EconomicReview – Prestasi gemilang ditorehkan oleh PT Bank Hibank Indonesia (hibank). Di Semester II tahun 2024, Bank sukses meraih penghargaan bergensi dalam ajang Indonesia Finance Award (IFA) 2024 yang diselenggarakan oleh EconomicReview.
Bank digital besutan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dinobatkan sebagai The Best Indonesia Finance for Bank-Private Company 2024 (GOLD Award – Excellent – Kategori aset di atas Rp10 Triliun). Penghargaan ini diberikan kepada hibank atas prestasi finansial yang berhasil dicapai selama tahun 2023, dengan peningkatan signifikan di berbagai indikator keuangan.
Penghargaan bergensi ini memang layak disematkan ke hibank. Hingga Kuartal I 2024, hibank terus memperkokoh intermediasinya melalui pemberdayan ekosistem komunitas yang disasar. Hingga Mei 2024, jumlah debitur UMKM meningkat signifikan hingga 19 kali lipat jika dibandingkan dengan Mei 2023.

Untuk penyaluran kredit meningkat sebesar 72% dibandingkan dengan Mei 2023, dimana segmen UMKM memberikan kontribusi significant tercermin pada peningkatan pada Kategori Usaha Berkelanjutan (KKUB), termasuk UMKM.
Sedangkan dalam laporan keuangan hibank, tercatat laba bersih tahun 2023 sebesar Rp130,17 miliar atau meroket 58,75 persen secara tahunan ketimbang tahun sebelumnya sebesar Rp82,02 miliar.
Kinerja laba bersih Bank yang dipimpin oleh Jenny Wiriyanto ini, ditopang oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang naik 61,68 persen secara tahunan menjadi Rp524,45 miliar, dari sebelumnya pada 2022 sebesar Rp324,36 miliar.
Tak hanya itu, Bank juga sukses menghimpun dana. Kelolaan dana pihak ketiga (DPK) hibank tercatat tumbuh 36,93 persen menjadi Rp9,5 triliun, dari tahun sebelumnya (2022) sebesar Rp6,93 triliun.
Porsi dana murah atau atau Current Account Saving Account (CASA) mengalami kenaikan secara tahunan. Pada 2023, dana murah hibank tercatat Rp3,54 triliun atau meroket 104,45 persen dari tahun sebelumnya Rp1,73 trilun
Yang menarik, ada kenaikan penyaluran kredit di 2023 mencapai 90,42 persen menjadi Rp6,01 triliun, dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp3,16 triliun.
Penyaluran kredit tersebut mengedepankan prinsip kehati-hatian. Ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross berada di level 1,19 persen dari sebelumnya 3,34 persen. NPL nett pun susut dari 1,31 persen ke level 0,14 persen. Ini jauh di bawah threshold yang ditentukan regulator, yakni maksimal 5 persen.
Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) bank juga turun ke level 81,20 persen, dari sebelumnya di tahun 2022 yang berada di level 82,55 persen. Artinya, semakin turun rasio BOPO menunjukkan semakin efisiennya perbankan dalam menjalankan bisnisnya.
Saat ini hibank mencatkan total aset sebesar Rp14,59 trilun. Aset ini naik 25,96 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp11,58 trilun.








