EconomicReview – Natto, belakangan nama kuliner tersebut semakin viral dan terkenal bahkan banyak yang penasaran dengan rasa makanan tersebut dan tahukah kamu jika makanan tersebut terbentuk secara tidak sengaja.
Natto yang katanya kuliner berbau “kaus kaki” ini konon ditemukan oleh samurai bernama Minamoto Yoshiie. Bermula dengan niat memasak kacang kedelai untuk makan siang.
Namun setelah menyimpan kacang kedelai di sebuah bungkusan jerami dan meletakkan bungkusan tersebut di bawah sinar matahari berjam-jam, ternyata kacang kedelai yang sudah di masak tersebut mengeluarkan bau aneh dan berlendir. Setelah dicoba ternyata rasa tersebut dianggap enak oleh Minamoto.
Natto dibuat dengan membungkus kedelai rebus memggunakan jerami padi yang secara alami mengandung bakteri Bacillus subtilis varian natto dipermukaannya. Namun seiring berkembangnya zaman, jerami padi kini diganti dengan styrofoam sehingga Bacillus subtilis dapat ditambahnkan ke dalam kedelai rebus untuk memulai fermentasi sehingga bakteri memfermentasi gula yang ada dalam kacang sehingga menjadi natto.
Natto yang lengket berasal dari bakteri yang memecah protein menjadi komponen seperti asam glutamat yang membentuk rantai panjang yang terlipat sehingga natto sangat berserabut sedangkan bau yang menyengat dari natto berasal dari hasil fermentasi.
Meskipun baunya menyengat dan mungkin banyak pecinta kuliner kurang menyukai bahkan tidak suka sama sekali, namun natto memiliki banyak manfaat. Salah satunya membantu menyehatkan saluran pencernaan sebagaimana manakan fermentasi pada umumnya.
Bagi kamu yang menyukai natto, ada tips khusus untuk membuat citarasa natto semakin enak ketika dimakan yakni aduk natto selama 15 kali sebelum di makan dan jangan diaduk lebih dari 15 kali karena lendir yang ada pada natto akan membentuk gelembung sehingga rasanya menjadi tidak enak.
Foto : CNN Indonesia








