EconomicReview – Dua penghargaan di raih PT BCA Finance dalam ajang Indonesia-Turkiye Global Leaders Award ke-2 tahun 2022. Penghargaan itu antara lain sebagai The Best Global Company 2022 dan The Global Leaders 2022 diberikan kepada Roni Haslim, Presiden Direktur BCA Finance.
Penghargaan diberikan pada 6 Juni 2022 yang digelar secara hibrid baik offline secara langsung dari Turki maupun online melalui zoominar. Hadir secara langsung di Turki antara lain Israfil Kuralay (Vice President of the Executive Board of Istanbul Chamber of Commerce), Ilhan Erdal (Chairman of the DEIK Türkiye-Indonesia Business Council), Dewi Motik Pramono dan Irlisa Rachmadiana mewakili the Indonesia Women Leaders Association, serta Prof. Askin Asan (Ambassador of the Republic of Türkiye di Indonesia).
Penghargaan ini tak lepas dari kinerja BCA Finance yang moncer. Di akhir 2021, BCA Finance berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,7 triliun. Nilai itu tumbuh 39,5% (yoy) dari Rp 1,22 triliun pada tahun 2020 dan hampir menyamai laba periode 2019 di Rp1,71 triliun.

Pertumbuhan laba banyak disumbang oleh beban yang berhasil ditekan hingga 23,5% menjadi Rp 1,2 triliun. Sementara pendapatan hanya mampu naik 7,5% (yoy) menjadi Rp 3,37 triliun. Tren yang positif itu terjadi di samping piutang pembiayaan konsumen BCA Finance yang masih turun 1,84% (yoy) menjadi Rp 11,99 triliun.
Untuk Kinerja BCA Finance di 2021 tercatat total pembiayaan baru sebesar Rp 24,5 triliun, net profit after tax (NPAT) atau laba bersih Rp 1,7 triliun, dan NPF gross 2,45%. Sementara NPF net berhasil ditekan dari 1,00% pada 2020 menjadi 0,91% pada 2021. Sedangkan target pembiayaan baru tahun 2022 sebesar Rp 28 triliun.
Meski tahun 2021 terjadi pandemi, indikator perekonomian justru semakin membaik, khususnya dalam industri otomotif yang mencatat kenaikan penjualan mobil baru dari Gaikindo secara signifikan meskipun belum kembali pada level sebelum terjadinya pandemi Covid-19.
Karena itu, perseroan fokus pada recovery bisnis dan perbaikan dalam pengelolaan piutang bermasalah. Strategi ini dipilih dengan mempertimbangkan adanya peluang untuk menumbuhkan bisnis pembiayaan.
Di sisi lain, perseroan juga menyadari masih adanya potensi peningkatan piutang bermasalah, khususnya setelah periode relaksasi pembayaran angsuran berakhir pada tahun 2021 sebagai dampak dari restrukturisasi pembiayaan yang sebelumnya dilakukan pada tahun 2020. Persusahaan memberikan restrukturisasi tahap 2 bagi konsumen restrukturisasi tahap 1 yang masih membutuhkan waktu untuk pemulihan akibat dampak pandemi Covid-19.
Sementara itu, kinerja BCA Finance sepanjang triwulan I/2022 mencapai Rp7 triliun, naik 31 persen [year-on-year/yoy] ketimbang periode yang sama tahun lalu. Adapun, laba bersih sampai Maret 2022 juga naik 6,4 persen [yoy] menjadi Rp402 miliar.
Kinerja laba sepanjang tahun ini juga bisa lebih baik ketimbang tahun lalu. Pasalnya, tahun ini masih ada kelanjutan tren positif soal membaiknya kualitas debitur, sehingga komponen cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebagai salah satu penyumbang beban pun bisa ditekan secara signifikan.








