EconomicReview – Perempuan tangguh asal Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau yang memperoleh penghargaan API 2020 ini memiliki kisah perjalanan lengkap dalam membangun bisnis makanan dan catering. Sempat terpuruk karena salah dalam mengelola bisnisnya, dalam waktu singkat dia mampu recovery dan bangkit membesarkan bisnisnya yang sekarang menjadi terkemuka dan terkenal di kota persinggahan keduanya.
Iya benar. Kota Tanjungpinang merupakan kota kedua yang menjadi tempat tinggalnya sekarang bersama sang suami. Pasalnya, wanita berjilbab ini lahir di Yogyakarta yang kemudian hijrah ke Kota Tanjungpinang pada 1996 karena mengikuti suami.
“Benar, bisnis makanan dan catering ini saya awali dari keterpurukan luar biasa tahun 2000. Bisnis ritel saya bangkrut dengan meninggalkan banyak hutan di bank. Saya bangkit dan memulai bisnis ini sejak 2002. Alhamdulillah sekarang telah menjadi besar dan banyak orang yang mengenalnya,” ujar Kartika Kusumastuti, pendiri Citra Sari, pengelola bisnis makanan berupa olahan kue tradisional dan catering.

Saat ini, omset bisnis Kartika ini mencapai 200-300 juta per bulan. Hal ini sepadan dengan jatuh bangun perempuan 52 tahun ini di dalam membesarkan bisnisnya. Bernaung di perusahaan Citra Sari, Kartika fokus mengembangkan produk-produk kue-kue tradisional Melayu yang dipadukan kue-kue tradisional Jawa, di antaranya kue epok-epok, kue tepung gomak, kue koleh-koleh dan kue klepon.
“Saya bersyukur berada di Tanjungpinang karena dikelilingi tiga pemerintahan yakni Pemprov Kepri, Kota Tanjungpinang dan kabupaten Bintan. Dengan strategi blue ocean Kami berhasil mengangkat potensi dan menyajikan kue-kue tradisional tersebut hingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kini kami mampu menyajikan kue-kue kelas premium untuk tamu-tamu kenegaraan baik lokal maupun pusat,” ujarnya.
Pengakuan Kartika ini tak berlebihan karena saat ini setiap hari dibantu 18 karyawan dan 35 mitra usahanya, dia harus melayani kebutuhan di 15-20 tempat. “Iya, mulai dari sarapan gubernur, walikota dan bupati serta pejabat lainnya, acara Bank Indonesia di Tanjungpinang hingga acara kenegaraan yang dihadiri presiden dan para menteri. Waktu itu Presiden SBY bersama ibu negara, lalu Wakil Presiden Jusuf Kala dan Budiono telah mencicipi kue-kue tradisional olahan kami. Yang terakhir, Presiden Jokowi bersama rombongan,” ujarnya dengan bangga.
Kemampuan Kartika melayani tamu-tamu kenegaraan termasuk presiden dan jajarannya dengan kualitas produk yang premium dan layanan yang prima, menempatkan dia memperoleh penghargaan dari Tim Dokter Kepresidenan RI, sebagai Penyedia Makanan dan Minuman untuk RI-1 dan 8 Menteri selama 3 hari di Kota Tanjungpinang pada 2011.
Tak hanya itu. Kesuksesan anggota Dewan Pengawas Koperasi “Payung Sekaki” Wira Usaha Bank Indonesia (WUBI) ini dalam memperkenalkan kue-kue tradisional kelas premium juga diakui para turis manca negara ketika berkunjung ke Kota Tanjungpinang. Kerjasama dengan KBRI di Singapura, Malaysia, Thailand dan Brunei Darussalam rutin dilaksanakan terutama dalam memperkenalkan kue-kue tradisional Melayu produk Citra Sari. Bahkan Kartika bersama timnya berhasil meraih Juara III “Malay Creative Festival”, Malay Food Innovation “Oleh- oleh Khas Melayu”, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, di Batam pada 2018.
Kartika bersama tim juga aktif mengikuti Expo Makanan Halal Internasional. “Kami juga mendapat label Food Design Advisor dari mentor Bapak Agung Waluyo karena kami tak sekedar melayani dan memenuhi kebutuhan customer tapi kami mendesain konsep sesuai tema acara yang diinginkan customer,” katanya.
Kunci keberhasilan Kartika ini tak lepas dari slogan yakni “Bisa dipesan cepat dan dadakan, sedikit atau banyak, pilihan menu beragam, kualitas prima serta higienis dan halal”. Moto ini pula yang mendorong Kartika benar-benar komitmen dalam menjaga kualitas makanan.
“Kami memiliki karakter yang kuat dalam hal kualitas. Kami mampu memberikan layanan prima kepada customer. Kami mampu memberikan solusi yang diperlukan oleh customer sehingga kami yakin menjadi pemenang di dalam pasar makanan dan catering,” tuturnya.
Keberhasilan lainnya terletak pada kemampuan Kartika melakukan empowering movement dan empowering people. Jadi, jangan heran jika setiap pagi sejak pukul 5 pagi, di kantor Citra Sari yang bersebelahan dengan rumahnya, tampak orang-orang mengantarkan kue-kue tradisional. “Mereka itulah mitra kami. Ada 35 orang dimana masing-masing membawa 35 jenis kue tradisional yang berbeda plus kue-kue yang kami produksi sendiri. Semuanya kami beli putus. Jadi, kami memiliki pilihan menu beragam,” ujarnya.

Di sisi lain, kegiatan sosial Kartika juga berjibun. Hal ini tak lepas dari komitmen dia menjadi Entrepreneur dan Socialpreneur terkemuka di Kota Tanjungpinang. Kini banyak yang sudah dilakukan Kartika. Mulai dari akses bantuan peralatan dan permodalan. Mengembangkan dan meleastarikan produk olahan tradisional. Meningkatkan produktivitas Citra Sari melalui kemitraan. Mendorong peningkatan kapasitas mitra melalui pelatihan, inkubasi, AEC dan Pemda. Mendorng Entrepreneurship, Mindset dan merangkul mitra IKM. Promosi pameran lokal denan market mancanegara.
Yang tak kalah penting komitmen Kartika menjauh riba, salah satunya melalui pinjaman bank. Didorong oleh keinginan menjadi menjadi pengusaha yang sukses baik secara finansial maupun kebermanfaatan, perempuan masih tampak cantik ini berkomitmen menjalankan bisnisnya secara konsisten, istiqomah, amanah, jujur, profesional dan bebas riba. “Saya selalu termotivasi menjadi juara dalam hidup ini,” tandasnya.
Dan, cita-cita yang ingin diwujudkan bersama teman-temannya adalah membangun “Kampung Perempuan- Inspiratif Perempuan Kreatif- Ramah Anak”.








