EconomicReview – Yance Mardiani dikenal sebagai pengrajin batik shibory dan sulam pita. Usahanya dengan brand Yance Craft kini telah dikenal luas. Tak hanya di kalangan pejabat dan pengusaha di seputar Tangerang Selatan dan Pemerintah Pusat, tapi kini sudah mendunia.
Salah satunya saat digelar Trade Expo Indonesia, galeri Yance Craft mendapat kunjungan dari pengusaha wanita asal Uzbekisthan dan negara lainnya. Disamping itu berbagai kunjungan juga berdatangan ke rumah Yance craft. Mulai kunjungan dari Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Pemerintah Provinsi Banten Mei 2018. Rumah Yance Craft juga mendapat kunjungan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dari Kabupaten Bengkalis, Riau.
Yance mengakui bahwa produk yang bermula dari hobi dan kini telah menghasilkan bermula dari kegemarannya memajang hasil karya sulam pita di rumahnya. Siapapun tamu yang berkunjung akan selalu melihat hasil karyanya. Banyak teman-teman yang tertarik untuk mempelajarinya dan juga ingin membelinya.
Ketertarikan Yance menggeluti bisnis kerajinan sulam pita dan batik shibory tak lepas dari keunikannya. Sulam pita adalah salah satu seni menyulam dengan menggunakan pita sebagai bahan sulamnya. Sulam pita ini dikenal sejak abad ke-17, dimana pada saat itu biasa dipakai untuk menghias seperti busana,kerudung dan selendang.

Karena banyaknya peminat dengan kerajinan ini maka ibu tiga anak ini mulai meluangkan waktu untuk mulai berbagi ilmu kepada teman-teman terdekat. Informasi ini sangat cepat tersebar dan peminatnya dari mana-mana. Sejak tahun 2016, ia memutuskan untuk berbagi ilmu kepada teman-teman yang membutuhkan, mulai dari yang free sampai yang berbayar.
Ini adalah salah satu dari sekian banyak pelatihan sulam pita yang saya adakan. Disamping menghasilkan produk lukisan sulam pita, tas sulam pita dan lainnya, juga pernah berkolaborasi pengusaha tas di Tangerang Selatan. Dengan kepiawaian beliau sulaman pita Yance Craft di mix dengan batik, tenun dan kulit sapi.
Ketekunan dan keuletannya memelihara dan membesarkan bisnis batik shibory dan sulaman pita mengantarkan Yance memperoleh penghargaan Anugerah Perempuan Indonesia tahun 2023 (API IX 2023). Penghargaan ini digagas oleh Perkumpulan Perempuan Pemimpin Indonesia, Duta Global Indonesia, Ideku Group Indonesia, Indonesia Leaders Foundation, Indonesia Asia Institute bersama EconomicReview.
“Alhamdulillah. Dengan penghargaan API ini semakin mendorong saya untuk lebih menekuni, mengembangkan dan memperkenalkan sulam pita dan batik shibory lebih luas lagi hingga seluruh dunia dan manca negara. Terima kasih kepada Perpina, EconomicReview dan pihak lainnya sehingga saya dipercaya menerima penghargaan API 23 ini,” ujarnya.
Penghargaan API ini juga diberikan kepada para perempuan yang aktif di kegiatan organisasi kemasyarakatan. Selain berbisnis, Yance juga tercatat anggota krafter di Gerai Lengkong; Ketua Dewan Pimpinan Cabang Tangerang Selatan, Perempuan Pemimpin Indonesia; Spesialisasi Parekraftbud di IKM Tangerang Selatan, serta anggota krafter Tangerang di GEMAWIRA (Gerakan Masyarakat Wirausaha), OTANG (Orang Tangerang Krafter) dan ASIPA (Asosiasi Industri Kreatif dan Pelaku Usaha).








