Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Tips Menjaga Kesehatan Mental Anak Selama Pandemi, Alihkan dengan Kegiatan Positif

by Indah
July 11, 2020
in SOSIAL & BUDAYA
133 4
0
Tips Menjaga Kesehatan Mental Anak Selama Pandemi, Alihkan dengan Kegiatan Positif

Menjaga Kesehatan Mental Anak Selama Pandemi

Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview – Pandemi Covid-19 dapat memperburuk keadaan dan kondisi mental seseorang termasuk anak karena anak cenderung mengalami depresi dan kecemasan. “Berdasarkan hasil Survei U-Report UNICEF Indonesia selama 2-5 Juni 2020, menunjukan bahwa 42% pelajar sekolah membutuhkan materi KIE terkait kesehatan mental, 68% anak menilai bahwa materi tersebut akan sangat efektif dan dapat diterima anak dengan baik jika disalurkan melalui media sosial, dan dikemas dalam bentuk video yaitu film pendek,” ungkap Ali Aulia Ramly, Spesialis Perlindungan Anak dari UNICEF Indonesia dalam acara Media Talk dengan tema ‘Yuk Jaga Keamanan dan Kenyamanan Diri Selama Berada di Rumah’.

Ali Aulia Ramly, Spesialis Perlindungan Anak dari UNICEF Indonesia

Persoalan kesehatan jiwa merupakan hal yang penting untuk diperhatikan, jika diabaikan maka akan menimbulkan masalah lainnya seperti beban biaya yang lebih tinggi. Untuk itu, UNICEF terus berupaya memberi dukungan dalam menjaga kesehatan jiwa anak di tengah pandemi ini, di antaranya melaksanakan workshop dan webinar untuk menyampaikan pesan tentang kesehatan jiwa dan psikososial, memberikan dukungan penguatan kapasitas bagi 700 pekerja sosial, memberikan layanan langsung melibatkan mitra, serta mengembangkan KIE untuk anak dan remaja.

Asisten Deputi Bidang Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi, Valentina Gintings mengungkapkan sejak awal masa pandemi Covid-19, Kantor Staf Kepresidenan bersama Kemen PPPA, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kominfo, dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) telah menyediakan Layanan Psikologi Sehat Jiwa (SEJIWA) untuk memberikan dukungan layanan edukasi, konsultasi dan pendampingan melalui upaya pencegahan, penanganan dan pemulihan bagi perempuan dan anak yang terdampak Covid-19. Mekanisme pelayanan SEJIWA dilakukan secara online maupun offline.

Sejak diluncurkan pada 29 April 2020, layanan SEJIWA sudah banyak menerima aduan, hingga 25 Juni 2020, diketahui ada 151 aduan melibatkan anak seperti kasus kekerasan fisik terhadap anak, misalnya anak dicubit atau sering dimarahi. Selain itu, ada 479 aduan kasus yang dialami perempuan dan sebagian besar mengalami kekerasan dalam rumah tangga, serta masalah keuangan.

Untuk menangani aduan tersebut, Kemen PPPA memberikan pendampingan sampai tingkat desa dengan melibatkan aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Desa terkait. Jika korban membutuhkan pelayanan psikologis maka Kemen PPPA akan berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) untuk diberikan pendampingan lebih lanjut.

Siswi SMPLB-B Yaat Klaten, Yasmine

“Pandemi Covid-19 yang belum selesai hingga saat ini, membuat saya dan teman-teman merasa sedih karena tidak bisa sekolah seperti biasanya. Kami juga harus belajar dari rumah, tidak bisa bertemu dan pergi bersama teman-teman,” tutur Siswi SMPLB-B Yaat Klaten, Yasmine. Untuk tetap menjaga kesehatan mental diri dan remaja lainnya, ia telah membuat suatu karya melalui gambar komik digital agar lebih menarik untuk dibaca dan dapat menghibur teman-teman seusianya.

Yasmine juga menyampaikan beberapa tips untuk menjaga kesehatan mental bagi para remaja yang dapat diterapkan teman-teman seusianya selama masa pandemi, di antaranya yaitu kita tidak boleh merasa sedih dan khawatir berlebihan, buatlah jadwal rutinitas untuk mempertahankan perasaan positif diri, carilah pengalihan positif dengan menyalurkan hobi seperti menggambar dan lainnya, tetap berkomunikasi dengan teman-teman, sayangi diri sendiri dan orang lain, makan makanan yang sehat, serta tidak dengan mudah menerima kabar bohong (hoax).

Perwakilan Forum Anak Surabaya, Neerzara Checa

Perwakilan Forum Anak Surabaya, Neerzara Checa, juga mengungkapkan jika selama pandemi Covid-19, tingkat produktifitas anak relatif berkurang khususnya dalam beraktivitas selama di rumah saja. Selain itu, Neerzara menilai kondisi keluarga sangat berpengaruh pada kondisi mental anak. “Untuk mengatasi masalah ini, kami dari Forum Anak Surabaya telah mengikuti Workshop Komunikasi dan Informasi anak yang diadakan oleh UNICEF Indonesia. Dalam workshop tersebut, kami berdiskusi tentang bagaimana cara mengatasi Kesehatan mental dan membahas topik-topik terkait kesehatan mental,” ujar Neerzara.

Pada workshop tersebut, Neerzara bersama tim Forum Anak Surabaya telah membuat video, komik, dan poster digital yang disebarkan di media sosial, selain itu mereka juga membuat komik dan poster dalam bentuk manual. Neerzara juga ikut memastikan agar semua materi komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) tersebut bersifat inklusi dan dapat dinikmati oleh seluruh anak penyandang disabilitas.

Previous Post

Anak Korban Bencana di Lebak, Harus Gembira Sambut Hari Anak Nasional

Next Post

HAN 2020, Anak Terlindungi, Indonesia Maju

Related Posts

Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur
Uncategorized

Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur

April 23, 2026
Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
BERITA TERKINI

ICCA 2026 : Helatan Economic Review, IMFI Raih Platinum Award

April 16, 2026
Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
BERITA TERKINI

Brantas Abipraya Raih 2 Penghargaan Bergengsi di Ajang ICCA 2026

April 16, 2026
Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
BERITA TERKINI

Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review

April 16, 2026
Bapas 69 Raih 2 Penghargaan sekaligus pada Perhelatan ICCA 2026 di Perpusnas Jakarta
BERITA TERKINI

Maybank Finance Berjaya dengan Torehan Platinum Award ICCA 2026 Versi Economic Review

April 16, 2026
Bapas 69 Raih 2 Penghargaan sekaligus pada Perhelatan ICCA 2026 di Perpusnas Jakarta
BERITA TERKINI

BPD Bali Raih Platinum Award ICCA 2026, Apresiasi Pencapaian dari Economic Review

April 16, 2026
Next Post
HAN 2020, Anak Terlindungi, Indonesia Maju

HAN 2020, Anak Terlindungi, Indonesia Maju

Recent Posts

  • Resmi Digelar ARCH:ID 2026 Siap Perkuat Industri Arsitektur
  • ICCA 2026 : Helatan Economic Review, IMFI Raih Platinum Award
  • Brantas Abipraya Raih 2 Penghargaan Bergengsi di Ajang ICCA 2026
  • Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
  • Maybank Finance Berjaya dengan Torehan Platinum Award ICCA 2026 Versi Economic Review
  • Sinergi Konsumen dan Pelaku Usaha Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional
  • Perluas Pasar, BEI Luncurkan Foreign Index Futures (Kontrak Berjangka Indeks Asing)
  • Kontribusi Signifikan IKM bagi Perekonomian Nasional
  • WIKA Gedung Terbaik Di IGCGA-VI 2021, Piawai Dalam Praktik GCG

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored