EconomicReview – Presiden Joko Widodo berulang kali meminta jajarannya untuk tidak mengekspor bahan mentah. Hal itu dilakukan agar nilai jualnya bisa tinggi.
Oleh karena itu, Jokowi meminta Presiden Indonesia penggantinya juga tidak melakukan hal yang sama.
” Indonesia harus pantang mundur meski digugat dunia internasional. Saat ini, Uni Eropa ke World Trade Organization (WTO), karena melarang ekspor bahan mentah nikel,” jelas Jokowi.
“Kalau digugat dan kita mundur lagi, kapan lagi kita bisa menikmati komoditas-komoditas dan kekayaan yang dimiliki oleh kita,” kata dia.
Menurutnya, melarang ekspor barang mentah salah satu cara untuk meningkatkan gross domestic product (GDP) Indonesia. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap, GDP Indonesia pada 2030 mampu berada di tujuh besar negara maju.
“Saya yakin sekarang anak-anak muda kita, SDM-SDM kita, saya merasa sudah siap dalam pengambilalihan ini. Ini akan terus kita lakukan, sehingga target dari yang sudah kita itung nanti di tahun 2030-an, Indonesia akan masuk nomor 7 GDP yang paling besar dunia. Dan pada saat Indonesia emas itungan kita sudah masuk ke 4 besar atau 5 besar ekonomi dunia,” ucap dia.
📸 : IDNTimes








