EconomicReview – PT Bank Permata Tbk (PermataBank) memperoleh 4th The Best Indonesia Enterprises Risk Management (IERM) Award IV-2021 untuk kategori Bank BUKU IV – Public Company dengan aset Rp150 triliun sampai lebih dari Rp500 triliun.
Penghargaan diterima secara resmi oleh Lea Kusumawijaya, Direktur Keuangan PermataBank pada acara National IERM Award IV-2021 & IERM Zoominar dengan tema “Strengthening Risk Awareness in the Face of Future Business Disruption” pada Jumat (9/4/2021).
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Economic Review yang telah memberikan penghargaan ini kepada PermataBank. Penghargaan ini akan semakin memicu kami untuk meningkatkan kinerja perusahaan melalui pengelolaan Risiko yang prudent dan memastikan menjalankannya dalam prinsip kehati-hatian,” ujar Lea.

Dengan penghargaan ini semakin memperkuat posisi PermataBank sebagai Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV yang resmi dinobatkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 20 Januari 2021. Pengakuan kategori BUKU IV ini mencerminkan kepercayaan dari para pemangku kepentingan yakni OJK dan Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali dan nasabah.
Penghargaan Indonesia Enterprises Risk Management ini memang layak disematkan ke PermataBank karena kegiatan manajemen risiko telah dijalankan secara terpadu oleh perusahaan, dari tahap awal hingga akhir. Tujuannya untuk mengendalikan dan mengoptimalkan profil risiko terhadap pendapatannya. Ini merupakan aktivitas bank-wide.
Kerangka Manajemen Risiko (RMF) menetapkan pendekatan terhadap manajemen risiko dan kerangka kontrol dimana risiko dikelola dan diperolehnya keseimbangan antara risiko dan pendapatan. RMF mengidentifikasi berbagai jenis risiko yang dihadapi PermataBank, dimana untuk masing-masing jenis risiko ditunjuk Risk Control Owner (RCO).
RCO memiliki tanggung jawab untuk menentukan standar pengendalian minimum dan memastikan tujuan pengendalian tersebut dapat terpenuhi. Dalam mengelola risiko, perusahaan Manajemen mengelolanya melalui Risk Management Committee (RMC) dan Asset Liability Committee (ALCO) di tingkat Direksi serta Risk Monitoring Committee (RMoC) di tingkat Dewan Komisaris.
Dengan pengelolaan risiko yang profesional ini, tak mengherankan jika pada akhir kuartal III/2020, PermataBank membukukan kinerja yang solid dengan mencatatkan pertumbuhan pendapatan operasional sebelum pencadangan sebesar Rp2,6 triliun, tumbuh 20,4 persen year-on-year (yoy). Pencapaian tersebut juga dilanjutkan dengan proses integrasi antara Bangkok Bank Kantor Cabang Indonesia (BBI) dan PermataBank yang telah berlangsung pada 21 Desember 2020. Bank asal Negeri Gajah Putih tersebut juga telah melakukan penempatan dana guna menguatkan modal Bank Permata senilai Rp10,82 triliun.








