EconomicReview – Field trip adalah kegiatan studi lapangan yang dilakukan oleh para siswa untuk belajar kemudian trip berada di luar lapangan sekolah.
Melakukan field trip memberi manfaat positif bagi siswa yakni bisa membantu semua siswa untuk mendapatkan banyak wawasan dan pengalaman belajar baru yang lebih menyenangkan. Selain itu juga bisa membantu meningkatkan belajar siswa, mendapatkan informasi dari sumber terpercaya serta dapat meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan.
Seperti halnya yang baru-baru ini dilakukan oleh SDN Jatipulo 03 yang beralamat di Jl. Semangkan II No. 34 Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat yang mengajak siswa siswi kelas IV melakukan field trip ke Museum Tekstil di JL. K.S. Tubun No. 2-4, Kota Bambu Selatan, Jakarta Barat.

Di sana siswa melakukan kegiatan membatik menggunakan canting dan pewarna. Siswa diberikan arahan langsung oleh Siti Ramlah selaku Humas dan Marketing Museum Tekstil terkait cara membatik dan penggunaan canting agar siswa siswi dapat membantik dengan aman tanpa terkena panas dari malam atau lilin yang ditorehkan pada kain blaco.
Antusias siswa sangat terlihat saat membatik dengan berbagai macam gambar, ada gambar bunga, burung hantu, pesawat hingga gambar ondel-ondel. Siswa dan siswi terlihat sangat fokus pada gambar masing-masing saat membatik untuk mendapatkan hasil yang bagus dan cantik.

Acara dibuka langsung oleh Susiana, Spd. selaku Kepala Sekolah SDN Jatipulo 03 dengan memberikan arahan kepada siswa siswi agar tetap mematuhi peraturan yang diberikan pihak museum. Susiana juga menyampaikan rasa bangganya terhadap siswa siswi yang terlihat sangat antusias dan termotivasi.
“Saya berharap anak-anak dapat mematuhi aturan yang diberikan oleh pihak museum sehingga acara dapat berjalan dengan lancar karena saya melihat antusias dan motivasi anak-anak sangat besar terhadap acara ini. Bukan hanya itu, saya juga ingin berterima kasih kepada seluruh guru yang terlibat dalam pelaksanaan acara ini dan berharap acara berjalan lancar tanpa kendala sampai selesai,” papar Susiana dalam sambutannya.
Yuli Gafrina, Spd. Selaku Koordinator acara Field Trip Kelas IV SDN Jatipulo 03 mewakili Asbullah, Spd. dan Sumiyati, Spd. yang juga merupakan koordinator menyampaikan rasa terima kasih dan bangganya terhadap terselenggaranya acara ini yang disambut baik oleh siswa siswi SDN Jatipulo 03 dan pihak museum sehingga kerjasama dapat berlanjut ke jenjang berikutnya.

“Saya sangat senang dan bangga terhadap anak-anak karena sejauh ini mereka dapat bekerjasama dengan baik selama proses membatik dan terima kasih pula kepada pihak museum terutama Mbak Lala yang sudah menyambut baik dan mau mengarahkan anak-anak agar tetap kondusif selama acara berlangsung,” jelasnya.
Selain membatik, siswa siswi juga diajak berkeliling museum untuk mengenalkan lebih dekat museum tekstil kepada siswa siswi agar dapat menambah pengalaman dan pengetahuan terutama terkait sejarah museum tekstil, koleksi dan kegiatan positif yang dilakukan museum tekstil yang melibatkan instansi lain.
Mewakili museum tekstil, Siti Ramlah atau yang kerap di sapa Mbak Lala menyampaikan terima kasih atas kunjungan SDN Jatipulo 03 yang diwakili oleh Kelas IV beserta Kepala Sekolah, Wali Kelas serta Guru Pembimbing lainnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada SDN Jatipulo 03 atas kunjungannya hari ini, semoga acara hari ini menyenangkan dan selanjutnya akan ada kunjungan kembali dari SDN Jatipulo 03,” tutup Lala.
Diharapkan dengan terselenggaranya acara ini akan membuat siswa siswi ikut serta dalam melestarikan budaya Indonesia dengan cara mencintai dan menggunakan produk dalam negeri yakni salah satunya adalah batik yang sudah disahkan oleh UNESCO.

Sejarah mencatat bahwa Pemerintah Indonesia melalui Menko Kesra pada tanggal 4 September 2008 mendaftarkan batik ke kantor UNESCO untuk untuk mendapatkan status Intangible Cultural Heritage (ICH) dan pada tanggal 9 Januari 2009, pengajuan status batik tersebut akhirnya secara resmi diterima oleh UNESCO. Dengan begitu, batik kemudian dikukuhkan pada sidang keempat Komite Antar-Pemerintah tentang Warisan Budaya Nonbendawi. Pengukuhan ini diselenggarakan oleh UNESCO di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada tanggal 2 Oktober 2009.








