Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result

Subscribe Newsletter

Economic Review
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT
No Result
View All Result
Economic Review
No Result
View All Result

Perjalanan Kemenperin Antarkan Transformasi Industri 4.0 di Indonesia

by Yusniar
April 14, 2021
in BERITA TERKINI, KEBIJAKAN, TEKNOLOGI
128 9
0
Perjalanan Kemenperin Antarkan Transformasi Industri 4.0 di Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

EconomicReview – Transformasi digital pada sektor manufaktur memainkan peranan penting di era revolusi industri 4.0. Langkah tersebut memungkinkan para pelaku untuk lebih produktif, mengurangi biaya operasional, dan mengembangkan bisnis secara lebih efektif. Karena itu, Indonesia terus berbenah untuk mendukung transformasi manufaktur menuju industri 4.0. 

“Partisipasi Indonesia sebagai official partner country Hannover Messe 2021: Digital Edition, menjadi salah satu bagian dari upaya transformasi industri 4.0 yang arah kebijakannya telah dituangkan dalam Making Indonesia 4.0,” kata Dirjen Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Eko S.A Cahyanto dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (14/4).

Pada 2018 Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 dengan aspirasi menjadikan Indonesia masuk dalam 10 besar ekonomi dunia pada 2030.

“Diharapkan Indonesia masuk 10 besar dengan ekspor bersih mencapai 10 persen dari Produk Domestik Bruto, meningkatkan produktivitas industri dua kali lipat, dan membangun kapabilitas inovasi lokal dengan meningkatkan alokasi pendanaan research and development hingga mencapai 2% dari PDB,” ujar Dirjen KPAII.

Untuk mencapai aspirasi tersebut, pemerintah kemudian menentukan 10 prioritas nasional dalam Making Indonesia 4.0, Mulai dari upaya meningkatkan arus barang dan material, mendesain ulang zona industri, akomodasi standar keberlanjutan, pemberdayaan UMKM, membangun infrastruktur digital nasional, menarik investasi asing, meningkatkan kualitas SDM, pengembangan ekosistem inovasi, insentif untuk investasi teknologi, dan harmonisasi aturan dan kebijakan.

Ia memaparkan, untuk mengimplementasikan Making Indonesia 4.0, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mengidentifikasi dan memilih tujuh sektor berdasarkan dampak yang akan ditimbulkan dan kemudahan dalam implementasi teknologi industri. Sektor-sektor tersebut dipilih karena menyumbang 70 persen dari PDB Industri, 65 persen ekspor industri, dan 60 persen tenaga kerja di sektor manufaktur.

Ketujuh sektor tersebut adalah industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia dan elektronik, farmasi, dan alat kesehatan. “Dua sektor terakhir ditambahkan karena menjadi sektor dengan high demand dalam masa pandemi, ini merupakan momentum untuk memacu pengembangannya sehingga dapat meningkatkan kemandirian sektor kesehatan di Indonesia,” papar Eko.

Dalam upaya mengakselerasi transformasi menuju Industri 4.0, Kemenperin juga aktif meningkatkan awareness para pelaku industri melalui Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0). Melalui program ini, perusahaan dapat mengukur level kesiapan industri bertransformasi menuju industri 4.0 dengan assessment mandiri. “Dengan kesiapan industri di Tanah air menerapkan industri 4.0, kita dapat membangun ekosistem inovasi industri 4.0,” ujarnya.

Ekosistem ini, imbuh Eko, dibangun sebagai wadah bagi pemerintah, pelaku industri, akademisi serta riset dan pengembangan (R&D), penyedia teknologi, konsultan, dan juga pelaku keuangan. Kemenperin menyebutnya sebagai Ekosistem Industri 4.0 (SINDI 4.0).

“Selanjutnya membangun Pusat Inovasi dan Pengembangan SDM Industri (PIDI 4.0) untuk memberikan pengalaman langsung dan pendampingan kepada industri dalam penerapan industri 4.0. “PIDI 4.0 akan menjadi pusat pembelajaran manufaktur digital yang membantu perusahaan mengembangkan operasi, desain, dan produktivitas mereka di seluruh rantai nilai,” jelas Dirjen KPAII.

Kemudian, Kemenperin saat ini tengah mengembangkan program terkait smart-eco industrial parks, yang juga sejalan dengan upaya mewujudkan pembangunan industri yang berkelanjutan dan menerapkan prinsip industri hijau, serta meningkatkan daya saing. Kawasan industri pintar memanfaatkan teknologi industri 4.0, seperti automation, artificial intelligent (AI), Internet of Things (IoT), juga digital ecosystem dalam beroperasi. Smart Industrial Parks merupakan model inovatif untuk mengintegrasikan supply and demand energi, air, limbah dan logistik, dan pengamanan.

“Ini membentuk sinergi antara manusia dan teknologi tinggi, dilengkapi fasilitas dan infrastruktur memadai, membuktikan Indonesia siap untuk implementasi industri 4.0,” ujar Eko.

Selanjutnya, Kemenperin fokus mendukung para pelaku industri dan penyedia teknologi dengan reoptimalisasi regulasi dan kebijakan agar ramah investor. Strategi-strategi tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu leading nation dalam revolusi industri keempat. “Kami mengupayakan agar Indonesia menjadi rumah bagi para pemain industri yang menjadikan efisiensi, kolaborasi, dan konektivitas sebagai prinsip utama dalam menjalankan bisnisnya,” pungkasnya.

Previous Post

Bank Ganesha Kelola Risiko Secara Menyeluruh dan Profesional

Next Post

Bank Banten Serius Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Risiko

Related Posts

EUDR Tak Halangi Penggunaan Produk Furnitur Berkualitas
Uncategorized

EUDR Tak Halangi Penggunaan Produk Furnitur Berkualitas

September 28, 2026
Mekari Jurnal Dorong Bisnis Beralih dari‎ Kontrol Stok ke Profitabilitas
FINANSIAL

Mekari Jurnal Dorong Bisnis Beralih dari‎ Kontrol Stok ke Profitabilitas

September 17, 2026
Hutama Karya,Top 5 Human Capital Award 2026 Kategori Public Company
BERITA TERKINI

Hutama Karya,Top 5 Human Capital Award 2026 Kategori Public Company

August 21, 2026
Mayapada Healthcare Group Raih Top 7 Human Capital Award 2026 Kategori Private Company
BERITA TERKINI

Mayapada Healthcare Group Raih Top 7 Human Capital Award 2026 Kategori Private Company

August 21, 2026
Tiket.Com Boyong 3 Penghargaan Human Capital Award 2026 Sebagai Pencapaian Apik
BERITA TERKINI

Tiket.Com Boyong 3 Penghargaan Human Capital Award 2026 Sebagai Pencapaian Apik

August 21, 2026
Bumi Berkah Boga Bawa Pulang 2 Penghargaan Human Capital Award 2026, Kategori Platinum Award
BERITA TERKINI

Bumi Berkah Boga Bawa Pulang 2 Penghargaan Human Capital Award 2026, Kategori Platinum Award

August 21, 2026
Next Post
Bank Banten Serius Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Risiko

Bank Banten Serius Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Risiko

Recent Posts

  • EUDR Tak Halangi Penggunaan Produk Furnitur Berkualitas
  • Mekari Jurnal Dorong Bisnis Beralih dari‎ Kontrol Stok ke Profitabilitas
  • Hutama Karya,Top 5 Human Capital Award 2026 Kategori Public Company
  • Mayapada Healthcare Group Raih Top 7 Human Capital Award 2026 Kategori Private Company
  • Tiket.Com Boyong 3 Penghargaan Human Capital Award 2026 Sebagai Pencapaian Apik
  • Sah! MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS
  • Ketat Jaga Risk Manajemen, Maybank Finance Kembali Raih Penghargaan Indonesia Enterprise Risk Management Award 2025
  • Terapkan GCG, BPR Sukabumi Jadi Mitra Usaha Andalan Masyarakat
  • KKP Bersama Kemenkop UKM Kembangkan Konsep Smart Fisheries Village

TENTANG KAMI

REDAKSI

BERIKLAN

KONTAK KAMI

© 2020 Economic Review - Powered by Webcorner.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI & BISNIS
  • FINANSIAL
  • KEBIJAKAN
  • GAYA HIDUP
  • KORPORASI
  • OPINI
  • BERITA TERKINI
  • SOSIAL & BUDAYA
  • OTOMOTIF
  • EVENT

© 2020 Economic Business Review - Powered by Webcorner.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
sponsored