EconomicReview – Saat ini Bank DKI telah memulai sejumlah rangkaian Transformasi 5.0. Mulai dari perbaikan struktur pendanaan, proses bisnis, hingga pengembangan terhadap produk yang ada. Hal ini tak lepas dari tekad Bank untuk terus memenuhi aspirasi pemegang saham dan segenap pemangku kepentingan serta meningkatkan kapabilitas dan daya saing untuk mengantisipasi dinamika perubahan yang terus terjadi.
Di sisi lain, kinerja positif juga dicatatkan Bank hingga September 2020 terutama berkaitan dengan laba bersih Bank DKI yang tumbuh 40,5% secara year on year (YoY) menjadi Rp 564 miliar dari Rp 401 miliar. Pertumbuhan ini sejalan dengan perbaikan tingkat efisiensi biaya dana dan peningkatan pendapatan bunga bersih.
Bank DKI mencatatkan cost of fund atau biaya dana turun dari 4,68% menjadi 3,29% per September 2021. Sedangkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang tercatat sebesar 25,0% (yoy). Pertumbuhan pendapatan bunga didorong oleh peningkatan kredit sebesar 11,8% menjadi Rp 36,7 triliun.
Sejumlah indikator kinerja keuangan Bank DKI lainnya turut mengalami pertumbuhan signifikan secara YoY per Juni 2021. Beberapa indikator yang mengalami pertumbuhan signifikan seperti Dana Pihak Ketiga (DPK), penyaluran kredit, dan aset. Non-Performing Loan (NPL) juga menunjukkan kinerja yang membaik secara YoY per Juni 2021.

Kinerja keuangan yang baik ini tidak lepas dari optimalisasi pertumbuhan dana murah khususnya dengan pemanfaatan nasabah melalui mobile banking Bank DKI JakOne Mobile di saat pandemi. Pembatasan mobilitas masyarakat telah mengubah perilaku konsumen seperti pergeseran ke arah layanan digital. Hal ini pun mendorong perbankan untuk beradaptasi demi memenuhi kebutuhan nasabah.
Bank DKI tumbuh menjadi pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan perbankan digitalnya. JakOne Mobile menjadi pilihan masyarakat dalam melakukan transfer antar rekening, pembayaran tagihan, pembelian, hingga berdonasi untuk sesama.
Selain itu, kartu pembayaran elektronik JakCard juga kian digunakan di berbagai fasilitas transportasi publik seperti Transjakarta, Mikro Trans, LRT, MRT, dan KA Bandara Railink. JakCard juga dapat digunakan di tempat-tempat wisata seperti Taman Margasatwa Ragunan, Monas, museum-museum yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta, dan Taman Impian Jaya Ancol.
Kinerja positif ini menempatkan Bank DKI memperoleh Gold Award (Excellent) pada ajang Indonesia Finance Award (FA-IV-2021) untuk kategori Regional Development Bank Company (BUMD) beraset Rp 50 triliun – Rp 75 trilin. Penghargaan ini membuktikan Bank DKI mampu beradaptasi di tengah pandemi dengan mencatatkan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan.
Melalui penghargaan IFA-IV-2021 dimasa pemulihan pasca Pandemi Covid-19, diharapkan perusahaan masih terus terpacu meningkatkan prestasi dan peran pentingnya Finance, Value Creation di Perusahaan Swasta, BUMN, BUMD di Indonesia. Penghargaan tersebut telah diserahkan bersamaan dengan penyelenggaraan Online Virtual Zoominar dengan tema “Financial Resilience in Economic Turbulence – Embracing Opportunities in Recovery Era.








