Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Pasar Elektronika Global Tembus US1 Triliun, Kemenperin Siapkan IKM Tangkap Peluang

by Yusniar
October 17, 2026
in EKONOMI & BISNIS
129 4
0
Pasar Elektronika Global Tembus US1 Triliun, Kemenperin Siapkan IKM Tangkap Peluang
Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview – Kementerian Perindustrian berkomitmen memperkuat keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) dalam rantai pasok industri elektronika dan kelistrikan nasional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memanfaatkan peluang pertumbuhan industri global yang didorong oleh transisi energi, digitalisasi, serta pengembangan kendaraan listrik.

“Sebagai negara berpenduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia merupakan pasar elektronika konsumen terbesar di ASEAN. Kita juga memiliki cadangan nikel terbesar di dunia serta sumber daya kobalt, tembaga, dan timah sebagai bahan baku komponen strategis. Dengan ekosistem manufaktur yang matang, kawasan industri Jabodetabek–Karawang berpotensi menjadi pusat pengembangan industri komponen elektronika,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji kepada media di Jakarta, Jumat (16/10).

Sarmuji mengatakan, potensi tersebut perlu dioptimalkan seiring meningkatnya kebutuhan komponen elektronika dan kelistrikan di pasar global. Riset McKinsey Global Institute memproyeksikan nilai pasar komponen elektronika dunia akan melampaui US1 triliun pada 2030. Hal ini didorong oleh perkembangan kendaraan listrik, kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan internet untuk segala (internet of things/IoT).

Selain itu, permintaan komponen untuk kendaraan listrik dan energi terbarukan pada periode 2023–2030 diproyeksikan tumbuh tiga kali lipat dibandingkan dengan konsumsi elektronika konvensional.

“Pascapandemi, sejumlah negara dan kawasan ekonomi utama, seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok, semakin memperkuat produksi komponen domestiknya. Indonesia harus mampu mengambil peran aktif dalam transformasi industri global tersebut,” tegas Sarmuji.

Saat ini, sejumlah IKM nasional telah memiliki kemampuan memproduksi berbagai komponen elektronika dan kelistrikan, antara lain printed circuit board assembly (PCBA), wire harness, konektor, copper braid, panel listrik, serta sistem proteksi dan distribusi daya.

Namun, tantangan utama yang dihadapi IKM tidak hanya berkaitan dengan kemampuan produksi, tetapi juga akses pasar, kepastian penyerapan produk, serta keterlibatan secara formal dalam rantai pasok industri besar.

“Di sinilah peran pemerintah tidak hanya terbatas pada pelatihan dan sertifikasi, tetapi juga mempertemukan IKM dengan industri besar serta mendorong terwujudnya kemitraan yang terstruktur, adil, dan berjangka panjang,” ujar Menperin.

Potensi IKM Elektronika Terus Berkembang

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita mengungkapkan bahwa jumlah IKM pada kelompok Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 26, yakni industri komputer, barang elektronika, dan optik, mencapai 5.816 unit usaha pada 2025. Jumlah tersebut meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan dengan 2021. Sedangkan jumlah IKM pada KBLI 27 atau industri peralatan listrik tercatat sebanyak 781 unit usaha.

“Potensi ini menunjukkan bahwa IKM memiliki peluang besar untuk menjadi bagian penting dalam penguatan industri elektronika nasional. Pemerintah perlu mempercepat kemitraan antara IKM dengan industri besar dan BUMN guna memperkuat basis produksi sekaligus memberikan kepastian pasar,” ujar Reni.

Transisi energi dan elektrifikasi menjadi salah satu peluang pertumbuhan yang perlu dimanfaatkan IKM. Perkembangan kendaraan listrik, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta infrastruktur kelistrikan meningkatkan kebutuhan berbagai komponen, mulai dari panel distribusi, inverter, hingga sistem proteksi.

“IKM berpeluang memasok modul pengisian daya, panel distribusi, komponen switchgear, konektor, wire harness untuk kendaraan listrik dan PLTS, PCB untuk battery management system serta sistem proteksi dan sensor kelistrikan,” jelas Reni.

Selain itu, kebijakan peningkatan penggunaan produk dalam negeri melalui penguatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) membuka peluang lebih luas bagi IKM untuk menjadi pemasok komponen bagi industri besar.

“Kebijakan TKDN pada industri elektronika dapat mempercepat substitusi impor komponen sekaligus membuka ruang bagi IKM yang mampu memenuhi spesifikasi teknis. Strategi China+1 yang diterapkan sejumlah perusahaan global juga memberikan peluang bagi Indonesia untuk menjadi alternatif basis manufaktur komponen strategis,” papar Reni.

Previous Post

Kemendag Dorong 4 Juta UMKM Siap Ekspor Melalui Program Campuspreneur

Next Post

IDEC 2027 Siap Digelar Di Jakarta, Ruang Eksplorasi Teknologi Kedokteran Gigi

Related Posts

Gold Award IARA 2026 Sukses Diraih CIMB Niaga Finance
BERITA TERKINI

Gold Award IARA 2026 Sukses Diraih CIMB Niaga Finance

October 25, 2026
Komitmen Jaga Kepercayaan Pelanggan, MTF Diganjar Gold Award IARA 2026
BERITA TERKINI

Komitmen Jaga Kepercayaan Pelanggan, MTF Diganjar Gold Award IARA 2026

October 25, 2026
Maybank Finance Boyong Penghargaan IARA 2026 dengan Predikat Gold Award
BERITA TERKINI

Maybank Finance Boyong Penghargaan IARA 2026 dengan Predikat Gold Award

October 25, 2026
Bank Sinarmas Raih The Best Indonesia Annual Report 2026 Berpredikat Gold Award
BERITA TERKINI

Bank Sinarmas Raih The Best Indonesia Annual Report 2026 Berpredikat Gold Award

October 25, 2026
Predikat Platinum Award The Best Annual Report 2026 Disandang BPD Jambi
BERITA TERKINI

Predikat Platinum Award The Best Annual Report 2026 Disandang BPD Jambi

October 25, 2026
Annual Report Positif, IPC TPK Bawa Pulang Platinum Award
BERITA TERKINI

Annual Report Positif, IPC TPK Bawa Pulang Platinum Award

October 25, 2026
Next Post
IDEC 2027 Siap Digelar Di Jakarta, Ruang Eksplorasi Teknologi Kedokteran Gigi

IDEC 2027 Siap Digelar Di Jakarta, Ruang Eksplorasi Teknologi Kedokteran Gigi

Recent Posts

  • Gold Award IARA 2026 Sukses Diraih CIMB Niaga Finance
  • Komitmen Jaga Kepercayaan Pelanggan, MTF Diganjar Gold Award IARA 2026
  • Maybank Finance Boyong Penghargaan IARA 2026 dengan Predikat Gold Award
  • Bank Sinarmas Raih The Best Indonesia Annual Report 2026 Berpredikat Gold Award
  • Predikat Platinum Award The Best Annual Report 2026 Disandang BPD Jambi
  • Berkomitmen Penuh Jalankan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, Pelindo Sukses Raih Juara Umum II Indonesia CSR-SDG-ESG Award VII 2024
  • Raih API 2020, Stephanie Yung Komit Berdayakan Kaum Wanita
  • Economic Review Gelar Lima Penghargaan Bergengsi, Dipenghujung Tahun 2019
  • Agustus 2021, Utang Indonesia Capai US$423,5 miliar

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored