EconomicReview – Sebagai anak perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk –salah satu bank terbesar di Indonesia—Mandiri Utama Finance (MUF) merupakan perusahaan yang bergerak di sektor pembiayaan dengan skala besar, baik konvensioanl maupun syariah. Pembiayaan tersebut untuk kebutuhan kendaraan bermotor (mobil baru, mobil bekas, motor baru, motor bekas termasuk multiguna).
“MUF selalu melakukan inovasi dan beradaptasi ditengah perubahan dan tantangan zaman. Kami akan memberikan yang terbaik kepada para stakeholders guna meraih capaian yang signifikan dari tahun ke tahun,” ujar Stanley Setia Atmadja, Direktur Utama Mandiri Utama Finance (MUF) ketika media gathering di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sejumlah inovasi telah dilakukan MUF. Sejak 2020 telah dikembangkan MUF Online Auto Show (MOAS) sebagai salah satu terobosan inovasi digital. Inovasi sangat memudahkan masyarakat dalam mendapatkan kendaraan impian mereka dengan nyaman dan cukup di rumah saja.
MUF juga meluncurkan MUF Online Assistant (MONA) sebagai layanan konsumen berbasis digital untuk membantu masyarakat memberikan edukasi dan literasi atas produk dan layanan yang dimiliki oleh MUF.

Kedepan, Mandiri Utama Finance berkomitmen akan terus berinovasi menyediakan berbagai produk dan layanan sesuai dengan kebutuhan konsumen dan memberikan pengalaman yang menguntungkan untuk seluruh konsumen di tanah air.
Dari sisi kinerja, pada 2021, MUF menetapkan strategi “MUF Seizing Opportunity to Thrive”. Strategi ini merupakan kelanjutan dari strategi tahun 2020 yang menempatkan MUF sebagai perusahaan pembiayaan yang unggul setelah pandemi Covid-19 yang terjadi di awal 2020.
MUF berhasil membukukan kinerja kualitas portfolio yang baik dengan angka rasio NPF pada 2021 sebesar 0,8%. Pada tahun yang sama MUF juga berhasil memberikan imbal hasil yang baik dengan ROE sebesar 18,3%.
Sedangkan laba MUF pada 2021 sebesar Rp102,36 miliar. MUF berhasil membalikkan keadaan dari tahun 2020 yang membukukan kerugian senilai Rp12,62 miliar. Bahkan, raihan laba bersih ini tercatat tumbuh hampir 2 kali lipat dibanding kondisi normal dimana pada 2019, MUF hanya membukukan laba bersih senilai Rp51,78 miliar.
Pencapaian laba bersih MUF ditunjang oleh total pendapatan perusahaan yang juga meningkat 32,60% (yoy) dari Rp1,15 triliun menjadi Rp1,53 triliun. Kenaikan pendapatan ditopang oleh tumbuhnya segmen pembiayaan konsumen, marjin murabahah, dan sewa pembiayaan.
Entitas anak dari Bank Mandiri ini juga meraih total piutang yang tumbuh 18,53% dari Rp4,79 triliun menjadi Rp5,68 triliun. Sejalan dengan pertumbuhan piutang, perusahaan mencatat total aset sebanyak Rp6,10 triliun atau naik 19,23% (yoy) dari sebelumnya Rp5,11 triliun.
Selanjutnya, perusahaan memiliki total ekuitas yang bertumbuh 20,33% (yoy) dari Rp515,6 miliar menjadi Rp620,4 miliar. Sedangkan, liabilitas perusahaan mengalami peningkatan 19,11% (yoy) dari Rp4,6 triliun menjadi Rp5,48 triliun.
Untuk tahun 2022 ini, perusahaan menargetkan laba bersih perusahaan bisa kembali tumbuh setidaknya 70% dari pencapaian tahun. Hal tersebut juga didorong oleh pertumbuhan pembiayaan baru yang diperkirakan bisa mencapai Rp 12,3 triliun. Target laba tersebut yang tercantum di RKAP dan ditargetkan tumbuh dua kali lipat tiap tahunnya.
Untuk mencapai-target-target tersebut, pihaknya akan meningkatkan kerjasama dengan dealer maupun showroom, serta memperkuat sinergi yang dimiliki dari grup Bank Mandiri. Perusahaan tetap melaksanakan seleksi yang ketat untuk melakukan akuisisi. Hal tersebut dilakukan sebagai manajemen risiko agar portofolio yang dimiliki tetap sehat.
Kinerja yang ciamik ini menempatkan Mandiri Utama Finance memperoleh dua penghargaan dalam ajang tahunan Indonesia-Turkiye Global Leaders Award ke-2 tahun 2022. Penghargaan itu antara lain sebagai The Best Global Company 2022 dan The Global Leaders 2022 diberikan kepada Stanley S Atmadja, Presiden Direktur PT Mandiri Utama Finance.
Penganugerahan penghargaan pada 6 Juni 2022 tersebut digelar secara hibrid baik offline yang digelar langsung dari Turki maupun online melalui zoominar. Hadir secara langsung di Turki antara lain Israfil Kuralay (Vice President of the Executive Board of Istanbul Chamber of Commerce), Ilhan Erdal (Chairman of the DEIK Türkiye-Indonesia Business Council), Dewi Motik Pramono dan Irlisa Rachmadiana mewakili the Indonesia Women Leaders Association, serta Prof. Askin Asan (Ambassador of the Republic of Türkiye di Indonesia).
Penghargaan tersebut melengkapi penghargaan yang sudah diterima oleh MUF sebelumnya. Salah satunya adalah penghargaan The Best Public Relation in Company Management on Integration of Digital Products and Services di ajang Indonesia Corporate PR Awards 2022.
Penghargaan ini diberikan kepada Public Relations Perusahaan yang memiliki peran dan fungsi yang sangat baik untuk meningkatkan publikasi informasi baik kegiatan maupun program perusahaan. Tak hanya itu, MUF juga menginformasikan berbagai inovasi di bidang digitalisasi untuk lebih siap menghadapi tantangan di masa mendatang dan bertumbuh untuk lebih baik kedepannya.








