Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

KPPPA Perkuat Sinergi dengan Lembaga Masyarakat Pemerhati Anak

Peran lembaga masyarakat (NGO) sangatlah strategis sebagai salah satu dari 4 (empat) pilar pembangunan anak, yaitu pemerintah, lembaga masyarakat, dunia usaha dan media massa

by Indah
July 2, 2020
in KEBIJAKAN
139 1
0
KPPPA Perkuat Sinergi dengan Lembaga Masyarakat Pemerhati Anak

Dialog Bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO) Pemerhati Anak di Jakarta

Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview – Selain orang tua, tugas untuk memberikan perlindungan kepada anak Indonesia bukan hanya menjadi tugas pemerintah tetapi masyarakat juga memiliki kewajiban yang sama. Untuk itu, pemerintah harus bersinergi dengan semua pemangku kepentingan dalam menangani persoalan anak dan melindungi anak Indonesia. Menindaklanjuti hal inilah, Kemen PPPA mengajak lembaga-lembaga (swadaya) masyarakat untuk berdiskusi tentang persoalan perlindungan anak di Indonesia.

“Peran lembaga masyarakat (NGO) sangatlah strategis sebagai salah satu dari 4 (empat) pilar pembangunan anak, yaitu pemerintah, lembaga masyarakat, dunia usaha dan media massa. Melalui pertemuan perdana ini, saya ingin membuka ruang dialog bersama seluruh perwakilan lembaga masyarakat pemerhati anak, untuk menghadirkan suatu layanan perlindungan anak yang bersifat komprehensif dan tuntas dari hulu ke hilir,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga dalam sambutannya pada Dialog Bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO) Pemerhati Anak di Jakarta.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga bersama lembaga masyarakat pada Dialog Bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO) Pemerhati Anak

Menteri Bintang memberikan apresiasi atas bantuan dan kerjasama dari seluruh lembaga masyarakat selama dan berharap hal ini dapat terus ditingkatkan dan diperkuat, demi melindungi dan membangun 80 juta anak Indonesia yang kita cintai sesuai RPJMN 2020-2024 yaitu mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030 dan SDGs 2030.

Kemen PPPA juga telah melakukan upaya pencegahan yang difokuskan pada 5 (lima) target utama terkait pembangunan anak untuk lima tahun ke depan. Pertama, melalui anak, dengan peran Forum Anak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) di tingkat nasional hingga desa/kelurahan. Kedua, melalui keluarga, dengan peran Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) sebagai pusat informasi dan konseling yang dilengkapi dengan tenaga professional yaitu psikolog dan konselor. Ketiga, melalui satuan pendidikan dengan peran Sekolah Ramah Anak (SRA) termasuk dalam menerapkan disiplin positif di sekolah.

Keempat, melalui lingkungan, dengan mengembangkan pusat-pusat kreativitas anak, ruang bermain ramah anak, rumah ibadah ramah anak, seperti masjid ramah anak, gereja ramah anak, dan lain-lain. Serta kelima, melalui wilayah/region dengan mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA), meliputi Provinsi Layak Anak (PROVILA), Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), Kecamatan Layak Anak (KELANA) dan Desa/Kelurahan Layak Anak (DEKELA).

Terkait upaya pelayanan, Kemen PPPA telah meningkatkan jumlah dan kualitas UPTD PPA, yang ditargetkan dapat dibentuk di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Selain itu, juga memperkuat kapasitas SDM Layanan, termasuk melakukan standarisasi SDM, serta memperbaiki sistem data Simfoni PPA dan layanan pengaduan melalui hotline SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) 129.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto mengungkapkan, selain upaya pemberian layanan pendidikan ramah anak berupa home schooling bagi anak yang stres karena harus belajar di rumah dan mobil kelas berjalan bagi anak yang terpaksa putus sekolah, LPAI juga terus menggencarkan kampanye Spartan (Seksi Perlindungan Anak Tingkat Rukun Tetangga) yang mengupayakan tindakan preventif terkait cara mendidik anak dalam pengasuhan keluarga dengan baik dan tanpa kekerasan.

Perwakilan Wahana Visi Indonesia, Doseba Sinay menyampaikan surat terbuka tentang Pandemi Covid-19 dan Hak Anak sebagai Inisiatif Gerakan Bersama Indonesia Joining Forces to End Violence Against Children (IJF to EVAC)

Koordinator ECPAT Indonesia, Andi mengungkapkan ke depan, pentingnya percepatan pengesahan 2 (dua) instrumen hukum sebagai acuan jelas untuk melindungi anak, yaitu Stranas PKTA dan Roadmap Perlindungan Anak di Internet yang saat ini sedang disusun Kemenkominfo dan masih dalam tahap pembahasan.

Yayasan Bahtera, Hadi mengungkapkan bahwa lembaga masyarakat memiliki tugas untuk melakukan pencegahan, namun di sisi lain pemerintah saat ini tidak memiliki mandat untuk mengintervensi urusan keluarga terkait dengan kasus kekerasan terhadap anak dalam keluarga. Hal ini bertujuan untuk menyelamatkan anak dan menyelamatkan orang tua agar masuk kembali dalam ‘parenting education program’. Oleh karena itu, RUU Pengasuhan Anak diperlukan untuk menjawab masalah ini, semoga pada 2022 RUU ini bisa segera terwujud.

Pada acara penutupan, Perwakilan Wahana Visi Indonesia, Doseba Sinay menyampaikan surat terbuka tentang Pandemi Covid-19 dan Hak Anak sebagai Inisiatif Gerakan Bersama Indonesia Joining Forces to End Violence Against Children (IJF to EVAC) yang ditujukan kepada beberapa Kementerian/Lembaga dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Adapun berbagai perwakilan lembaga yang hadir dalam acara Dialog ini yaitu Koalisi Perempuan Indonesia, Kalyanamitra, Forum Nasional Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak, Ecpat Indonesia, LPAI, UNICEF, Yayasan Dwitina Rawinala, Yayasan Kakatu, SOS Children Village, Save The Children (YSTC), Yayasan Plan Internasional Indonesia, Wahana Visi Indonesia, Yayasan Bahtera, dan Yayasan Pembinaan Anak Cacat.

 

Previous Post

Menteri Basuki : Percepat Realisasi Belanja Infrastruktur PUPR Tahun 2020

Next Post

Berat Badan Naik Selama Pandemi, Berikut Cara Menurunkannya

Related Posts

SIARAN PERS KONGRES WANITA INDONESIA (KOWANI)
BERITA TERKINI

SIARAN PERS KONGRES WANITA INDONESIA (KOWANI)

May 2, 2026
Qanitha Himazova Designing Without Limits: Ketika Kreativitas dan Perupa Jadi Bahasa Inklusi anak Gen Z
BERITA TERKINI

Qanitha Himazova Designing Without Limits: Ketika Kreativitas dan Perupa Jadi Bahasa Inklusi anak Gen Z

May 2, 2026
Peresmian PEWIBI oleh Menteri Kebudayaan RI – Fadli Zon
BERITA TERKINI

Peresmian PEWIBI oleh Menteri Kebudayaan RI – Fadli Zon

April 30, 2026
Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur
Uncategorized

Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur

April 23, 2026
Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
BERITA TERKINI

ICCA 2026 : Helatan Economic Review, IMFI Raih Platinum Award

April 16, 2026
Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
BERITA TERKINI

Brantas Abipraya Raih 2 Penghargaan Bergengsi di Ajang ICCA 2026

April 16, 2026
Next Post
Berat Badan Naik Selama Pandemi, Berikut Cara Menurunkannya

Berat Badan Naik Selama Pandemi, Berikut Cara Menurunkannya

Recent Posts

  • SIARAN PERS KONGRES WANITA INDONESIA (KOWANI)
  • Qanitha Himazova Designing Without Limits: Ketika Kreativitas dan Perupa Jadi Bahasa Inklusi anak Gen Z
  • Peresmian PEWIBI oleh Menteri Kebudayaan RI – Fadli Zon
  • Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur
  • ICCA 2026 : Helatan Economic Review, IMFI Raih Platinum Award
  • YDBA Hadirkan Komponen dan Aksesoris Motor di IMOS 2022
  • Pembangunan Kawasan Industri sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah
  • BEI Tetapkan Syarat serta Prosedur Pemecahan dan Penggabungan Saham
  • Menteri Trenggono Ajak Startup Perikanan Jeli Baca Kebutuhan Pasar Dunia

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored