EconomicReview – Selama ini McEasy dikenal sebagai startup yang menyediakan solusi digital Software-as-a-Service (SaaS) bagi operator logistik dan pelacakan kendaraan. Baru-baru ini memperoleh pendanaan seri A senilai USD 6,5 juta (setara dengan Rp 97 miliar) yang dipimpin oleh East Ventures.
Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan teknologi inovasi, mengembangkan produk yang memberikan nilai tambah bagi konsumen (product-market fit) dan meningkatkan eksistensi di kota Tier 2 dan Tier 3.
McEasy telah tumbuh lebih dari 12x lipat selama 18 bulan terakhir. Didirikan tahun 2017, perusahaan berbasis di Indonesia ini menjadi solusi transportasi dan rantai pasok yang handal bagi lebih dari 200 perusahaan, termasuk Cleo Pure Water, KMDI Logistics, MGM Bosco Logistics, Rosalia Indah, dan Tanto Intim Line.
Hingga saat ini, lebih dari 85% bisnis di sektor transportasi dan rantai pasok mengandalkan kertas dan pena dalam menjalankan operasi mereka. Rendahnya kesadaran di tengah kalangan pemilik UKM akan teknologi untuk meningkatkan efisiensi logistik, menandakan masih banyak pemilik usaha bertahan dengan proses manual yang tentu memakan waktu.
“Mengatasi tantangan sehari-hari, seperti mengelola supir dan pengeluarannya, mengatur konsumsi bahan bakar dan mengoptimasi rute, dapat memakan waktu hingga dua kali lebih lama. Karena itu, pendanaan ini kami alokasikan untuk mengembangkan teknologi membantu para business owner meningkatkan efisiensi.,” ujar Raymond Sutjiono, Co-founder McEasy.
Penggunaan teknologi dapat meningkatkan efisiensi pengiriman dan menghemat biaya operasional hingga 30%. Visi McEasy adalah mendigitalisasi sektor transportasi dan ekosistem rantai pasokan nasional – membuatnya lebih terkoneksi, memiliki visibilitas, terotomasi dan terintegrasi yang bersifat dari hulu ke hilir.
East Ventures adalah investor yang menyadari potensi McEasy dalam memberikan dampak positif bagi ekosistem rantai pasok Indonesia. Investasi ini akan digunakan untuk mengembangkan produk bagi para penggiat UKM serta memperkuat eksistensi di kota-kota Tier 2 dan Tier 3.
Selain melayani perusahaan besar, “kami juga fokus memberikan dukungan teknologi kepada mitra UKM. Mereka adalah tulang punggung perekonomian kita, dan potensi sektor ini sungguh tidak terbatas – sekitar 900.000 unit dan lebih dari lima juta unit mobil angkutan komersial,” kata Hendrik Ekowaluyo, Co-founder McEasy.
McEasy mencatatkan pertumbuhan positif di era pasca pandemi ini. Mereka mensinergikan dua hal terbaik dari dua bidang yakni logistik dan teknologi. Tujuannya untuk mengembangkan penawarannya, memperkuat keberadaan mereka secara nasional, serta pada saat yang sama mempertahankan tingkat profitabilitas.
McEasy melakukan investasi pada teknologi secara masif untuk memastikan implementasi solusi digital terbaik bagi para pelaku sektor transportasi & rantai pasok. Kami senang dapat menjadi bagian dari setiap kesuksesan McEasy. “Kami yakin mereka akan terus membawa berbagai dampak nyata bagi masyarakat,” jelas Willson Cuaca, Co-Founder & Managing Partner East Ventures.








