EconomicReview – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno bergerak cepat untuk mewujudkan 5 Destinasi Super Prioritas (5 DSP). Kelima DSP tersebut antara lain Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.
Ke-5 DSP ini merupakan bagian dari 10 Bali Baru yang selama ini telah dikenal masyarakat Indonesia. “Pengembangan tersebut mencakup infrastruktur, kesiapan sumber daya masyarakat, hingga Calendar of Event (festival) hingga setahun ke depan,” ujar Menteri Sandi.
Tak dimungkiri bahwa sektor pariwisata mengalami masa yang berat selama pandemi virus Corona. Karena itu, Menteri Sandi berharap dalam kepemimpinannya, sektor ini bisa beradaptasi dan berkolaborasi sehingga menimbulkan manfaat uang lebih besar, seperti pembukaan lapangan kerja yang lebih banyak serta mampu mendatangkan belasan juta turis domestik dan mancanegara ke Indonesia.
Menteri Sandi telah melakukan berbagai langkah percepatan. Salah satunya melakukan roadshow ke-5 DSP tersebut. Hasilnya, masih banyak yang mesti dibenahi. Selain infrastruktur seperti jalan, listrik, dan air, saat ini infrastruktur telekomunikasi atau jaringan khususnya sinyal telekomunikasi sangat diperlukan bagi wisatawan yang sedang berkunjung.
“Saat ini kita melihat bahwa telekomunikasi dan informatika bukan lagi sebagai infrastruktur tambahan, melainkan infrastruktur utama. Karena begitu kita mendarat di 5 destinasi super prioritas, kita akan nyalakan smartphone atau handphone kita dan kita akan sangat bergantung kepada coverage signal,” ujarnya.
Menparekraf Sandiaga juga menceritakan pengalamannya ketika mengunjungi langsung salah satu destinasi super prioritas di Labuan Bajo, yaitu Pasir Panjang di Pulau Rinca. Di destinasi tersebut sinyal belum sepenuhnya baik. Selain itu, di daerah Wonosobo terdapat desa kreatif yang mengekspor tiwul instan ke Timur Tengah namun sayangnya, sarana telekomunikasi di wilayah tersebut masih sangat kurang.
Melihat pentingnya infrastruktur jaringan telekomunikasi, Menteri Sandi langsung berkoordinasi dengan Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate. Fokusnya pada langkah cepat menuntaskan pengembangan infrastruktur telekomunikasi dan informatika (TIK) di Indonesia khususnya di 5 DSP tersebut serta di desa-desa wisata dan mendorong ekonomi kreatif khususnya UMKM di seluruh wilayah Indonesia.
“Saya yakin dengan koordinasi dan kolaborasi yang kita bangun akan memberikan manfaat yang baik, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sekarang ini menghidupi sekitar 34 juta masyarakat Indonesia,” ujarnya. “Kami punya target yang telah disusun. Dalam situasi yang sangat dinamis ini kita perlu ekstra kerja keras, ekstra kerja cerdas, ekstra kerja tuntas, dan ekstra kerja ikhlas,” ujarnya.
Sementara itu, Menkominfo Johnny mengatakan, pihaknya akan membantu mempersiapkan coverage signal 4G yang memadai, baik kecepatannya maupun kualitas sinyalnya di 5 destinasi super prioritas. Langkahnya dengan melanjutkan dan meneruskan program-program di sektor telekomunikasi dan informatika mulai dari pembangunan infrastruktur TIK di seluruh wilayah Indonesia, serta mengajak operator seluler untuk menyelesaikan secara simultan pembangunan infrastruktur TIK.
“Sehingga pada 2022 nanti jaringan telekomunikasi atau tersedianya sinyal di seluruh wilayah administratif pemerintah, pemukiman penduduk, dan di 5 destinasi super prioritas itu bisa terlaksana, baik 2G, 3G, dan bahkan 4G. Untuk itu, marilah bersama-sama saling mendukung, memperkuat kerja kolaborasi dan koordinasi untuk mencapai hasil yang maksimal,” katanya.








