EconomicReview – NielsenIQ BASES merilis Pemenang Top Breakthrough Innovation yang sangat ditunggu-tunggu di Asia Tenggara untuk tahun 2020. Rilis ini mengungkap inovasi yang berhasil dilakukan oleh merek-merek di seluruh Asia Tenggara – Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand. Mereka menampilkan strategi yang tepat waktu dan efektif serta bagaimana mereka mewujudkan rencana mereka menjadi kenyataan.
Inovasi tetap relevan di pasar Asia Tenggara. Di seluruh wilayah ini, pengenalan produk baru telah menjadi salah satu dari tiga pendorong utama pertumbuhan pada 2019, dengan Thailand dan Malaysia yang memimpin di mana inovasi berkontribusi lebih dari 40% pada pertumbuhan kategori. Terlepas dari krisis COVID-19, inovasi terus mendorong pertumbuhan FMCG di wilayah tersebut.
NielsenIQ BASES memaparkan, meskipun lebih sedikit inovasi yang diluncurkan pada 2020 selama pandemi, mereka tetap memberikan laba penjualan yang kuat. Di Indonesia, meskipun inovasi hanya menyumbang 4% produk di pasar dibandingkan tahun 2019 (10%), mereka berkontribusi 0.2% dari total penjualan FMCG versus 0.5% pada 2019.
Kategori dengan angka inovasi yang lebih tinggi ditemukan di perawatan pribadi seperti deodoran, sampo, pelembab, dan pasta gigi. Hal yang sama juga di Thailand, meskipun terjadi penurunan jumlah produk baru di seluruh kategori. Inovasi menghasilkan penjualan yang lebih tinggi pada 2020 dibandingkan tahun sebelumnya dalam kategori utama seperti perawatan pribadi, perawatan rumah tangga, minuman impulsif dan non-alkohol.
NielsenIQ BASES mampu menangkap beberapa cara utama untuk peluncuran yang sukses dengan mengamati para pemenang Top Breakthrough Innovation dalam beberapa tahun terakhir. Inovasi Terobosan (breakthrough innovation) ini dipicu dari tren yang berkembang yang memanfaatkan bahan-bahan lokal yang terkait dengan sumber akar budaya dan dari inovasi produk sejati. Dalam beberapa kasus telah diangkat dari negara tetangga dan diadaptasi secara lokal.
“Riset global kami baru-baru ini mengungkapkan bahwa 81% konsumen global akan terus menata ulang pembelanjaan mereka pada 2021. Namun di saat yang sama, 71% bersedia membayar lebih untuk kualitas yang lebih tinggi. Ini menyiratkan bahwa di tengah lingkungan yang menantang, konsumen bersedia memberikan tempat di keranjang mereka untuk produk yang membawa nilai bagi mereka dan menyelesaikan tekanan utama dalam hidup mereka,” ujar Jameel Kassamali, NielsenIQ BASES Leader untuk Asia Tenggara.

“Melihat ke masa depan, tren saat ini menunjukkan bahwa inovasi produk sejati dapat menginspirasi inovasi terobosan di masa depan. Tema baru yang sedang tren seperti ‘bersumber bahan alami (naturally-resourced)’ dan ‘keberlanjutan (sustainability)’ kemungkinan akan menjadi semakin penting bagi konsumen.”
Menurut NielsenIQ BASES, produk bersumber bahan alami (naturally-sourced) menjadi lebih penting bagi 72% konsumen dibandingkan dengan 3 tahun lalu di kawasan Asia Tenggara. Sebanyak 85% mengatakan mereka ingin melihat lebih banyak produk ‘bersumber bahan alami’ dalam produk makanan atau kebutuhan memasak (seperti makanan ringan, beras, minyak, cokelat, dan lainnya), sebanyak 76% dalam produk kecantikan dan perawatan pribadi (seperti Pelembab, produk kosmetik, sampo) dan 75% dalam produk nutrisi (seperti suplemen makanan, vitamin, susu formula, dan lainnya).
Selain itu, konsumen semakin peduli terhadap masalah lingkungan. Ada sebanyak 77% menyatakan bahwa keberlanjutan (sustainability) menjadi lebih penting bagi mereka dan keluarga mereka dibandingkan dengan 3 tahun lalu dan 90% mengharapkan perusahaan mengambil tindakan untuk melindungi lingkungan. “Semakin banyak konsumen yang mengejar gaya hidup sehat dan ramah lingkungan melalui produk yang mereka pilih untuk dibeli dan digunakan. Produsen perlu memenuhi kebutuhan konsumen yang meningkat ini untuk menemukan pendorong baru untuk pertumbuhan,” kata Kassamali menambahkan.


