Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Tempatkan Isu Perkawinan Anak Sebagai Isu Prioritas

Kemen PPPA dorong pemerintah daerah turunkan angka perkawinan anak

by Indah
August 6, 2020
in BERITA TERKINI, SOSIAL & BUDAYA
126 9
0
Tempatkan Isu Perkawinan Anak Sebagai Isu Prioritas

Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA, Lenny N. Rosalin

Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview –  Angka perkawinan anak di atas rata-rata nasional, dari yang semula 20 provinsi di tahun 2018 bertambah menjadi 22 provinsi. Kenaikan jumlah kasus perkawinan anak ini menjadi tantangan berat bagi pemerintah sehingga pada 31 Januari 2020 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menginisiasi penandatanganan pakta integritas dan komitmen 20 pimpinan daerah untuk melakukan pencegahan perkawinan anak. Penandatangan pakta integritas dilakukan sebagai bentuk tindaklanjut dari Gerakan Bersama Pencegahan Perkawinan Anak (GEBER PPA) yang bertujuan memperkuat komitmen 20 provinsi dengan angka perkawinan anak di atas rata-rata nasional pada 2018.

“Kami memberi apresiasi setingginya kepada seluruh pimpinan daerah atas berbagai upaya yang sudah dilakukan, tapi kami juga meminta khususnya kepada seluruh Kepala Dinas PPPA di Indonesia untuk meningkatkan upaya pencegahan perkawinan anak. Mengingat pencegahan perkawinan anak, merupakan salah satu dari 5 (lima) arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Untuk itu, daerah juga harus menempatkan isu perkawinan anak sebagai prioritas di wilayah masing-masing,” ungkap Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA, Lenny N. Rosalin dalam Rapat Koordinasi Pencegahan Perkawinan Anak Pasca Penandatanganan Pakta Integritas yang dilaksanakan secara daring.

Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda, dan Olahraga, Kementerian PPN/Bappenas, Woro Srihastuti Sulistyaningrum

Upaya koordinasi dan advokasi untuk meningkatkan kesadaran seluruh pihak tentang bahaya dan pentingnya menurunkan angka perkawinan anak juga sangat penting untuk dilakukan. “Upaya ini harus kita tingkatkan, terutama di wilayah zona merah dengan angka perkawinan anak yang tinggi. Kita memiliki target bersama pada 2024 nanti, agar angka perkawinan anak ini bisa turun, semua provinsi harus bisa menurunkan angka perkawinan anak menjadi 8,74%, sebagaimana yang telah ditargetkan dalam RPJMN 2020-2024. Mari bersinergi bersama mengimplementasikan upaya pencegahan perkawinan anak sekaligus mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak menuju Indonesia Layak Anak (IDOLA) tahun 2030” tegas Lenny.

Pada rangkaian rapat koordinasi ini, Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda, dan Olahraga, Kementerian PPN/Bappenas, Woro Srihastuti Sulistyaningrum mengungkapkan pada 2019, terdapat 18 provinsi yang mengalami peningkatan persentase perkawinan anak, 11 diantaranya merupakan provinsi dengan angka di atas nasional pada 2018 (Susenas, 2018 dan 2019). Woro menambahkan pentingnya implementasi Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak (Stranas PPA) dengan memastikan anak memiliki resiliensi dan mampu menjadi agen perubahan, menguatkan peran orang tua, keluarga, organisasi sosial/kemasyarakatan, sekolah, dan pesantren, menjamin anak mendapat layanan dasar komprehensif untuk kesejahteraan anak, menjamin pelaksanaan dan penegakan regulasi dan meningkatkan kapasitas dan optimalisasi tata kelola kelembagaan, serta meningkatkan sinergi dan konvergensi upaya pencegahan perkawinan anak.

Pada kesempatan yang sama, hadir pula beberapa perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perindungan Anak (PPPA) dari 4 (empat) provinsi yang memiliki angka perkawinan anak di atas rata-rata angka nasional pada 2018. Di antaranya yaitu Provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur yang menyampaikan beberapa upaya tindak lanjut untuk menurunkan angka perkawinan anak di daerahnya pasca penandatanganan Pakta Integritas pada Januari lalu.

Kepala Bidang Dinas PPPA Provinsi Sulawesi Selatan, Nur Anti

Kepala Bidang Dinas PPPA Provinsi Sulawesi Selatan, Nur Anti menyampaikan bahwa Sulawesi Selatan telah menjalankan program prioritas daerah yaitu menurunkan angka putus sekolah melalui pendidikan menengah, pendidikan karakter sekolah sehat, serta program pendidikan perempuan dan anak. Selain itu, meningkatkan angka pekerja perempuan, serta menyusun anggaran khusus untuk perlindungan anak.

Sementara itu Kepala Dinas PPPA Provinsi Jawa Barat, Poppy Sophia Bakur menyampaikan pada 2019 ada sebanyak 21.499 kasus perkawinan anak di Provinsi Jawa Barat. Menindaklanjuti hal ini, pemerintah provinsi Jawa Barat melalui Gubernur telah membuat instruksi khusus. “Kami juga telah mengalokasikan anggaran pembangunan untuk pencegahan perkawinan anak dalam rencana pembangunan daerah lima tahun ke depan, serta bersinergi dengan BKKBN melakukan sosialisasi penguatan kader secara virtual kepada 719 tenaga penggerak desa yang ada di 9 (sembilan) kabupaten/kota,” jelas Poppy.

Plt. Kepala Dinas PPPA Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dede Suhartini yang ikut hadir dalam forum ini juga menjelaskan bahwa pemerintah provinsi NTB fokus menekan perkawinan anak dengan bersinergi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya melalui program unggulan daerah yaitu melakukan revitalisasi posyandu, mengingat tingginya angka stunting dan angka  perkawinan anak di Provinsi NTB.

Kepala Dinas PPPA Provinsi Jawa Timur, Andriyanto

Pada akhir acara, Kepala Dinas PPPA Provinsi Jawa Timur, Andriyanto mengungkapkan berbagai upaya pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menurunkan angka perkawinan anak di Jawa Timur yaitu melakukan kerjasama melalui fasilitasi OGP (open government partnership) secara maksimal dengan NGO dan mitra kerja lainnya, yang dilakuka  di Kabupaten Lumajang dan Pacitan dengan penyusunan dashboard penghapusan perkawinan anak 2019-2020.

Previous Post

Sharp Lovers Day Meriahkan HUT RI, Melalui Gelaran Undian Berhadiah Rp 108 Juta

Next Post

Transportasi Jakarta Gunakan Pembayaran QR Code, Oktober Mendatang

Related Posts

Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
BERITA TERKINI

ICCA 2026 : Helatan Economic Review, IMFI Raih Platinum Award

April 16, 2026
Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
BERITA TERKINI

Brantas Abipraya Raih 2 Penghargaan Bergengsi di Ajang ICCA 2026

April 16, 2026
Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
BERITA TERKINI

Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review

April 16, 2026
Bapas 69 Raih 2 Penghargaan sekaligus pada Perhelatan ICCA 2026 di Perpusnas Jakarta
BERITA TERKINI

Maybank Finance Berjaya dengan Torehan Platinum Award ICCA 2026 Versi Economic Review

April 16, 2026
Bapas 69 Raih 2 Penghargaan sekaligus pada Perhelatan ICCA 2026 di Perpusnas Jakarta
BERITA TERKINI

BPD Bali Raih Platinum Award ICCA 2026, Apresiasi Pencapaian dari Economic Review

April 16, 2026
Bapas 69 Raih 2 Penghargaan sekaligus pada Perhelatan ICCA 2026 di Perpusnas Jakarta
BERITA TERKINI

Bapas 69 Raih 2 Penghargaan sekaligus pada Perhelatan ICCA 2026 di Perpusnas Jakarta

April 16, 2026
Next Post
Transportasi Jakarta  Gunakan Pembayaran QR Code, Oktober Mendatang

Transportasi Jakarta Gunakan Pembayaran QR Code, Oktober Mendatang

Recent Posts

  • ICCA 2026 : Helatan Economic Review, IMFI Raih Platinum Award
  • Brantas Abipraya Raih 2 Penghargaan Bergengsi di Ajang ICCA 2026
  • Komunikasi Dua Arah Sukses antarkan Kaltimtara Raih Platinum Award ICCA 2026 dari Econimic Review
  • Maybank Finance Berjaya dengan Torehan Platinum Award ICCA 2026 Versi Economic Review
  • BPD Bali Raih Platinum Award ICCA 2026, Apresiasi Pencapaian dari Economic Review
  • Kopitagram Tomang Hadir Dengan Nuansa Minimalis & Instagramable
  • Ini 10 Stasiun KA dengan Jumlah Penumpang KA Jarak Jauh Terpadat di 2024
  • Sharp Indonesia Berikan Hadiah 3 Unit Mobil ke Pemenang Sumo Hoki
  • Ada Potensi Cuan Besar di Minyak Atsiri, Kemenperin Optimalkan Hilirisasi

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored