EconomicReview- Jakarta, 26 Juni 2025 – Kongres Wanita Indonesia (Kowani), mendapatkan kehormatan kunjungan dari Menteri Pembangunan Wanita, Kanak-Kanak dan Kesejahteraan Komuniti (KPWK) Sarawak Malaysia yang dipimpin YB Dato Sri Hajah Fatimah Abdullah di Jalan Imam Bonjol No, 58, Jakarta Pusat, pada Rabu (25/6). Kunjungan kehormatan ini merupakan bagian dari agenda studi banding ke Jakarta dan Bandung pada tanggal 23–27 Juni 2025.
Kehadiran resmi ke Kantor Sekretariat KOWANI ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi antarnegara melalui diplomasi perempuan, serta membuka ruang kolaborasi strategis lintas batas untuk penguatan kepemimpinan perempuan, pengembangan ekonomi keluarga, dan kesejahteraan komunitas berbasis keluarga dan perempuan.
Kegiatan penyambutan di pimpin langsung oleh Ketua Umum Kowani, Ibu Nannie Hadi Tjahjanto bersama jajaran Dewan Pimpinan Kowani dan Ketua Umum Organisasi Anggota Kowani yang hadir. Acara di awali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Malaysia dan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, serta lagu Hymne Hari Ibu dan Pembacaan doa.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian studi banding strategis untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Malaysia melalui diplomasi perempuan, khususnya dalam bidang pemberdayaan, kepemimpinan perempuan, penguatan UMKM, dan kesejahteraan komunitas berbasis keluarga.

“Kehadiran Ibu Menteri dan seluruh Delegasi adalah kebanggaan besar bagi kami. Ini bukan sekadar kunjungan persahabatan, melainkan wujud nyata kesamaan visi dan kepedulian kita dalam mewujudkan pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan anak sebagai fondasi utama masyarakat berperadaban, baik di Indonesia, Sarawak, maupun di kawasan ASEAN,” kata Ketua Umum KOWANI Nannie Hadi Tjahjanto dalam sambutannya.
Lebih lanjut Nannie menggatakan, kunjungan persahabatan tersebut adalah wujud kesamaan visi dan kepedulian kedua belah pihak dalam mewujudkan pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan anak.
“Ini bukan sekadar kunjungan persahabatan, melainkan wujud nyata kesamaan visi dan kepedulian kita dalam mewujudkan pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan anak sebagai fondasi utama masyarakat berperadaban, baik di Indonesia, Sarawak, maupun di kawasan ASEAN,” katanya.
Tak hanya itu saja, dari pertemuan ini juga diharapkan terjalin peluang kerja sama yang konkret, seperti Program pertukaran pelajar perempuan, Permohonan beasiswa bagi perempuan Indonesia dan Kegiatan bersama dalam bentuk event, pelatihan, dan pameran kewirausahaan perempuan.




