EconomicReview – Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan mengungkapkan jika saat ini jumlah penumpang di Bandara Internasional Soekarno Hatta turun drastis hingga 90 persen selama larangan mudik berlangsung. Kini, jumlah penumpang di Bandara Soetta kurang dari 10 ribu orang setiap harinya, padahal pekan sebelumnya bisa mencapai 50 ribu hingga 70 ribu penumpang per hari.
“Sekarang ini rata-rata setiap harinya ada 7.000-8.000 penumpang yang bergerak. Penurunannya kurang lebih 90 persen,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (11/5). Sebagaimana dikutip dari laman resmi CNN Indonesia.
Meskipun demikian, pelayanan di Bandara Soetta tetap berjalan pada masa larangan mudik. Layanan tersebut hanya ditujukan bagi kegiatan penerbangan yang dikecualikan dari larangan mudik.
Ia juga mengimbau semua petugas di Bandara Soetta mengantisipasi potensi kenaikan jumlah penumpang pada arus balik yang diprediksi terjadi pada Minggu (16/5) atau Senin (17/5). Semua petugas harus menjaga penerapan protokol kesehatan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan.
Semua ketentuan itu harus berlaku pada penumpang yang akan berangkat maupun yang akan datang, termasuk penumpang yang harus menjalani karantina. Jumlah ketersediaan ruang karantina pun sudah dipastikan ada.
Untuk mendukung larangan mudik, ia menyampaikan bahwa pihaknya telah meniadakan sementara penerbangan carter (sewa) dari luar negeri sampai dengan 17 Mei 2021. Ketentuan ini akan dievaluasi sebelum penerbangan dibuka kembali.








