EconomicReview – Seperti tahun sebelumnya, Economic Review kembali menggelar ajang Indonesia Human Capital Award VI-2020 (IHCA-VI-2020), namun kali ini yang membuatnya berbeda adalah acara tidak digelar secara tatap muka, melainkan secara daring dalam E-virtual Online Awarding. Acara yang dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.Si. yang pada kesempatan tersebut menyampaikan keynote speech nya serta dihadiri hampir 300 tamu undangan yang hadir secara virtual.
Penghargaan IHCA-VI-2020 ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan tertinggi di bidang human capital bagi institusi-institusi di Indonesia, baik lembaga pemerintah, badan usaha milik negara maupun perusahaan swasta hingga anak BUMN. Penghargaan ini melibatkan Dewan Juri yang profesional dan berkompeten di bidangnya masing-masing, antara lain Economic Review, Perbanas Institute, NBO Group, Thomas International, Indonesia-Asia Institute, Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) dan Ideku Group.
Perhelatan Indonesia Human Capital Award (IHCA) 2020 ke VI dikemas secara Online Awarding Indonesia Human Capital Award VI-2020 (IHCA-VI-2020) dan dilanjutkan dengan Webinar yang mengangkat tema Humanizing Human Capital With digital Experience & Value Strategi Pengelolaan SDM dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan Menuju Revolusi Industri 5.0. pada Jum’at, 24 Juli 2020.

Pada acara tersebut, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Berjaya dengan menyabet tiga penghargaan sekaligus yakni apresiasi terhadap Baskara Agung Wibawa selaku Group Head, Human Capital Management PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dengan penghargaan The Best in Digital Transformation Human Capital Leader 2020 serta dua kategori lainnya yakni The Best in Human Capital Digital Technology Adoption of Human Capital Award 2020 dan 1st The Best Human Capital in Public Company untuk PGN.
Dalam kesempatan tersebut, Baskara juga menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian yang telah diraih oleh PGN sejauh ini serta rasa terima kasihnya atas penghargaan yang telah diberikan oleh Economic Review sebagai apresiasi atas kinerja perusahaan terutama dalam bidang SDM.
“Kami sangat bersyukur atas apa yang telah kami raih hari ini dan terima kasih juga kepada Ibu Nana selaku pendiri Economic Review, Pak Dono Sadana selaku Ketua Dewan Juri beserta seluruh jajaran tim Dewan Juri yang telah memberikan kami kesempatan untuk menerima penghargaan ini. Ke depannya kami berharap akan terus memberikan yang terbaik terutama dalam pengembangan bidang Sumber Daya Manusia (SDM) yang inovatif di lingkungan PGN khususnya. Terima kasih juga untuk seluruh tim dan karyawan PGN atas kerjasama dan kerja kerasnya,” pungkasnya.

Tidak salah jika PGN diganjar penghargaan bergengsi tersebut, mengingat begitu banyak inovasi-inovasi yang telah dilakukan untuk memajukan perseroan dan salah satunya adalah untuk menjaga ketahanan dan sustainability pasokan di wilayah Jawa Timur, saat ini PGN sedang dalam proses pengembangan infrastruktur LNG di Teluk Lamong, Tanjung Perak, Surabaya. Hal ini dilaksanakan untuk menjaga pengelolaan niaga gas bumi sebesar 900-950 BBTUD nasional dapat terjaga bahkan diharapkan akan meningkat setelah penyelesaian proyek dan inovasi-inovasi lainnya dalam melayani pelanggan.
Hal positif lainnya adalah sepanjang 2019, PGN berhasil membukukan pendapatan hingga mencapai USD 3,849 miliar, dengan EBITDA sebesar USD 1,040 miliar. Secara konsolidasian, PGN menghasilkan laba operasi sebesar USD 546 juta, dengan laba bersih sebesar USD 68 juta.
Pendapatan tersebut berasal dari hasil penjualan gas sebesar USD 2.973,9 juta, penjualan minyak dan gas sebesar USD 374,35 juta, transmisi gas sebesar USD 245,7 juta dan pendapatan usaha lainnya sebesar USD 254,7 juta.


