mengaku pernah mengalami kekerasan. Selain itu, berdasarkan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak  (SIMFONI PPA), telah dilaporkan sebanyak 3.087 kasus kekerasan terhadap anak, dengan jumlah korban sebanyak  3.419 anak (965 anak laki-laki dan 2.454 anak perempuan), dengan kasus kekerasan seksual sebanyak 1.848, eksploitasi sebanyak 50 orang dan tindak pidana perdagangan anak sebanyak 60 orang selama periode 1 Januari sampai 19 Juni 2020.

Diharapkan penghargaan ini dapat dijadikan sebagai pengingat, pendorong, dan pemberi motivasi untuk senantiasa melakukan upaya-upaya perlindungan anak, memberikan inspirasi bagi rekan-rekan lainnya, dan dapat memperkuat komitmen kita sebagai lembaga dalam melindungi  anak Indonesia dan proses peradilan dapat dikawal dengan sebaik-baiknya sehingga pelaku dapat diberikan hukuman yang setimpal.

 

Previous Post

Sosialisasikan Protokol Perlindungan Anak, Atasi Kekerasan Terhadap Anak

Next Post

Digibank by DBS Layani Pembelian ORI017

Related Posts

Sebagai Penggerak Ekonomi Pesisir, Nelayan Butuh Dukungan Asuransi
KEBIJAKAN

Sebagai Penggerak Ekonomi Pesisir, Nelayan Butuh Dukungan Asuransi

May 5, 2026
SIARAN PERS KONGRES WANITA INDONESIA (KOWANI)
BERITA TERKINI

SIARAN PERS KONGRES WANITA INDONESIA (KOWANI)

May 2, 2026
Qanitha Himazova Designing Without Limits: Ketika Kreativitas dan Perupa Jadi Bahasa Inklusi anak Gen Z
BERITA TERKINI

Qanitha Himazova Designing Without Limits: Ketika Kreativitas dan Perupa Jadi Bahasa Inklusi anak Gen Z

May 2, 2026
Peresmian PEWIBI oleh Menteri Kebudayaan RI – Fadli Zon
BERITA TERKINI

Peresmian PEWIBI oleh Menteri Kebudayaan RI – Fadli Zon

April 30, 2026
Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur
Uncategorized

Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur

April 23, 2026
Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
BERITA TERKINI

ICCA 2026 : Helatan Economic Review, IMFI Raih Platinum Award

April 16, 2026
Next Post
Digibank by DBS Layani Pembelian ORI017

Digibank by DBS Layani Pembelian ORI017

Recent Posts

  • Sebagai Penggerak Ekonomi Pesisir, Nelayan Butuh Dukungan Asuransi
  • SIARAN PERS KONGRES WANITA INDONESIA (KOWANI)
  • Qanitha Himazova Designing Without Limits: Ketika Kreativitas dan Perupa Jadi Bahasa Inklusi anak Gen Z
  • Peresmian PEWIBI oleh Menteri Kebudayaan RI – Fadli Zon
  • Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur
  • Pemerintah Targetkan Akhir Agustus Capai Herd Immunity Setelah 80 Persen Warga Jakarta Tervaksin
  • Inggris Kembalikan 120 Manuskrip Kuno Bentuk Digital, Trah HB II Protes
  • Brother Luncurkan Printer Laser dengan Toner Original Terhemat Rp. 190 Ribu
  • HC Jadi Kunci Kesuksesan BNI Meraih 3 Penghargaan Human Capital Award 2024

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored