EconomicReview – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Multipurpose) merupakan operator terminal multipurpose pertama di Indonesia dan berpengalaman dalam menangani kegiatan bongkar muat kargo curah cair, curah kering, general cargo dan lain-lain.
Salah satu anak usaha dari PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dengan kepemilikan saham sebesar 99% dan PT Pelabuhan Investama Indonesia sebesar 1% ini telah beroperasi di 10 cabang Pelabuhan yang tersebar di seluruh wilayah strategis Indonesia. Mulai dari Cabang Pelabuhan Tanjung Priok, Banten, Cirebon, Panjang – Lampung, Bengkulu, Palembang, Jambi, Teluk Bayur – Padang, Tanjung Pandan dan Pangkal Balam.
Pengelolaan operasional perusahaan ini terbilang komplet. Salah satunya dengan adanya Komite Pengawasan Mutu, GCG dan Manajemen Risiko yang dibentuk untuk mendukung pelaksanaan fungsi pengawasan terkait kecukupan standar mutu, implementasi GCG dan manajemen risiko pada Perusahaan.

Ada dua hal yang mendukung penerapan manajemen risiko secara baik, konsisten dan berkelanjutan di Pelabuhan Tanjung Priok ini. Pertama, melakukan koordinasi implementasi dan pengawasan keberadaan dan tingkat efektivitas masing-masing komponen dari Enterprise Risk Management (ERM) dalam Perusahaan.
Sedangkan lainnya memantau kesesuaian berbagai kebijakan dan pelaksanaan Manajemen Risiko termasuk memantau pelaksanaan tugas divisi yang bertanggung jawab di bidang Manajemen Risiko dan memantau pelaksanaan Manajemen Risiko.
Tak mengherankan jika PT Pelabuhan Tanjung Priok berhak memperoleh penghargaan The Big 6 Indonesia Enterprises Risk Management (IERM) IV-2021 untuk kategori SOE Subsidiary Company. Dengan adanya penghargaan ERM ini akan memacu peningkatan kinerja perusahaan menjadi lebih baik sekaligu mempercepat Visi perusahaan yaitu menjadi Operator Terminal Multipurpose yang terdepan untuk Maritime Gateway di Indonesia.








