Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Coto Makassar, Sajian Istimewa Kerajaan yang Berawal dari Makanan Rakyat Jelata

by Indah
June 26, 2024
in BERITA TERKINI, GAYA HIDUP
138 4
0
Coto Makassar, Sajian Istimewa Kerajaan yang Berawal dari Makanan Rakyat Jelata
Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview – Coto Makassar merupakan kuliner khas yang menjadi warisan budaya bagi suku Makassar. Coto Makassar atau Coto awalnya hanyalah makanan yang diperuntukkan bagi rakyat jelata namun kini makanan berbahan dasar daging ini bahkan telah menjadi ikon kuliner bagi Kota Makassar bahkan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kuliner Coto Makassar sangat mudah dijumpai di setiap sudut kota Daeng ini. Biasanya disajikan bersama ketupat dan sambal tauco.

Kuliner ini diperkirakan telah ada sejak Somba Opu berjaya sebagai pusat Kerajaan Gowa pada tahun 1538. Namun, keberadaan sambal tauco sebagai pendamping Coto Makassar menguatkan dugaan kalau makanan ini juga dipengaruhi oleh kebudayaan Cina yang memang sudah dikenal pada abad ke-16.

Tidak tanggung-tanggung, untuk membuat sajian yang lezat, kuliner ini menggunakan 40 jenis rempah Indonesia atau biasa disebut Rampah Patang Pulo. Beberapa dari Rampah Patang Pulo adalah kemiri, cengkeh, pala, fuli, sereh, lengkuas, merica, bawang merah, bawang putih, jintan, ketumbar merah, kacang ketumbar putih, jahe, laos, daun jeruk purut, daun salam, daun kunyit, daun bawang, daun seledri, daun prei, lombok merah, lombok hijau, gula talla, asam, kayu manis, dan garam.

Sementara rempah lainnya yang digunakan untuk membersihkan jeroan antara lain cabe rawit dan cabe keriting. Kemudian bahan untuk sambal tauco Toak menggunakan daun seledri, daun bawang, jeruk nipis, bawang goreng, jeruk nipis, tauco.

Uniknya, kuliner ini tidak menggunakan santan melainkan air beras dan kacang. Bahan-bahan tersebut kemudian dimasak dalam wadah kuali tanah yang disebut korong butta atau uring butta.

Sajian ini kemudian disebut sebagai Coto Mangkasara’ (dalam bahasa Makassar) ini kepada warga miskin di sekitar kerajaan. Juga kepada prajurit kerajaan, dan kepada pedagang asing yang kebetulan berada disana.

Raja ternyata menyukai sajian tersebut. Lantas Raja pun menjadikan Coto Makassar sebagai sajian istimewa kerajaan.

Seiring berjalannya waktu Coto Makassar menjadi warisan budaya dan menjadi kuliner khas suku Makassar. Kini Coto Makassar menjadi salah satu ikon kuliner Kota Makassar yang sangat digemari.

Coto Makassar telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada pada tahun 2015. Melansir Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud RI Coto Makassar telah ada pada zaman Kerajaan Gowa, diperkirakan sejak abad ke-16.

Previous Post

Kabar Gembira, Disdik Pastikan Dana KJMU Cair Besok

Next Post

Bone Bolango Gorontalo Diguncang Gempa M 5,5

Related Posts

Zebra Technologies Menyoroti Tren Industri 2026 untuk Era Operasional Cerdas
TEKNOLOGI

Zebra Technologies Menyoroti Tren Industri 2026 untuk Era Operasional Cerdas

December 24, 2025
BP Tapera Gandeng 43 Bank untuk Penyaluran FLPP 2026
EKONOMI & BISNIS

BP Tapera Gandeng 43 Bank untuk Penyaluran FLPP 2026

December 24, 2025
PKP Apresiasi Kinerja BP Tapera dalam Penyaluran FLPP
EKONOMI & BISNIS

PKP Apresiasi Kinerja BP Tapera dalam Penyaluran FLPP

December 21, 2025
Akad Massal 50.030 KPR Sejahtera FLPP & Serah Terima Kunci Rumah  Tahun 2025
EKONOMI & BISNIS

Akad Massal 50.030 KPR Sejahtera FLPP & Serah Terima Kunci Rumah  Tahun 2025

December 20, 2025
CES 2026, Samsung Luncurkan Lini AI-Connected Living untuk Hunian Masa Depan
GAYA HIDUP

CES 2026, Samsung Luncurkan Lini AI-Connected Living untuk Hunian Masa Depan

December 20, 2025
Registrasi SIM Card Berbasis Biometrik Face Recognition Mulai 1 Januari 2026, ATSI: Operator Seluler Sudah Siap
Uncategorized

Registrasi SIM Card Berbasis Biometrik Face Recognition Mulai 1 Januari 2026, ATSI: Operator Seluler Sudah Siap

December 17, 2025
Next Post
Bone Bolango Gorontalo Diguncang Gempa M 5,5

Bone Bolango Gorontalo Diguncang Gempa M 5,5

Recent Posts

  • Zebra Technologies Menyoroti Tren Industri 2026 untuk Era Operasional Cerdas
  • BP Tapera Gandeng 43 Bank untuk Penyaluran FLPP 2026
  • PKP Apresiasi Kinerja BP Tapera dalam Penyaluran FLPP
  • Akad Massal 50.030 KPR Sejahtera FLPP & Serah Terima Kunci Rumah  Tahun 2025
  • CES 2026, Samsung Luncurkan Lini AI-Connected Living untuk Hunian Masa Depan
  • Kolaborasi YDBA dan Bintang Toedjoe, Membina dan Pasarkan Jahe Merah Petani Lebak
  • Penghargaan IHCA 2020, Bukti Prestasi Indosurya Finance Ditengah Pandemi
  • Proyek Shortcut 7-10 di Bali Terancam Mangkrak
  • Gencarkan Inisiatif Transformasi Digital, Bank Bengkulu Sabet The Best Regional Development Bank ICCA Award

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored