EconomicReview – Economic Review kembali menggelar ajang penghargaan bergengsi Indonesia Annual Report – Conference & Award (IARA) ke-5 di Perpustakaan Pusat Nasional (Perpusnas) di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Untuk tahun 2026, tema yang diusung 5th IARA adalah “Suistaned Transparency: Building Trust, Driving the Future. Focus: ESG, Sustainability Report, Good Corporate Governance.” Ada dua kategori untuk penghargaan 5th IARA, yakni Platinum Award dan Gold Award.
Founder & CEO Economic Review Irlisa Rachmadiana mengatakan bahwa proses seleksi dan penilaian untuk peserta ajang penghargaan IARA ke-5 tahun 2026 sangat ketat. Hal ini tak lepas dari perkembangan bisnis di Tanah Air yang semakin prudent dan dinamis.

Irlisa memaparkan bahwa dunia bisnis saat ini sedang mengalami perubahan besar. Kesuksesan tidak lagi diukur hanya dari laba, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan terhadap lingkungan, masyarakat, dan tata kelola perusahaan. Inilah yang dikenal dengan ESG (Environmental, Social, and Governance) — sebuah kerangka yang menilai seberapa berkelanjutan dan bertanggung jawab sebuah organisasi dalam menjalankan bisnisnya.
“Dewan juri 5th IARA 2026 bekerja secara profesional, cermat dan bertanggung jawab karena mereka harus memeloti kinerja perusahaan baik dari sisi keuangan maupun ESG-nya. Dari 600 perusahaan yang diperiksa, terseleksi hingga 100 perusahaan. Dan hasil akhir ada 20 perusahaan yang dinyatakan berhak menerima penghargaan 5th IARA tahun 2026,” ujar Irlisa saat menyampaikan opening speech di perhelatan 5th IARA 2026.
“Ke-20 perusahaan tersebut terdiri dari kategori Public Company yang meliputi Bank serta Private Company yakni Bank, BUMN & Anak dan Multifinance. Skor nilainya, paling tinggi 100 dan yang terendah 80. Semua hasil juri ini bisa dipertanggung jawabkan. Kami ucapkan Selamat bagi Para Pemenang 5th IARA Award 2026,” tegas Irlisa.
Hasil akhir penilaian 5th IARA ini tak lepas dari kerja keras Dewan Juri yang terdiri dari orang-orang profesional dan ahli di bidangnya terutama berkaitan dengan Annual Report atau Laporan Keuangan Tahunan. Dewan Juri ini dikoordinasi oleh Prof. Roy Sembel (Professor Finance, IPMI Institute). Sedangkan anggotanya terdiri dari Gunawan Witjaksono, PhD (Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan ITSB); Dr Shafenti (Dosen Pasca Sarjana Universitas YAI); Tri Junarso (CEO Wisesa Consultant IT); dan Dr Nina Kurnia Dewi (Direktur Kuangan dan Manajemen Risiko, Perum LKBN Antara 2018-2026).
Sementara itu, Prof. Roy Sembel dalam keynote speech-nya menyampaikan ucapan Selamat kepada Perusahaan-perusahhaan yang berhasil memperoleh penghargaan 5th IARA 2026. “Kinerja yang telah dicapai saat ini harus tetap dijaga dan terus ditingkatkan,” ujarnya.

Dalam keseampatan tersebut, Roy menekankan pentingnya Annual Report atau Laporan Keuangan Tahunan. Yang paling utama, Annual Report ini sebagai wadah untuk berkomunikasi dengan Investor terkait kinerja perusahaan. Dan ini berkaitan dengan membangun kepercayaan pelanggan.
“Yang tak kalah penting bahwa Annual Report juga untuk menarik minat orang untuk bergabung dengan perusahaan serta mempertahankan karyawan agar tetap bekerja di perusahaan dan tidak pindah ke perusahaan lain. Membangun hubungan baik dengan media agar informasi tentang perusahaan tersampaikan secara akurat,” ujarnya.
Di sisi lain, Roy juga menegaskan bahwa Annual Report itu harus jujur, transparan dan apa adanya tanpa ada fakta yang disembunyikan. Hal ini karena Kepercayaan merupakan mata uang penting di pasar modal.
Setidaknya ada pilar GCG (Good Corporate Governance) sebagai Pondasi dimana cara perusahaan diarahkan dan diawasi. Kemudian ada pilar ESG yang memperlihatkan Kinerja perusahaan yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan social. Terakhir, pilar Suistanability Report yang Transparansi data yang bisa diperiksa dan dibandingkan.
“Jadi, kepercayaan itu adalah hasil perkalian dari GCG, ESG, dan Transparansi. Artinya, jika ada satu pilar bernilai nol, maka nilai kepercayaan ikut nol,” tandasnya. “Adanya Transparansi meningkatkan Kepercayaan dan menurunkan Biaya Modal. Kedua hal ini akan meningkatkan nilai perusahaan di mata Investor,” ujarnya.
Roy memberikan apresiasi terkait dengan perkembangan positif Laporan Berkelanjutan tahun 2025. Dikutip dari Data BEI yang disampaikan Direktur Pengembangan BEI di IDX Channel ESG Conference 2026 pada 23 Juli 2026 menunjukkan bahwa Laporan keberlanjutan tersebut telah naik kelas. “Dari narasi menjadi data yang bisa diuji, setara laporan keuangan.”
“Ada sebanyak 87% emiten sudah melapor, kemudian 13% telah diverifikasi pihak ketiga, ada 58% melaporkan emisi scope 1 dan 2. Terakhir, ada 32% melaporkan emisi scope 3 (rantai pasok). Ini perkembangan yang cukup bagus,” ujar Roy.
“Jangan lupa,mulai 1 Januari 2027: PSPK 1 & 2 (adopsi IFRS S1 & S2) mulai berlaku. Persiapan harus dari sekarang yang tinggal menghitung hari,” tegasnya.
Karena itu, Roy merekomendasikan 5 Ciri Transparansi yang Berkelanjutan yang dirangkum dalam istilah TRUST. Untuk huruf T berarti Truthful (Jujur: kabar baik dan kabar buruk, tanpa greenwashing). Lalu ‘R’ atau Relevant (Fokus pada isu yang material bagi bisnis dan pemangku kepentingan). Ada ‘U’ atau Understandable (Mudah dipahami, bisa dibandingkan antar tahun dan antar perusahaan). Untuk huruf ‘S’ atau Sustained (Konsisten setiap tahun dan menyatu dengan strategi, bukan kosmetik), dan terakhir huruf ‘T’ atau Tested (Diverifikasi pihak ketiga, diawasi Dewan Komisaris dan Komite Audit).
“Yang mesti diingat bahwa Laporan tahunan itu adalah janji kepada masa depan. Karena itu, lakukan sejumlah langkah. Mulai dari memetakan isu material dan merapikan data emisi. Menyiapkan PSPK 1&2 sebelum 1 Januari 2027. Kemudian minta verifikasi independen atas laporan keuangan. Jangan sampai terlambat. Transparansi dijaga berkelanjutan, Tumbuh percaya, masa depan bersinar,” pungkasnya.
Perhelatan 5th IARA 2026
Bertempat di Auditorium Perpusnas di Jakarta, Jumat (23/10/2026), perhelatan ajang bergengsi 5th IARA 2026 digelar. Ajang penghargaan bergengsi ini juga menampilkan Conference dengan sejumlah narasumber yang memiliki keahlian di bidangnya. Mulai dari akademisi, penegak hukum hingga pelaku bisnis. Mereka adalah Dr Nina Kurnia Dewi (Direktur Kuangan dan Manajemen Risiko, Perum LKBN Antara 2018-2026); Dr Retno, PhD (Komisaris Utama PT ISWI Jaya Gemilang) dan Yulina Dewi (Jaksa Utama Muda) dengan moderator Wahyuni Sutantri (Komisaris BUMN).
Sedangkan untuk penganugerahan penghargaan tercatat ada 20 perusahaan terbaik yang berhak memperoleh Predikat “The Best Indonesia Annual Report Award 2026”. Perusahaan-perusahaan tersebut adalah:
Kategori 3 Besar
1. PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Platinum Award)
2. PT GAS Solution (Platinum Award)
3. PT Indomobil Finance Indonesia (Platinum Award)
Kategori Public Company (Tbk)
4. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Platinum Award)
5. PT Bank Sinarmas Tbk (Gold Award)
6. PT Bank Ganesha Tbk (Gold Award)
7. PT Bank Ina Perdana Tbk (Gold Award)
8. PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (Gold Award)
Kategori Private Company (Non Tbk)
Non Tbk – Bank
9. PT Bank Mega Syariah (Platinum Award)
10. PT Bank KB Bukopin Syarah (Platinum Award)
11. PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Platinum Award)
12. PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (Platinum Award)
Non Tbk – BUMN & Anak
13. PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) (Platinum Award)
14. PT PLN Indonesia Power (Platinum Award)
15. PT IPC Terminal Petikemas (Platinum Award)
16. Pertamina Foundation (Platinum Award)
17. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (Gold Award)
Non Tbk – Multifinance
18. PT CIMB Niaga Auto Finance (Gold Award)
19. PT Maybank Indonesia Finance (Gold Award)
20. PT Mandiri Tunas Finance (Gold Award)







