EconomicReview-PT Jasaraharja kembali meraih penghargaan bergengsi sebagai peraih 1st.The Best Informative Website, Category : Life Insurance – State Owned Enterprise’s Company dalam ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Majalah Economic Review, yakni Indonesia Corsec & Corp.Comm Award (ICCA) – VI– 2021 sebagai penghargaan apresiasi tertinggi yang diberikan kepada Perbankan di Indonesia yang terbaik dalam kategori untuk Corsec & Corp.Comm.
Jasa Raharja, Member of Indonesia Financial Group, sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengemban amanah untuk menyelenggarakan program perlindungan dasar kecelakaan angkutan umum dan lalu lintas jalan memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat
Tahun 2020 menjadi tahun yang sangat penting bagi PT Jasa Raharja karena pada Maret terbit PP NO 20 Tahun 2020 bahwa Jasa Raharja secara resmi bergabung ke dalam Holding Perasuransian dan Penjaminan atau yang kita kenal sebagai Indonesia Financial Group.
Pada tahun ini pula korporasi harus menghadapi situasi yang sangat berbeda dari tahun sebelumnya dengan terjadinya pandemi Covid-19 sehingga berdampak kepada seluruh sektor kehidupan khususnya sektor ekonomi dan bisnis.
Meskipun demikian, Jasarahaja terus melakukan tranformasi digital dengan pengembangan produk aplikasi oleh unit perusahaan untuk mendukung operasional dan performa internal, seperti HRIS dan aplikasi JRku. Melalui aplikasi JRku, nasabah bisa mendapatkan klaim melalui e-money atau uang digital. Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat proses pengklaiman.
Bagi JasarahajaTranformasi digital menjadi salah satu strategi Jasa Raharja mencoba bertahan ditengah pandemi. Yakni dengan caranya memaksimalkan proses operasional secara digital menggunakan infrastruktur yang telah dikembangkan,
Sebelumnya, Jasa Raharja memang telah mempersiapkan infrastruktur untuk digitalisasi. Sehingga, dalam kondisi apapun pelayanan Jadaraharja masih terjamin.
Tercatat realisasi pendapatan Jasa Raharja mengalami surplus dari anggaran tahun lalu Rp5,03 triliun menjadi sebesar Rp5,77 triliun. Namun realisasi pendapatan tersebut mengalami penurunan dibanding perolehan 2019 diakibatkan pandemi Covid-19. Penurunan 12,30% karena faktor pandemi dan juga tingkat ekonomi yang lambat. Penjualan kendaraan baru turun, jumlah penumpang darat, laut, udara, kereta turun, lalu ada pembatasan sehingga terjadi penurunan pendapatan.








